alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Terjadi Tremor 170 Detik, PVMBG: Bukti Aktivitas Gunung Masih Aktif

RadarBali.com – Kegempaan Gunung Agung belakangan ini masih fluktuatif. Kadang naik, kadang turun. Fakta itu diakui tim pemantau Gunung Api Agung Anwar Sidiq di Pos Pantau Rendang.

Menurut Anwar, kemarin pagi sempat terjadi satu kali gempa tremor non harmonik pukul 08.17 wita.  Gempa tremor ini terjadi selama 170 detik dengan kekuatan 2,5 amplitude.

Lantas, apa itu tremor? Menurut Anwar, tremor adalah gempa permukaan yang menandakan ada gerakan magma ke permukaan.

“Bisa dibilang tremor itu menandakan aktifitas Gunung Agung masih aktif,” kata Anwar. Menurutnya, gempa tremor selama 170 detik kemarin terjadi diduga karena ada pelepasan gas yang berlangsung cukup singkat.

Anwar menambahkan, jika tremor dengan amplitude besar terjadi dan lama sekitar 1 jam, maka peluang terjadinya erupsi cukup besar.

Aktivitas kegempaan kemarin masih di bawah 300 kali. Hanya terjadi 49 kali gempa vulkanik dalam, 40 kali vulkanik dangkal dan sekali tremor.

Sementara kabut asap terbang dengan ketinggian 300 sampai 400 meter dengan warga putih. Selama proses pemantauan berlangsung, ada dua orang anggota tim mitigasi dari Amerika Serikat.

Mereka datang untuk ikut memantau Gunung Agung. Mereka ingin mempelajari keadaan lava di dalam perut gunung. Terutama mengetahui kenapa gempa menurun, sementara magma masih ada dalam perut.

“Ini yang masih di pelajari. Apa yang terjadi di perut gunung. Karena kemarin gempa tinggi kok tiba – tiba menurun sementara aktifitas asap cukup tinggi,” bebernya.



RadarBali.com – Kegempaan Gunung Agung belakangan ini masih fluktuatif. Kadang naik, kadang turun. Fakta itu diakui tim pemantau Gunung Api Agung Anwar Sidiq di Pos Pantau Rendang.

Menurut Anwar, kemarin pagi sempat terjadi satu kali gempa tremor non harmonik pukul 08.17 wita.  Gempa tremor ini terjadi selama 170 detik dengan kekuatan 2,5 amplitude.

Lantas, apa itu tremor? Menurut Anwar, tremor adalah gempa permukaan yang menandakan ada gerakan magma ke permukaan.

“Bisa dibilang tremor itu menandakan aktifitas Gunung Agung masih aktif,” kata Anwar. Menurutnya, gempa tremor selama 170 detik kemarin terjadi diduga karena ada pelepasan gas yang berlangsung cukup singkat.

Anwar menambahkan, jika tremor dengan amplitude besar terjadi dan lama sekitar 1 jam, maka peluang terjadinya erupsi cukup besar.

Aktivitas kegempaan kemarin masih di bawah 300 kali. Hanya terjadi 49 kali gempa vulkanik dalam, 40 kali vulkanik dangkal dan sekali tremor.

Sementara kabut asap terbang dengan ketinggian 300 sampai 400 meter dengan warga putih. Selama proses pemantauan berlangsung, ada dua orang anggota tim mitigasi dari Amerika Serikat.

Mereka datang untuk ikut memantau Gunung Agung. Mereka ingin mempelajari keadaan lava di dalam perut gunung. Terutama mengetahui kenapa gempa menurun, sementara magma masih ada dalam perut.

“Ini yang masih di pelajari. Apa yang terjadi di perut gunung. Karena kemarin gempa tinggi kok tiba – tiba menurun sementara aktifitas asap cukup tinggi,” bebernya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/