alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Puluhan Rumah Korban Banjir Bandang Jembrana Masih Gelap-Gelapan

NEGARA – Pascabanjir bandang, sejumlah warga terdampak khususnya di wilayah Kelurahan Tegal Cangkring, Mendoyo, hingga Rabu (26/12) belum bisa beraktivitas normal.

Sejumlah infrastruktur yang mengalami rusak parah akibat terjangan banjir bandang sungai Biluk Poh juga belum seluruhnya  diperbaiki.

Akibatnya, tidak sedikit dari warga di kawasan yang terdampak harus tinggal di rumah dengan kondisi kotor, gelap dan minim air bersih.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, setidaknya ada 27 rumah yang hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.  

“Sejak kejadian sampai sekarang kami setiap malam harus gelap-gelapan karena gardu listrik dimatikan karena banjir.

Tidak ada genset. Jadi terpaksa kalau tidak pakai lilin ya senter,”ujar Ketut Sudama, 38, salah satu warga terdampak kepada Jawa Pos Radar Bali.

 

Senada dengan Sudama, warga lain yakni Komang Adiyasa menambahkan, selain tidak ada aliran listrik, lanjut warga air bersih dari PDAM juga masih terputus.

Beruntung sebagian warga masih memiliki sumur untuk kebutuhan air bersih, selain untuk kebutuhan sehari-hari air masih digunakan untuk membersihkan rumah dan perabotan rumah tangga dari lumpur. 

“Selain listrik, air juga masih belum menyala.Beberapa barang kami seperti mobil, computer dan perabot kami lainnya juga rusak terendam air dan lumpur.Kami sudah data, tapi kami tidak tahu bagaimana bantuannya nanti,” terangnya.

Sementara itu, manager PLN Rayon Negara Ida Bagus Respati mengatakan, sementara sejumlah rumah warga terdampak banjir banding memang belum bisa dialiri listrik. Menurutnya, karena ada kerusakan instalasi listrik tidak bisa dilakukan penyambungan listrik.

“Terlalu berisiko, karena ada kerusakan instalasi.Apalagi warga masih melakukan pembersihan, dikhawatirkan berbahaya bagi warga,” terangnya.

Menurut Respati, pihaknya akan kembali menghidupkan listrik jika nantinya semua instalasi listrik milik warga sudah dinyatakan aman.

“Warga yang sudah memastikan instalasi aman, harus mendatangi Lurah atau Perbekel, serta Polsek Mendoyo, membuat surat pernyataan bahwa instalasi sudah aman. Apabila pihak lurah atau perbekel dan polsek sudah memastikan aman akan dinyalakan. Kalau belum kami tidak berani,” tukasnya.

Sedangkan Direktur (PDAM) Tirtha Amerta Jati Jembrana dari Ida Bagus Kerta Negara mengatakan, untuk sambungan air di jembatan Biluk Poh sudah bisa dilakukan penyambungan, namun belum bisa normal. 



NEGARA – Pascabanjir bandang, sejumlah warga terdampak khususnya di wilayah Kelurahan Tegal Cangkring, Mendoyo, hingga Rabu (26/12) belum bisa beraktivitas normal.

Sejumlah infrastruktur yang mengalami rusak parah akibat terjangan banjir bandang sungai Biluk Poh juga belum seluruhnya  diperbaiki.

Akibatnya, tidak sedikit dari warga di kawasan yang terdampak harus tinggal di rumah dengan kondisi kotor, gelap dan minim air bersih.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, setidaknya ada 27 rumah yang hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.  

“Sejak kejadian sampai sekarang kami setiap malam harus gelap-gelapan karena gardu listrik dimatikan karena banjir.

Tidak ada genset. Jadi terpaksa kalau tidak pakai lilin ya senter,”ujar Ketut Sudama, 38, salah satu warga terdampak kepada Jawa Pos Radar Bali.

 

Senada dengan Sudama, warga lain yakni Komang Adiyasa menambahkan, selain tidak ada aliran listrik, lanjut warga air bersih dari PDAM juga masih terputus.

Beruntung sebagian warga masih memiliki sumur untuk kebutuhan air bersih, selain untuk kebutuhan sehari-hari air masih digunakan untuk membersihkan rumah dan perabotan rumah tangga dari lumpur. 

“Selain listrik, air juga masih belum menyala.Beberapa barang kami seperti mobil, computer dan perabot kami lainnya juga rusak terendam air dan lumpur.Kami sudah data, tapi kami tidak tahu bagaimana bantuannya nanti,” terangnya.

Sementara itu, manager PLN Rayon Negara Ida Bagus Respati mengatakan, sementara sejumlah rumah warga terdampak banjir banding memang belum bisa dialiri listrik. Menurutnya, karena ada kerusakan instalasi listrik tidak bisa dilakukan penyambungan listrik.

“Terlalu berisiko, karena ada kerusakan instalasi.Apalagi warga masih melakukan pembersihan, dikhawatirkan berbahaya bagi warga,” terangnya.

Menurut Respati, pihaknya akan kembali menghidupkan listrik jika nantinya semua instalasi listrik milik warga sudah dinyatakan aman.

“Warga yang sudah memastikan instalasi aman, harus mendatangi Lurah atau Perbekel, serta Polsek Mendoyo, membuat surat pernyataan bahwa instalasi sudah aman. Apabila pihak lurah atau perbekel dan polsek sudah memastikan aman akan dinyalakan. Kalau belum kami tidak berani,” tukasnya.

Sedangkan Direktur (PDAM) Tirtha Amerta Jati Jembrana dari Ida Bagus Kerta Negara mengatakan, untuk sambungan air di jembatan Biluk Poh sudah bisa dilakukan penyambungan, namun belum bisa normal. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/