alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Astungkara…Anak-anak Pengungsi Antusias Bisa Sekolah Lagi

RadarBali.com – Ratusan siswa yang kini berstatus sebagai pengungsi, sejak kemarin mulai masuk sekolah.

Mereka diminta tetap belajar, meski berstatus sebagai pengungsi. Apalagi status awas yang kini disandang Gunung Agung, belum diketahui akan berlangsung beberapa lama.

Kemarin, pengungsi sudah mulai masuk ke lokasi belajar mengajar. Sebagian besar pengungsi-pengungsi itu, kini ditampung di posko pengungsian yang ada di Kecamatan Tejakula.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, mengerahkan staf yang bertugas khusus untuk mengantar para siswa ke sekolah.

Mereka diarahkan ke sekolah-sekolah terdekat dari pengungsian. Para pengungsi diterima apa adanya. Mereka tidak harus mengenakan pakaian seragam.

Baca Juga:  Sate untuk Sarana Banten Tak Lengkap, Relatif Sederhana, Tetap Khusyuk

Fasilitas buku dan alat tulis juga telah disiapkan sekolah. Mereka hanya perlu datang dan menempuh pendidikan.

“Seragam bisa diurus belakangan. Nanti masing-masing sekolah akan memberikan bantuan seragam kepada pengungsi yang titip belajar. Bagi kami, yang penting hak anak untuk mendapat pendidikan harus terpenuhi,” kata Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa.

Data dari Disdikpora Buleleng menunjukkan, tercatat ada 827 orang pengungsi yang berstatus siswa. Rinciannya, 11 orang berstatus PAUD, 565 orang berstatus siswa SD, 182 orang siswa SMP, 11 orang siswa SMA, serta 58 orang siswa SMK.

Mereka disebar ke sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Tejakula. Mulai dari Desa Tembok di ujung timur, hingga Desa Pacung di ujung barat.

Baca Juga:  Cegah Pendaki Naik Gunung Agung, Jalur Pendakian Dipasangi Portal

Seluruh sekolah wajib menerima para pengungsi yang berstatus pelajar, tanpa kecuali. Suyasa menyatakan, data yang ada masih sangat dinamis.

Tidak semua siswa yang terdata, sudah masuk ke sekolah kemarin. Mengingat masih ada siswa yang perlu melakukan penyesuaian secara psikis.

“Tetap kami pantau dan kami dampingi. Kami pulihkan kondisi psikisnya, supaya mereka mau belajar dan mengupayakan mereka ke sekolah,” tandas Suyasa



RadarBali.com – Ratusan siswa yang kini berstatus sebagai pengungsi, sejak kemarin mulai masuk sekolah.

Mereka diminta tetap belajar, meski berstatus sebagai pengungsi. Apalagi status awas yang kini disandang Gunung Agung, belum diketahui akan berlangsung beberapa lama.

Kemarin, pengungsi sudah mulai masuk ke lokasi belajar mengajar. Sebagian besar pengungsi-pengungsi itu, kini ditampung di posko pengungsian yang ada di Kecamatan Tejakula.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, mengerahkan staf yang bertugas khusus untuk mengantar para siswa ke sekolah.

Mereka diarahkan ke sekolah-sekolah terdekat dari pengungsian. Para pengungsi diterima apa adanya. Mereka tidak harus mengenakan pakaian seragam.

Baca Juga:  Lihat Warganya Kelaparan, Ini Respons Gubernur Pastika, Bikin Trenyuh…

Fasilitas buku dan alat tulis juga telah disiapkan sekolah. Mereka hanya perlu datang dan menempuh pendidikan.

“Seragam bisa diurus belakangan. Nanti masing-masing sekolah akan memberikan bantuan seragam kepada pengungsi yang titip belajar. Bagi kami, yang penting hak anak untuk mendapat pendidikan harus terpenuhi,” kata Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa.

Data dari Disdikpora Buleleng menunjukkan, tercatat ada 827 orang pengungsi yang berstatus siswa. Rinciannya, 11 orang berstatus PAUD, 565 orang berstatus siswa SD, 182 orang siswa SMP, 11 orang siswa SMA, serta 58 orang siswa SMK.

Mereka disebar ke sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Tejakula. Mulai dari Desa Tembok di ujung timur, hingga Desa Pacung di ujung barat.

Baca Juga:  Konsisten Erupsi, Seharian Karangasem di Guyur Hujan Abu, Awas...

Seluruh sekolah wajib menerima para pengungsi yang berstatus pelajar, tanpa kecuali. Suyasa menyatakan, data yang ada masih sangat dinamis.

Tidak semua siswa yang terdata, sudah masuk ke sekolah kemarin. Mengingat masih ada siswa yang perlu melakukan penyesuaian secara psikis.

“Tetap kami pantau dan kami dampingi. Kami pulihkan kondisi psikisnya, supaya mereka mau belajar dan mengupayakan mereka ke sekolah,” tandas Suyasa


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/