27.6 C
Denpasar
Wednesday, March 22, 2023

Ombudsman Minta Rektor Unud Segera Ambil Langkah Konkrit

DENPASAR-Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali menyambut baik pelantikan Prof I Nyoman Gde Antara sebagai rektor Universitas Udayana (Unud) yang baru.

 

Ombdusman berharap, rektor yang baru memiliki kemampuan untuk membawa Unud ke arah yang lebih baik sebagaimana yang diamanatkan dalam statuta perguruan tinggi itu, yakni terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, mandiri, dan berbudaya.

 

“Kami meminta agar rektor yang baru memaksimalkan ikhtiarnya untuk mewujudkan visi Universitas Udayana yang termuat dalam statuta itu”, kata Kepala Ombudsman RI Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab, di Denpasar, Kamis (26/8/2021).

 

Menurut Umar, peran rektor sangat vital dalam mendorong kemajuan sebuah peeguruan tinggi.

Baca Juga:  PPKM Berjilid-jilid, Kunjungan Wisdom di Tanah Lot Merosot

 

Dalam konteks Universitas Udayana, rektor baru juga diminta untuk membawa perubahan dan pembaruan yang signifikan bagi Universitas Udayana secara profesional dan mampu menciptakan kolektivitas dengan semua civitas akademika.

 

“Peran rektor sangat vital, dia tidak boleh asyik dengan dirinya sendiri dan berkutat dengan hal-hal yang rutin. Rektor harus mencerminkan sebuah perubahan yang bersifat profesional dan kolektif”, imbuh Umar.

 

Umar Ibnu Alkhatab berharap agar rektor Unud yang baru tidak anti terhadap kritik dan serius memperhatikan suara yang berseberanģan dengan kebijakannya. Di samping itu, rektor harus mendorong civitas akademika untuk lebih responsif dengan apa yang terjadi di luar kampus. 

 

Baca Juga:  Nekat Selamatkan Barang yang Terbakar, Kakek Puger Nyaris Terpanggang

“Kampus jangan jadi menara gading, ia harus responsif, baik terhadap kritik internal, maupun terhadap apa yang terjadi di eksternal kampus. Saat ini, publik mendambakan peran kampus Udayana yang lebih konktrit”, tambah Umar.

 

Terkait tuntutan mahasiswa saat berunjuk rasa pada pelantikan rektor baru, Umar meminta agar rektor baru segera mengambil langkah konkrit, terutama menyangkut biaya kuliah dan kasus asusila.

 

“Kami rasa tuntutan mahasiswa tersebut bisa dijadikan sebagai bahan awal untuk memulai pekerjaannya sebagai rektor”, tutup Umar.



DENPASAR-Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali menyambut baik pelantikan Prof I Nyoman Gde Antara sebagai rektor Universitas Udayana (Unud) yang baru.

 

Ombdusman berharap, rektor yang baru memiliki kemampuan untuk membawa Unud ke arah yang lebih baik sebagaimana yang diamanatkan dalam statuta perguruan tinggi itu, yakni terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, mandiri, dan berbudaya.

 

“Kami meminta agar rektor yang baru memaksimalkan ikhtiarnya untuk mewujudkan visi Universitas Udayana yang termuat dalam statuta itu”, kata Kepala Ombudsman RI Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab, di Denpasar, Kamis (26/8/2021).

 

Menurut Umar, peran rektor sangat vital dalam mendorong kemajuan sebuah peeguruan tinggi.

Baca Juga:  Urai Kepadatan Pengunjung Pasar, Usulkan Pembatasan Pengunjung Pasar

 

Dalam konteks Universitas Udayana, rektor baru juga diminta untuk membawa perubahan dan pembaruan yang signifikan bagi Universitas Udayana secara profesional dan mampu menciptakan kolektivitas dengan semua civitas akademika.

 

“Peran rektor sangat vital, dia tidak boleh asyik dengan dirinya sendiri dan berkutat dengan hal-hal yang rutin. Rektor harus mencerminkan sebuah perubahan yang bersifat profesional dan kolektif”, imbuh Umar.

 

Umar Ibnu Alkhatab berharap agar rektor Unud yang baru tidak anti terhadap kritik dan serius memperhatikan suara yang berseberanģan dengan kebijakannya. Di samping itu, rektor harus mendorong civitas akademika untuk lebih responsif dengan apa yang terjadi di luar kampus. 

 

Baca Juga:  Ombudsman RI Bali Cek Kondisi Dua Dapur Umum di Denpasar

“Kampus jangan jadi menara gading, ia harus responsif, baik terhadap kritik internal, maupun terhadap apa yang terjadi di eksternal kampus. Saat ini, publik mendambakan peran kampus Udayana yang lebih konktrit”, tambah Umar.

 

Terkait tuntutan mahasiswa saat berunjuk rasa pada pelantikan rektor baru, Umar meminta agar rektor baru segera mengambil langkah konkrit, terutama menyangkut biaya kuliah dan kasus asusila.

 

“Kami rasa tuntutan mahasiswa tersebut bisa dijadikan sebagai bahan awal untuk memulai pekerjaannya sebagai rektor”, tutup Umar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru