alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Punya Ratusan Bank Sampah, Ratusan Ton Sampah di Gianyar Gagal ke TPA

GIANYAR – Saat ini Kabupaten Gianyar telah memiliki 103 unit bank sampah yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Gianyar. Keberadaan bank sampah, setidaknya bisa mengurangi menggagalkann pengiriman sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi.

 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnawati.

 

“Bank sampah di Gianyar mampu menekan pengiriman sampah ke TPA Temesi hampir128 ton per hari,” jelasnya.

 

Diungkapkannya, selain 103 bank sampah unit, Gianyar telah memiliki 2 bank sampah induk. Bank sampah ini diantaranya, sudah disiapkan di Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar dan Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Untuk pengelolaannya dalam wadah yayasan.

Baca Juga:  Desa Adat Kerobokan Gunakan Sarana Godel Selem Batu Di Pura Petitenget

 

Mirnawati menjelaskan Pemkab Gianyar terus mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa. Bahkan, secara bertahap setiap Banjar di Gianyar memiliki bank sampah. 

 

Ia memaparkan sampah bukan saja menjadi permasalahan yang harus diselesaikan pemerintah. Seluruh komponen masyarakat diharapkan bahu membahu mengelola sampah dan memperhatikan kebersihan lingkungan. 

 

Lebih lanjut Mirnawati mengatakan saat ini keberadaan 103 bank sampah unit ini berada di tingkat desa maupun di tingkat Banjar. Bank sampah unit ini juga sudah ada di sekolah.

 

Menurutnya, keberadaan bank sampah ini diyakini akan mampu mengurangi jumlah volume sampah dan bernilai ekonomis untuk masyarakat. “Guna melestarikan lingkungan, masyarakat mesti sadar  pentingnya keseriusan dalam mengelola sampah,” pintanya. 

Baca Juga:  Parah! Proyek Jalan di Celuk Gianyar Makan Korban Laka Lantas

Ia mencontohkan Desa Adat Pengosekan, Kecamatan Ubud, telah memiliki bank sampah dan telah diresmikan pengoperasian beberapa hari yang lalu. Dengan bank sampah Persik, masyarakat Desa Adat Pengosekan bisa menangani sampah di lingkungan secara optimal. 

 

 

Dia menambahkan desa dan banjar yang lain mesti ikut terdorong untuk mengelola sampahnya sendiri.

“DLH akan kontinyu turun melakukan kegiatan pembinaan sebagai pedoman mengelola bank sampah,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

- Advertisement -

GIANYAR – Saat ini Kabupaten Gianyar telah memiliki 103 unit bank sampah yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Gianyar. Keberadaan bank sampah, setidaknya bisa mengurangi menggagalkann pengiriman sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi.

 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnawati.


 

“Bank sampah di Gianyar mampu menekan pengiriman sampah ke TPA Temesi hampir128 ton per hari,” jelasnya.

 

Diungkapkannya, selain 103 bank sampah unit, Gianyar telah memiliki 2 bank sampah induk. Bank sampah ini diantaranya, sudah disiapkan di Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar dan Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Untuk pengelolaannya dalam wadah yayasan.

Baca Juga:  Akui Kirim Narkoba Ketiga ke Bali, Imbalan untuk Bayar Kredit Mobil

 

Mirnawati menjelaskan Pemkab Gianyar terus mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa. Bahkan, secara bertahap setiap Banjar di Gianyar memiliki bank sampah. 

 

Ia memaparkan sampah bukan saja menjadi permasalahan yang harus diselesaikan pemerintah. Seluruh komponen masyarakat diharapkan bahu membahu mengelola sampah dan memperhatikan kebersihan lingkungan. 

 

Lebih lanjut Mirnawati mengatakan saat ini keberadaan 103 bank sampah unit ini berada di tingkat desa maupun di tingkat Banjar. Bank sampah unit ini juga sudah ada di sekolah.

 

Menurutnya, keberadaan bank sampah ini diyakini akan mampu mengurangi jumlah volume sampah dan bernilai ekonomis untuk masyarakat. “Guna melestarikan lingkungan, masyarakat mesti sadar  pentingnya keseriusan dalam mengelola sampah,” pintanya. 

Baca Juga:  Biar Lolos, 4 Orang Nekad Keluar Bali dengan Menumpang Truk Berterpal

Ia mencontohkan Desa Adat Pengosekan, Kecamatan Ubud, telah memiliki bank sampah dan telah diresmikan pengoperasian beberapa hari yang lalu. Dengan bank sampah Persik, masyarakat Desa Adat Pengosekan bisa menangani sampah di lingkungan secara optimal. 

 

 

Dia menambahkan desa dan banjar yang lain mesti ikut terdorong untuk mengelola sampahnya sendiri.

“DLH akan kontinyu turun melakukan kegiatan pembinaan sebagai pedoman mengelola bank sampah,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/