alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

82 Hari Dirawat Karena Covid-19, IRT di Jembrana Ungkap Fakta Ini

NEGARA – Satu orang pasien Covid-19 di Jembrana yang tercatat sebagai pasien terlama di Bali akhirnya sembuh, Kamis (25/6).

Pasien perempuan asal Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, tersebut dirawat di ruang isolasi rumah sakit selama hampir tiga bulan lebih.

Sebelum dirawat di RS PTN Udayana, pasien transmisi lokal pertama di Jembrana tersebut dirawat di RSU Negara sejak 4 April lalu.

Pasien dirujuk ke RS PTN Udayana untuk mendapat penanganan di rumah sakit rujukan yang lebih tinggi. Sehingga dengan suasana yang baru dan penanganan yang lebih lengkap dari segi fasilitas bisa cepat sembuh.

Setelah dinyatakan sembuh, pasien perempuan berusia 47 tahun ini menceritakan pengalamannya saat dirawat dan berjuang menghadapi virus corona.

Menurutnya, secara prinsip pelayanan baik di RSU Negara maupun RS PTN Unud hampir sama. Hanya saja di RS PTN Unud, sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali, mendapat obat antivirus.

“Saya ucapkan terima kasih atas semua karunia ini, hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Saya langsung sujud syukur tadi pak saat pertama dengan kabar bahagia ini,“ ungkapnya

Menurutnya, selama menjalani pengobatan di kedua rumah sakit itu mendapat penanganan yang baik dari tim medis rumah sakit.

Pelayanan yang diberikan oleh seluruh staf dan tenaga medis di ruang isolasi juga diterimanya dengan ramah dan penuh kekeluargaan.

“Pelayanan kesehatan saya jalani baik di RS Unud maupun RSU Negara hampir sama. Diberikan makanan bergizi, vitamin dan cek kesehatan yang rutin dilakukan tiga kali sehari,” ujarnya.

Meski dinyatakan sembuh, pasien yang awalnya tertular dari suaminya ini tetap akan melanjutkan proses isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di rumah.

Hal ini sekaligus mematuhi anjuran pemerintah terhadap penerapan protokol kesehatan. Sesudahnya akan bersilaturahmi keluarga besar mengingat idul fitri lalu masih dihabiskan di ruang isolasi.

“Mudah-mudahan bisa langsung beraktivitas rutin sebagai guru seperti semula,“ ungkap si pasien yang identitasnya dirahasiakan ini. 



NEGARA – Satu orang pasien Covid-19 di Jembrana yang tercatat sebagai pasien terlama di Bali akhirnya sembuh, Kamis (25/6).

Pasien perempuan asal Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, tersebut dirawat di ruang isolasi rumah sakit selama hampir tiga bulan lebih.

Sebelum dirawat di RS PTN Udayana, pasien transmisi lokal pertama di Jembrana tersebut dirawat di RSU Negara sejak 4 April lalu.

Pasien dirujuk ke RS PTN Udayana untuk mendapat penanganan di rumah sakit rujukan yang lebih tinggi. Sehingga dengan suasana yang baru dan penanganan yang lebih lengkap dari segi fasilitas bisa cepat sembuh.

Setelah dinyatakan sembuh, pasien perempuan berusia 47 tahun ini menceritakan pengalamannya saat dirawat dan berjuang menghadapi virus corona.

Menurutnya, secara prinsip pelayanan baik di RSU Negara maupun RS PTN Unud hampir sama. Hanya saja di RS PTN Unud, sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali, mendapat obat antivirus.

“Saya ucapkan terima kasih atas semua karunia ini, hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Saya langsung sujud syukur tadi pak saat pertama dengan kabar bahagia ini,“ ungkapnya

Menurutnya, selama menjalani pengobatan di kedua rumah sakit itu mendapat penanganan yang baik dari tim medis rumah sakit.

Pelayanan yang diberikan oleh seluruh staf dan tenaga medis di ruang isolasi juga diterimanya dengan ramah dan penuh kekeluargaan.

“Pelayanan kesehatan saya jalani baik di RS Unud maupun RSU Negara hampir sama. Diberikan makanan bergizi, vitamin dan cek kesehatan yang rutin dilakukan tiga kali sehari,” ujarnya.

Meski dinyatakan sembuh, pasien yang awalnya tertular dari suaminya ini tetap akan melanjutkan proses isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di rumah.

Hal ini sekaligus mematuhi anjuran pemerintah terhadap penerapan protokol kesehatan. Sesudahnya akan bersilaturahmi keluarga besar mengingat idul fitri lalu masih dihabiskan di ruang isolasi.

“Mudah-mudahan bisa langsung beraktivitas rutin sebagai guru seperti semula,“ ungkap si pasien yang identitasnya dirahasiakan ini. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/