Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSEL Denpasar Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional

D
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa (tengah) menandatangani PKS PSEL di Ruang Rapat Utama Lantai 3, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa (tengah) bersama Gubernur Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar Ngurah Jaya Negara menandatangani PKS PSEL di Ruang Rapat Utama Lantai 3, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).

Advertisement

 

RADAR BALI - Pemerintah resmi menetapkan tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di Bekasi, Bogor, dan Denpasar Raya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penetapan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 16/2025 yang memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam PSN, serta Perpres No. 35/2018 dan Perpres No. 109/2025 terkait percepatan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

Advertisement

Ketiga proyek PSN tersebut meliputi PSEL Denpasar Raya (Bali): Dilaksanakan Nusantara Bali New Energy dan PSEL Bekasi yang dilaksanakan oleh Bekasi Environment Nusantara. Selain itu PSEL Bogor Raya yang dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy 

Tiga proyek PSEL tersebut dikembangkan pemerintah melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak usaha PT Danantara Investment Management (DIM).

Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir menyatakan, proyek PSEL didesain untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengoptimalkan bauran energi terbarukan.

Advertisement

“Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” ujar Pandu dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

Masuknya ketiga proyek dalam daftar PSN menandakan pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh. Dukungan diberikan sejak proses pengurusan izin dan regulasi, pengadaan lahan, kepastian pembiayaan dan jaminan pemerintah, dan perlindungan hukum. 

Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman menambahkan, pengelolaan sampah kini telah bergeser dari sekadar kebutuhan berskala daerah menjadi bagian dari kepentingan strategis nasional.

“Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya,” kata Fadli.

Advertisement

Artikel Terkait

Lahan PSEL Denpasar Mulai Diurug, Groundbreaking 8 Juli 2026

Lahan PSEL Denpasar Mulai Diurug, Groundbreaking 8 Juli 2026

Proyek PSEL Denpasar Raya di Benoa memasuki tahap pengurugan lahan melibatkan TNI AD. Groundbreaking dijadwalkan 8 Juli 2026 sebagai solusi jangka panjang atasi sampah Sarbagita.

Muncul Baliho Penolakan PSEL, Giri Prasta Minta Masyarakat Mendukung, Sebut Satu-Satunya Solusi Penanganan Sampah di Bali

Muncul Baliho Penolakan PSEL, Giri Prasta Minta Masyarakat Mendukung, Sebut Satu-Satunya Solusi Penanganan Sampah di Bali

Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik PSEL mendapat penolakan, karena ada pemasangan baliho bertuliskan: Kami Menolak Pembangunan PSEL di Lokasi Ini, Menuju Pesanggaran Sehat, Bersih dan Nyaman

Danantara Targetkan PT Denera IPO 2028, Kelola Proyek PSEL Denpasar Senilai Rp 90 Triliun

Danantara Targetkan PT Denera IPO 2028, Kelola Proyek PSEL Denpasar Senilai Rp 90 Triliun

Danantara Indonesia proyeksikan PT Denera IPO di BEI pada 2028. Holding ini kelola 33 proyek PSEL termasuk Denpasar senilai Rp 90 triliun. Gunakan teknologi standar Eropa, konstruksi fisik dijadwalkan mulai Juni 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer