alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Alamak..Balita Penderita Gangguan Otak Itu Baru Didata, Kapan Dibantu?

GIANYAR – Bayi berusia 4 bulan pengidap gangguan otak, I Komang Bintara Putra, rupanya, belum tersentuh bantuan maksimal dari Pemerintah Gianyar.

 Komang Bintara baru sebatas didata saja oleh petugas pemerintah. Selama ini, orang tua si bayi yang mengandalkan pekerjaan sebagai buruh justru dibantu oleh pihak yayasan.

Kepala Dinas Sosial Kapaten Gianyar Made Watha, mengaku baru membaca berita tersebut dari media massa.

Untuk penanganan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban. “Kalau anak tersebut sakit, menjadi ranah dan koordinasi Dinas Kesehatan,” kelit Watha.

Apabila keluarga bayi tersebut tergolong kategori tidak mampu atau miskin, maka menjadi koordinasi Dinas Sosial.

“Untuk tim dari kami sudah mengecek tadi pagi. Nanti akan dilaporkan hasilnya,” jelasnya. Namun, hingga sore kemarin, belum ada laporan atau perkembangan mengenai nasib bayi malang tersebut.

Baca Juga:  Puluhan Warga Taro Terserang Sakit Mata, Penyebab Masih Misterius

Diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Bintara mengalami gangguan otak atau dikenal dengan Celebral Palsy. Awalnya muncul gejala kejang-kejang saat usianya 10 hari.

Pengobatan dilakukan mulai di RS Sanjiwani Gianyar hingga RS Sanglah Denpasar. Perjalanan pengobatan juga berliku, mulai didiagnosa epilepsi, penyedotan cairan otak dan kini disebut mengalami gangguan otak.

Sebagai orang tua yang mengandalkan penghasilan sebagai buruh, Ketut Sadia dan Ni Komang Lestari, banyak biaya dikeluarkan untuk penanganan penyakit putra ketiga mereka.

Kini, Bintara memang sedikit tertolong dengan adanya pelanana Kartu Indonesia Sehat (KIS). 



GIANYAR – Bayi berusia 4 bulan pengidap gangguan otak, I Komang Bintara Putra, rupanya, belum tersentuh bantuan maksimal dari Pemerintah Gianyar.

 Komang Bintara baru sebatas didata saja oleh petugas pemerintah. Selama ini, orang tua si bayi yang mengandalkan pekerjaan sebagai buruh justru dibantu oleh pihak yayasan.

Kepala Dinas Sosial Kapaten Gianyar Made Watha, mengaku baru membaca berita tersebut dari media massa.

Untuk penanganan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban. “Kalau anak tersebut sakit, menjadi ranah dan koordinasi Dinas Kesehatan,” kelit Watha.

Apabila keluarga bayi tersebut tergolong kategori tidak mampu atau miskin, maka menjadi koordinasi Dinas Sosial.

“Untuk tim dari kami sudah mengecek tadi pagi. Nanti akan dilaporkan hasilnya,” jelasnya. Namun, hingga sore kemarin, belum ada laporan atau perkembangan mengenai nasib bayi malang tersebut.

Baca Juga:  Ratusan Nakes di Gianyar Tak Divaksin karena Punya Penyakit Bawaan

Diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Bintara mengalami gangguan otak atau dikenal dengan Celebral Palsy. Awalnya muncul gejala kejang-kejang saat usianya 10 hari.

Pengobatan dilakukan mulai di RS Sanjiwani Gianyar hingga RS Sanglah Denpasar. Perjalanan pengobatan juga berliku, mulai didiagnosa epilepsi, penyedotan cairan otak dan kini disebut mengalami gangguan otak.

Sebagai orang tua yang mengandalkan penghasilan sebagai buruh, Ketut Sadia dan Ni Komang Lestari, banyak biaya dikeluarkan untuk penanganan penyakit putra ketiga mereka.

Kini, Bintara memang sedikit tertolong dengan adanya pelanana Kartu Indonesia Sehat (KIS). 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/