alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Diprotes Warga, Pipa Gas Metan di TPA Sente Bakal Kembali Dipasang

RadarBali.com – Pipa pendistribusian gas metan di TPA Sente, Banjar Sente, Kecamatan Dawan, Klungkung yang dicabut sejak sebulan yang lalu itu, rencananya akan kembali dipasang.

Pasalnya tidak keluarnya gas metan sehingga berujung pada pencabutan pipa tersebut karena terjadi kesalahan pada proses pemasangan pipa.

Bupati Kabupaten Klungkung, I Nyoman Suwirta yang ditemui di Kantor Bupati Klungkung, Jumat (25/8) mengungkapkan, setelah melakukan konsultasi ternyata baru diketahui bahwa tidak keluarnya gas metan dari pipa yang dipasang di TPA Sente tersebut akibat terjadi kesalahan dalam proses pemasangan.

Sebenarnya di sisi-sisi pipa yang ditancapkan ke dalam tumpukan sampah tersebut harus ditempatkan batu.

“Ternyata, ada yang salah pada pemasangan gas metan itu. Jadi pipa turun langsung, di pinggirnya tidak di isi batu, sehingga lubang pipa itu tersumbat plastik,” terangnya.

Baca Juga:  Sekda Plesir Ke Belanda, Raker Gabungan Dewan Nyaris Berantakan

Untuk itu pipa-pipa yang mendistribusikan gas metan dari TPA Sente ke rumah-rumah warga tersebut akan dipasang kembali.

Dan, agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pemasangan, pasalnya pemasangan pipa tersebut akan dilakukan oleh petugas TPST 3R Mulyoagung, Kabupaten Malang.

“Jadi, itu akan dipasang ulang secepatnya. Saat saya ke Malang saya sudah minta kepada Pak Supadi dari TPST Mulyoagung untuk memasangnya,” katanya.

Sehingga diharapkan warga yang memanfaatkan gas metan sejak akhir tahun 2016 lalu itu bisa segera kembali menikmati gas metan gratis.

Sementara terkait dengan batas waktu pemanfaatan TPA Sente yang hingga akhir tahun 2017 ini, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu mengaku sudah melakukan komunikasi agar bisa membuang sampah di TPA Regional Bangli dan saat ini tinggal menunggu kesepakatan.

Baca Juga:  Sudirta Sumbang Masker dan Sembako Bagi Warga Terdampak Corona di Bali

Selain itu, TPST yang dibuat di masing-masing desa dikatakannya sudah banyak dan menurutnya itu merupakan bagian dari pada pemecah tumpukan sampah.

“Kemudian pengolahan sampah menjadi listrik ini juga menjadi sesuatu yang baru di tengah-tengah niat baik kami,” tandasnya.



RadarBali.com – Pipa pendistribusian gas metan di TPA Sente, Banjar Sente, Kecamatan Dawan, Klungkung yang dicabut sejak sebulan yang lalu itu, rencananya akan kembali dipasang.

Pasalnya tidak keluarnya gas metan sehingga berujung pada pencabutan pipa tersebut karena terjadi kesalahan pada proses pemasangan pipa.

Bupati Kabupaten Klungkung, I Nyoman Suwirta yang ditemui di Kantor Bupati Klungkung, Jumat (25/8) mengungkapkan, setelah melakukan konsultasi ternyata baru diketahui bahwa tidak keluarnya gas metan dari pipa yang dipasang di TPA Sente tersebut akibat terjadi kesalahan dalam proses pemasangan.

Sebenarnya di sisi-sisi pipa yang ditancapkan ke dalam tumpukan sampah tersebut harus ditempatkan batu.

“Ternyata, ada yang salah pada pemasangan gas metan itu. Jadi pipa turun langsung, di pinggirnya tidak di isi batu, sehingga lubang pipa itu tersumbat plastik,” terangnya.

Baca Juga:  Panas Menyengat, 2 Hektar Lahan TPA Suwung Terbakar

Untuk itu pipa-pipa yang mendistribusikan gas metan dari TPA Sente ke rumah-rumah warga tersebut akan dipasang kembali.

Dan, agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pemasangan, pasalnya pemasangan pipa tersebut akan dilakukan oleh petugas TPST 3R Mulyoagung, Kabupaten Malang.

“Jadi, itu akan dipasang ulang secepatnya. Saat saya ke Malang saya sudah minta kepada Pak Supadi dari TPST Mulyoagung untuk memasangnya,” katanya.

Sehingga diharapkan warga yang memanfaatkan gas metan sejak akhir tahun 2016 lalu itu bisa segera kembali menikmati gas metan gratis.

Sementara terkait dengan batas waktu pemanfaatan TPA Sente yang hingga akhir tahun 2017 ini, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu mengaku sudah melakukan komunikasi agar bisa membuang sampah di TPA Regional Bangli dan saat ini tinggal menunggu kesepakatan.

Baca Juga:  Ditolak Warga, Klungkung Batal Bangun TPA Multifungsi

Selain itu, TPST yang dibuat di masing-masing desa dikatakannya sudah banyak dan menurutnya itu merupakan bagian dari pada pemecah tumpukan sampah.

“Kemudian pengolahan sampah menjadi listrik ini juga menjadi sesuatu yang baru di tengah-tengah niat baik kami,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/