alexametrics
24.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Sampah Kayu dan Plastik dari Sungai Kotori Laut

NEGARA— Hujan selama beberapa hari terakhir membuat aliran sungai di Jembrana meluap dan membawa sampah hingga ke laut. Dampaknya, laut selatan Jembrana kotor dipenuhi sampah potongan kayu dan sampah plastik yang terbawa air dari aliran sungai.

 

Seperti sampah yang terlihat di pinggir laut Banjar Tebing, Desa Cupel, Kecamatan Negara. Selain memenuhi pinggiran laut, sampah yang dihempas ombak mengotori pesisir pantai.

 

Tumpukan sampah tersebut menurut warga, sudah sering terjadi ketika musim hujan. Namun baru saat ini volume sampah yang cukup banyak, baik yang masih di laut dan yang sudah terbawa ombak ke bibir pantai.

 

Tumpukan sampah juga ada di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Sampah potongan ranting dan batang kayu bercampur sampah plastik di pesisir pantai dan tengah laut.

 

Karena banyak sampah tersebut, warga yang akan beraktivitas di pantai kecewa. Padahal, setiap sore banyak warga yang datang ke pantai bersama keluarga untuk rekreasi dan mandi. “Karena kotor, banyak yang tidak jadi mandi di pantai,” ujar salah seorang warga.

 

Sampah yang membanjiri pantai tersebut karena hujan deras yang menyebabkan banjir aliran sungai. Aliran sungai membawa sampah kayu dan plastik hingga ke laut.  “Kemungkinan karena hujan berapa hari kemarin. Akibatnya pengunjung berkurang, karena banyaknya tumpukan sampah di pantai,” kata Ba’ang, salah satu warga Desa Cupel.

 

Warga berharap ada petugas kebersihan dari pihak terkait yang bisa bantu menangani persoalan sampah ini. “Mudah-mudahan ada penanganan cepat dari pemerintah agar bisa normal kembali ” pungkasnya.



NEGARA— Hujan selama beberapa hari terakhir membuat aliran sungai di Jembrana meluap dan membawa sampah hingga ke laut. Dampaknya, laut selatan Jembrana kotor dipenuhi sampah potongan kayu dan sampah plastik yang terbawa air dari aliran sungai.

 

Seperti sampah yang terlihat di pinggir laut Banjar Tebing, Desa Cupel, Kecamatan Negara. Selain memenuhi pinggiran laut, sampah yang dihempas ombak mengotori pesisir pantai.

 

Tumpukan sampah tersebut menurut warga, sudah sering terjadi ketika musim hujan. Namun baru saat ini volume sampah yang cukup banyak, baik yang masih di laut dan yang sudah terbawa ombak ke bibir pantai.

 

Tumpukan sampah juga ada di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Sampah potongan ranting dan batang kayu bercampur sampah plastik di pesisir pantai dan tengah laut.

 

Karena banyak sampah tersebut, warga yang akan beraktivitas di pantai kecewa. Padahal, setiap sore banyak warga yang datang ke pantai bersama keluarga untuk rekreasi dan mandi. “Karena kotor, banyak yang tidak jadi mandi di pantai,” ujar salah seorang warga.

 

Sampah yang membanjiri pantai tersebut karena hujan deras yang menyebabkan banjir aliran sungai. Aliran sungai membawa sampah kayu dan plastik hingga ke laut.  “Kemungkinan karena hujan berapa hari kemarin. Akibatnya pengunjung berkurang, karena banyaknya tumpukan sampah di pantai,” kata Ba’ang, salah satu warga Desa Cupel.

 

Warga berharap ada petugas kebersihan dari pihak terkait yang bisa bantu menangani persoalan sampah ini. “Mudah-mudahan ada penanganan cepat dari pemerintah agar bisa normal kembali ” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/