Gianyar Juara Pengentasan Stunting, Jembrana dan Buleleng Tercecer

RADAR BALI - Provinsi Bali selama ini dikenal konsisten mempertahankan posisinya di level nasional sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah sekaligus angka prevalensi stunting terkecil.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kemiskinan di Pulau Dewata berada di angka 3,8 persen, sebuah pencapaian yang jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 8,57 persen.
Bahkan untuk kategori kemiskinan ekstrem, Bali sudah mendekati angka nol persen.
Sejalan dengan itu, urusan kesehatan anak juga menunjukkan grafik menggembirakan. Melalui pemutakhiran data SSGI/SKI, prevalensi stunting di Bali sukses ditekan hingga ke kisaran 8 persen sampai 8,7 persen.
Angka ini menempatkan Bali sebagai provinsi dengan angka stunting terendah di Indonesia, melampaui target nasional yang dipatok pada angka 14 persen.
Kemendagri menilai Bali sangat akurat dalam menyisir data P3KE sehingga bantuan sosial dan intervensi gizi tepat sasaran.
Selain itu, ada konvergensi program yang kuat antardinas, seperti keterpaduan program pemberian makanan tambahan dari Dinas Kesehatan dengan bedah rumah dan penyediaan air bersih dari Dinas PUPR.
Nilai plus lainnya adalah optimalisasi peran kearifan lokal seperti Desa Adat, subak, dan kader PKK yang bergerak hingga ke level banjar sebagai sistem pendukung untuk memantau ibu hamil dan balita berisiko.
Namun, terjadi disparitas atau kesenjangan yang cukup mencolok antardaerah. Kabupaten Gianyar muncul sebagai salah satu juara utama gizi, sementara wilayah seperti Jembrana dan Buleleng terpantau masih tercecer di papan bawah.



