alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pemerintah Cuek, Warga di Jembrana Bikin Tanggul untuk Atasi Abrasi

NEGARA – Sikap cuek pemerintah terkait abrasi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, membuat warga harus mengatasi sendiri. Mereka bergotong royong membuat tanggul sendiri dengan karung berisi pasir dan batu.

 

Tanggul tersebut meskipun tidak bisa menahan kerasnya ombak, diharapkan bisa meminimalisir abrasi pantai yang sudah mendekati pemukiman. Padahal, saat itu kondisi gelombang yang masih tinggi di perairan selatan Jembrana,

 

Gotong royong warga pesisir pantai Pebuahan tersebut dilakukan saat air laut mulai surut. Puluhan warga mengumpulkan pasir untuk dimasukkan ke dalam karung, selanjutnya diletakkan ke sejumlah titik yang tergerus abrasi.

 

Tidak hanya karung berisi pasir, warga juga mengumpulkan batu dan ban bekas untuk menahan abrasi.

Baca Juga:  Masuk Musim Hujan, Produksi Garam Amet Dihentikan

 

Menurut sejumlah warga, upaya warga membentengi daratan yang sudah tergerus abrasi ini untuk meminimalisir dampak abrasi. Terutama titik abrasi yang sudah mendekati rumah warga saat terjadi ombak besar.

 

“Kalau ombaknya besar setiap hari, sulit bertahan lama,” ujar salah seorang warga.

 

Pantauan di lokasi, setelah diterjang ombak besar pada pagi hari, daratan yang tergerus abrasi semakin banyak. Bahkan akses jalan warga yang sebelumnya diperbaiki agar bisa dilalui motor sudah hilang total. Padahal sehari sebelumnya, masih ada akses jalan setapak yang bisa dilalui pejalan kaki dan motor.


NEGARA – Sikap cuek pemerintah terkait abrasi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, membuat warga harus mengatasi sendiri. Mereka bergotong royong membuat tanggul sendiri dengan karung berisi pasir dan batu.

 

Tanggul tersebut meskipun tidak bisa menahan kerasnya ombak, diharapkan bisa meminimalisir abrasi pantai yang sudah mendekati pemukiman. Padahal, saat itu kondisi gelombang yang masih tinggi di perairan selatan Jembrana,

 

Gotong royong warga pesisir pantai Pebuahan tersebut dilakukan saat air laut mulai surut. Puluhan warga mengumpulkan pasir untuk dimasukkan ke dalam karung, selanjutnya diletakkan ke sejumlah titik yang tergerus abrasi.

 

Tidak hanya karung berisi pasir, warga juga mengumpulkan batu dan ban bekas untuk menahan abrasi.

Baca Juga:  Dituntut 8 Tahun Penjara, Paman Setubuhi Ponakan Merengek Keringanan

 

Menurut sejumlah warga, upaya warga membentengi daratan yang sudah tergerus abrasi ini untuk meminimalisir dampak abrasi. Terutama titik abrasi yang sudah mendekati rumah warga saat terjadi ombak besar.

 

“Kalau ombaknya besar setiap hari, sulit bertahan lama,” ujar salah seorang warga.

 

Pantauan di lokasi, setelah diterjang ombak besar pada pagi hari, daratan yang tergerus abrasi semakin banyak. Bahkan akses jalan warga yang sebelumnya diperbaiki agar bisa dilalui motor sudah hilang total. Padahal sehari sebelumnya, masih ada akses jalan setapak yang bisa dilalui pejalan kaki dan motor.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/