alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Saluran Irigasi di Tampaksiring Jebol, 7 Subak Alami Kekeringan Parah

GIANYAR – Saluran irigasi Subak Padang Siki di Banjar Sembuwuk, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring jebol sepanjang 20 meter.

Saluran itu jebol Senin lalu (21/10). Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke 7 subak malah terbuang ke sungai. 7 subak dengan luas kurang lebih 200 hektar terancam kekeringan parah.

Menurut Pekaseh Subak Padang Siki, Wayan Sadera, saluran air itu mengalir dari Tukad Petanu yang dinaikkan.

Saluran itu untuk mengairi ratusan hektar petak sawah di sebagian Kecamatan Tampaksing selatan dan sebagian Kecamatan Ubud.

“Saluran itu jebol ke bawah sekitar 15 meter. Panjangnya sekitar 20 meter,” ujar Sadera. Diakui, untuk menjangkau ke lokasi saluran jebol cukup jaur dari jalan biasa.

“Sekarang saluran airnya sudah ditutup sementara. Airnya dibawa kembali ke Sungai Petanu,” jelasnya.

Baca Juga:  Ocean Blue Ngemplang Pajak Rp 24 M, tapi Diam-diam Menata Lahan

Kondisi itu, kata Sadera membuat petani bingung. Pasalnya, petani sangat mengandalkan aliran air dari saluran itu. Bahkan, ada petani yang sudah menyewa traktor.

Saat akan mengairi air, malah airnya tidak ada. “Tiba-tiba sawahnya kering. Padahal sudah mau nanam padi. Jadinya rugi ongkos sewa traktor,” keluhnya.

Sadera dan para petani tidak menyangka saluran yang dibangun pada 1990 silam itu jebol. “Mungkin tanah di bawahnya gembur. Jadi tanahnya amblas, makanya saluran kami jebol ke sungai,” jelasnya.

Petani berharap saluran tersebut bisa segera diperbaiki. “Mudah-mudahan bisa cepat diperbaiki. Supaya kami bisa tanam padi lagi,” pintanya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Made Raka mengaku sudah mengecek kondisi saluran jebol itu.

“Saya sudah kesana, perbaikan itu urusan balai, yang berwenang mengementari untuk perbaikan itu balai,” jelas Raka, kemarin.

Baca Juga:  600 Ribu Lebih Warga Karangasem Telah Divaksin

Raka menilai, saluran itu mengaliri tujuh subak yang berlokasi di kecamatan Tampaksiring bagian selatan. Kemudian subak di kecamatan Ubud bagian Timur, desa Petulu Ubud, dan Laplapan.

“Kita semua sedih apabila ketika petani sudah menyewa traktor dan persiapan lainnya. Sekarang ada kejadian begini, kan miris kita,” ujarnya.

Di bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, I Wayan Karya, juga mengaku menerima laporan tersebut.

Dia langsung berkoordinasi dengan pihak balai yang menaungi saluran itu. Pihaknya pun berharap perbaikan dapat segera dilakukan.

“Saluran irigasi itu menjadi kewenangan balai, kami dari PU Gianyar sudah bersurat ke balai terkait kondisi jebol dan agar segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya. 



GIANYAR – Saluran irigasi Subak Padang Siki di Banjar Sembuwuk, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring jebol sepanjang 20 meter.

Saluran itu jebol Senin lalu (21/10). Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke 7 subak malah terbuang ke sungai. 7 subak dengan luas kurang lebih 200 hektar terancam kekeringan parah.

Menurut Pekaseh Subak Padang Siki, Wayan Sadera, saluran air itu mengalir dari Tukad Petanu yang dinaikkan.

Saluran itu untuk mengairi ratusan hektar petak sawah di sebagian Kecamatan Tampaksing selatan dan sebagian Kecamatan Ubud.

“Saluran itu jebol ke bawah sekitar 15 meter. Panjangnya sekitar 20 meter,” ujar Sadera. Diakui, untuk menjangkau ke lokasi saluran jebol cukup jaur dari jalan biasa.

“Sekarang saluran airnya sudah ditutup sementara. Airnya dibawa kembali ke Sungai Petanu,” jelasnya.

Baca Juga:  Satu Pasien RSU Negara Dalam Pengawasan Corona, RS Rujukan Belum Siap

Kondisi itu, kata Sadera membuat petani bingung. Pasalnya, petani sangat mengandalkan aliran air dari saluran itu. Bahkan, ada petani yang sudah menyewa traktor.

Saat akan mengairi air, malah airnya tidak ada. “Tiba-tiba sawahnya kering. Padahal sudah mau nanam padi. Jadinya rugi ongkos sewa traktor,” keluhnya.

Sadera dan para petani tidak menyangka saluran yang dibangun pada 1990 silam itu jebol. “Mungkin tanah di bawahnya gembur. Jadi tanahnya amblas, makanya saluran kami jebol ke sungai,” jelasnya.

Petani berharap saluran tersebut bisa segera diperbaiki. “Mudah-mudahan bisa cepat diperbaiki. Supaya kami bisa tanam padi lagi,” pintanya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Made Raka mengaku sudah mengecek kondisi saluran jebol itu.

“Saya sudah kesana, perbaikan itu urusan balai, yang berwenang mengementari untuk perbaikan itu balai,” jelas Raka, kemarin.

Baca Juga:  Sugiarta Dikenal Pendiam dan Religius, Baru Mengenal Medan Papua

Raka menilai, saluran itu mengaliri tujuh subak yang berlokasi di kecamatan Tampaksiring bagian selatan. Kemudian subak di kecamatan Ubud bagian Timur, desa Petulu Ubud, dan Laplapan.

“Kita semua sedih apabila ketika petani sudah menyewa traktor dan persiapan lainnya. Sekarang ada kejadian begini, kan miris kita,” ujarnya.

Di bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, I Wayan Karya, juga mengaku menerima laporan tersebut.

Dia langsung berkoordinasi dengan pihak balai yang menaungi saluran itu. Pihaknya pun berharap perbaikan dapat segera dilakukan.

“Saluran irigasi itu menjadi kewenangan balai, kami dari PU Gianyar sudah bersurat ke balai terkait kondisi jebol dan agar segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/