alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Membanggakan! Setahun, 4 Sekolah di Buleleng Raih Adiwiyata Nasional

SINGARAJA– Tahun 2021 menjadi tahun yang membanggakan bagi sekolah-sekolah di Buleleng yang berwawasan lingkungan.

Pasalnya, dalam setahun, sebanyak 4 sekolah di Buleleng berhasil merebut penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sekolah di Buleleng terakhir kali meraih penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2018 lalu.

Sekolah yang berhasil merebut penghargaan itu adalah SDN 1 Banyuning dan SDN 1 Tajun, serta SMPN 3 Seririt dan SMPN 2 Singaraja.

Sekolah-sekolah itu telah menjalani pendampingan secara intens sejak tahun 2020 silam.

Penghargaan itu tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 1079/MENLHK/P2SDM/SDM.2/2021 tentang Penetapan Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2021. Penghargaan itu diserahkan secara simbolis, melalui pertemuan secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, sekolah-sekolah itu telah melalui proses panjang sebelum meraih penghargaan.

Baca Juga:  Veteran Perang Kemerdekaan Protes Taman Makam Pahlawan Curasthana

Mereka telah dinilai kelayakannya sejak 2019 lalu.

“Sejak tahun lalu mereka kemudian dibina dan didampingi rekan-rekan dari Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. Kami bersyukur tahun ini langsung tembus 4 sekolah.

Karena pada 2019 dan 2020, kita tidak berhasil mengantarkan sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional,” kata Astika.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Gede Melandrat secara terpisah mengatakan, selama proses pembinaan pihaknya menekankan proses pengelolaan sampah berbasis sumber di sekolah.

Selain itu sekolah juga didorong terus memperluas ruang hijau di sekolah. Sehingga proses pendidikan bisa berlangsung lebih nyaman.

“Kunci dalam menjaga lingkungan adalah kebersihan. Kalau sudah bersih, kita akan lebih mudah menata lingkungan. Makanya dalam pembinaan, kami selalu menekankan pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis sumber,” kata Melandrat.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Banyuning Ni Nyoman Putriasih mengatakan, pihaknya tak menyangka akan meraih penghargaan tersebut.

Baca Juga:  Pembebasan Lahan Shortcut 7 – 10, Pemilik Lahan Ajukan Keberatan

Menurut Putriasih sejak setahun terakhir pihaknya telah mendorong siswa melakukan perubahan perilaku.

Diantaranya membawa botol minum dan kotak makanan ke sekolah. Sehingga volume sampah yang dihasilkan di sekolah berkurang secara signifikan.

Tak hanya siswa, kantin sekolah juga diminta mengurangi penggunaan plastik.

“Terutama sekali plastik sekali pakai. Kalau toh menggunakan plastik, harus dipilah pembuangannya. Kami bersyukur upaya ini berhasil membawa kami meraih penghargaan nasional,” kata Putriasih.

Untuk sekadar diketahui, hingga tahun 2021 ada 9 sekolah di Buleleng yang meraih penghargaan Adiwiyata Nasional.

Adapun lima sekolah lain yang sempat meraih penghargaan Adiwiyata Nasional adalah SMAN 2 Singaraja pada tahun 2016, SMPN 5 singaraja pada tahun 2017, serta SMPN 3 Singaraja, SMPN 3 Banjar, dan SMPN 1 Singaraja pada tahun 2018.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA– Tahun 2021 menjadi tahun yang membanggakan bagi sekolah-sekolah di Buleleng yang berwawasan lingkungan.

Pasalnya, dalam setahun, sebanyak 4 sekolah di Buleleng berhasil merebut penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sekolah di Buleleng terakhir kali meraih penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2018 lalu.


Sekolah yang berhasil merebut penghargaan itu adalah SDN 1 Banyuning dan SDN 1 Tajun, serta SMPN 3 Seririt dan SMPN 2 Singaraja.

Sekolah-sekolah itu telah menjalani pendampingan secara intens sejak tahun 2020 silam.

Penghargaan itu tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 1079/MENLHK/P2SDM/SDM.2/2021 tentang Penetapan Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2021. Penghargaan itu diserahkan secara simbolis, melalui pertemuan secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, sekolah-sekolah itu telah melalui proses panjang sebelum meraih penghargaan.

Baca Juga:  Miris, Ada 861 Kasus HIV/AIDS di Karangasem, 640 Masih Usia Produktif

Mereka telah dinilai kelayakannya sejak 2019 lalu.

“Sejak tahun lalu mereka kemudian dibina dan didampingi rekan-rekan dari Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. Kami bersyukur tahun ini langsung tembus 4 sekolah.

Karena pada 2019 dan 2020, kita tidak berhasil mengantarkan sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional,” kata Astika.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Gede Melandrat secara terpisah mengatakan, selama proses pembinaan pihaknya menekankan proses pengelolaan sampah berbasis sumber di sekolah.

Selain itu sekolah juga didorong terus memperluas ruang hijau di sekolah. Sehingga proses pendidikan bisa berlangsung lebih nyaman.

“Kunci dalam menjaga lingkungan adalah kebersihan. Kalau sudah bersih, kita akan lebih mudah menata lingkungan. Makanya dalam pembinaan, kami selalu menekankan pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis sumber,” kata Melandrat.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Banyuning Ni Nyoman Putriasih mengatakan, pihaknya tak menyangka akan meraih penghargaan tersebut.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Setuju Jalan Bypas Mantra Dibikin Tembus ke Padangbai

Menurut Putriasih sejak setahun terakhir pihaknya telah mendorong siswa melakukan perubahan perilaku.

Diantaranya membawa botol minum dan kotak makanan ke sekolah. Sehingga volume sampah yang dihasilkan di sekolah berkurang secara signifikan.

Tak hanya siswa, kantin sekolah juga diminta mengurangi penggunaan plastik.

“Terutama sekali plastik sekali pakai. Kalau toh menggunakan plastik, harus dipilah pembuangannya. Kami bersyukur upaya ini berhasil membawa kami meraih penghargaan nasional,” kata Putriasih.

Untuk sekadar diketahui, hingga tahun 2021 ada 9 sekolah di Buleleng yang meraih penghargaan Adiwiyata Nasional.

Adapun lima sekolah lain yang sempat meraih penghargaan Adiwiyata Nasional adalah SMAN 2 Singaraja pada tahun 2016, SMPN 5 singaraja pada tahun 2017, serta SMPN 3 Singaraja, SMPN 3 Banjar, dan SMPN 1 Singaraja pada tahun 2018.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/