alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Jadi Biang Banjir, Dewan Minta Jembatan Tukad Musi Diganti

SINGARAJA – Dinilai kurang tepat dan sering menimbulkan banjir, DPRD Buleleng mendesak agar jembatan yang membentang di atas Tukad Musi diganti.

 

Seperti ditegaskan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

Dikonfirmasi, Rabu (26/12), ia mengatakan jika masalah banjir yang sering terjadi disebabkan konstruksi gorong-gorong jembatan terlalu sempit.

 

Akibatnya saat ada material dari hulu, air bisa saja meluap ke jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga.

 

“Apalagi kalau banjir bandang. Kemarin saja gelondongan kayu sebesar itu menutupi saluran jembatan. Kami harap jembatan ini bisa diganti dengan konstruksi yang lebih baik,” katanya.

 

Politisi PDI Perjuangan itu memandang, konstruksi jembatan idealnya lebih lebar dan lebih tinggi.

Baca Juga:  Semrawut dan Picu Persaingan Tak Sehat, Wahana Selfie Bakal Dibatasi

 

Sehingga lebih aman, tatkala ada air bah yang datang dari hulu.

 

Bukankah jalan itu jalan nasional? Arya pun tak menampik hal tersebut.

 

Menurutnya usulan penggantian itu bisa disampaikan secara resmi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 

“Usulkan saja ke kementerian. Kalau pemerintah dan dewan sudah satu suara, tidak mungkin tidak didengar. Harus ada solusi permanen, biar tidak jadi masalah tiap tahun,” imbuhnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang terjadi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Material berupa lumpur serta gelondongan kayu, menerjang jembatan di Tukad Musi.

Akibatnya air dan lumpur pun meluap. Lumpur sempat menutup akses jalan raya dan juga menggenangi rumah-rumah warga.

Baca Juga:  Kebakaran Lahan di Kintamani Meluas, BPBD Salahkan Oknum Pembakar


SINGARAJA – Dinilai kurang tepat dan sering menimbulkan banjir, DPRD Buleleng mendesak agar jembatan yang membentang di atas Tukad Musi diganti.

 

Seperti ditegaskan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

Dikonfirmasi, Rabu (26/12), ia mengatakan jika masalah banjir yang sering terjadi disebabkan konstruksi gorong-gorong jembatan terlalu sempit.

 

Akibatnya saat ada material dari hulu, air bisa saja meluap ke jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga.

 

“Apalagi kalau banjir bandang. Kemarin saja gelondongan kayu sebesar itu menutupi saluran jembatan. Kami harap jembatan ini bisa diganti dengan konstruksi yang lebih baik,” katanya.

 

Politisi PDI Perjuangan itu memandang, konstruksi jembatan idealnya lebih lebar dan lebih tinggi.

Baca Juga:  31 Ribu Lansia di Bali Hidup Terlantar, Ini Rencana Besar Pemprov Bali

 

Sehingga lebih aman, tatkala ada air bah yang datang dari hulu.

 

Bukankah jalan itu jalan nasional? Arya pun tak menampik hal tersebut.

 

Menurutnya usulan penggantian itu bisa disampaikan secara resmi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 

“Usulkan saja ke kementerian. Kalau pemerintah dan dewan sudah satu suara, tidak mungkin tidak didengar. Harus ada solusi permanen, biar tidak jadi masalah tiap tahun,” imbuhnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang terjadi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Material berupa lumpur serta gelondongan kayu, menerjang jembatan di Tukad Musi.

Akibatnya air dan lumpur pun meluap. Lumpur sempat menutup akses jalan raya dan juga menggenangi rumah-rumah warga.

Baca Juga:  Tangkap Basah Tersangka Indehoi dengan Istri Jadi Alasan Tembak Korban

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/