alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

15 Siswa SMAN 1 Denpasar Kena Covid, PTM di Sekolah Lain Tetap Jalan

DENPASAR – Penularan Covid-19 di Bali mulai meningkat. Kini, klaster penularan justru banyak dari sekolah. Salah satunya adalah adanya 15 siswa SMAN 1 Denpasar yang positif Covid-19. Meski demikian, ppembelajaran tatap muka di sekolah lain tetap digelar.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, KN Boy Jayawibawa mengatakan bahwa saat ini sedang mengevaluasi PTM usai ditemukan kasus positif  SMAN 1 Denpasar.

 

Disdikpora mengaku pengawasan seluruh sekolah  sudah rutin dilaksanakan sejak awal PTM (Pembelajaran Tatap Muka) 3 Januari 2022 lalu.

 

Khusus di SMAN 1 Denpasar, pemberhentian PTM sudah dilakukan 5 hari sampai dengan 14 hari. Sampai saat ini pemerintah enggan memberhentikan kegiatan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah.

- Advertisement -

 

“Kami lihat perkembangan. Kami lihat nantinya kasus per kasus,” ujarnya.

 

Banyaknya yang terkonfirmasi Covid  19 dampak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendapat sorotan dari Komisi  Penyelenggara  Perlindungan Anak Daerah ( KPPAD) Bali Bidang Pendidikan, I Made Ariasa.

 

Ariasa sangat menyayangkan sudah mulai ditemukan ada siswa yang terkonfirmasi positif covid19 terlebih hanya dilakukan isolasi mandiri dan pendidikan hanya ditutup sementara lima hari saja.

Baca Juga:  Sah, Soverdi Kandaskan 2 Juara DBL Bali Series

 

Semua pihak khususnya Satgas Covid dan Dinkes harus lebih cermat dan luas melakukan upaya tracing dan testing untuk memastikan semua lebih aman dan terkendali.

 

Hal ini juga sudah sering dan banyak dibahas di berbagai media televisi bhw tracing dan testing perlu dilakukan lebih banyak agar tercegah peluang adanya klaster pendidikan maupun keluarga.

 

“Terlebih di Jawa khususnya di Jakarta sudah terjadi cukup banyak klaster sekolah akibat kurangnya pengawasan dan penerapan disiplin prokes covid19 yang betul-betul ketat dan konsisten berkelanjutan,” ucapnya. 

 

Hal ini sangat mengkhawatirkan dengan kondisi di Bali yang punya potensi besar penyebaran virus varian omicron ini kalau masyarakat semakin abai dengan komitmen disiplin penerapan prokes yang ketat di mana pun dan kapan pun saat berada di ruang publik,” kata dia.

 

Ariasa juga mengatakan, sudah ada berbagai profesi kesehatan khususnya ikatan dokter spesialis anak dan bidang spesialis lainnya mendesak pemerintah khususnya yang mengeluarkan SKB 4 Menteri terkait agar mengevaluasi total pelaksanaan PTM 100 persen ini sebelum kondisi pandemi varian omicron ini betul-betul terkendali

Baca Juga:  Karangasem Tarik Guru di Pengungsian, Kadisdik Buleleng: Kami Kecewa

 

“Kalau kondisi seluruh lapisan masyarakat masih banyak yang abai dengan prokes karenq merasa sudah vaksin dua kali terlebih saat ini sedang mulai vaksin booster tentunya hal ini cukup berisiko bagi anak-anak yang baru vaksin 1 kali atau bahkan yang belum tervaksin,” jelasnya. 

 

KPPAD Bali sangat berharap ada kembali peningkatan dan penguatan pengawasan penegakkan disiplin prokes secara sadar penuh dan gotong royong  seluruh lapisan masyarakat dari tingkat terbawah keluarga sampai wilayah yang lebih luas, bila perlu ada penerapan PPKM yang humanis dan fleksibel. Termasuk juga di lingkungan pendidikan seluruhnya agar di evaluasi dan dikuatkan pengawasannya.

 

“Bagi sekolah-sekolah lainnya di semua satuan pendidikan mulai dari SD, SMP termasuk SMA/ SMK agar menjadikan kasus beberapa siswa terkonfirmasi positif sebagai pengalaman berharga untuk mencegah ada potensi siswanya yang tertular atau bahkan terpapar covid19 apa lagi varian omicron,” ucapnya. 

- Advertisement -

DENPASAR – Penularan Covid-19 di Bali mulai meningkat. Kini, klaster penularan justru banyak dari sekolah. Salah satunya adalah adanya 15 siswa SMAN 1 Denpasar yang positif Covid-19. Meski demikian, ppembelajaran tatap muka di sekolah lain tetap digelar.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, KN Boy Jayawibawa mengatakan bahwa saat ini sedang mengevaluasi PTM usai ditemukan kasus positif  SMAN 1 Denpasar.

 

Disdikpora mengaku pengawasan seluruh sekolah  sudah rutin dilaksanakan sejak awal PTM (Pembelajaran Tatap Muka) 3 Januari 2022 lalu.

 

Khusus di SMAN 1 Denpasar, pemberhentian PTM sudah dilakukan 5 hari sampai dengan 14 hari. Sampai saat ini pemerintah enggan memberhentikan kegiatan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah.

 

“Kami lihat perkembangan. Kami lihat nantinya kasus per kasus,” ujarnya.

 

Banyaknya yang terkonfirmasi Covid  19 dampak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendapat sorotan dari Komisi  Penyelenggara  Perlindungan Anak Daerah ( KPPAD) Bali Bidang Pendidikan, I Made Ariasa.

 

Ariasa sangat menyayangkan sudah mulai ditemukan ada siswa yang terkonfirmasi positif covid19 terlebih hanya dilakukan isolasi mandiri dan pendidikan hanya ditutup sementara lima hari saja.

Baca Juga:  Bobor Konter HP, Hasil Curian untuk Beli Onderdil, Kakak Beradik Dijuk

 

Semua pihak khususnya Satgas Covid dan Dinkes harus lebih cermat dan luas melakukan upaya tracing dan testing untuk memastikan semua lebih aman dan terkendali.

 

Hal ini juga sudah sering dan banyak dibahas di berbagai media televisi bhw tracing dan testing perlu dilakukan lebih banyak agar tercegah peluang adanya klaster pendidikan maupun keluarga.

 

“Terlebih di Jawa khususnya di Jakarta sudah terjadi cukup banyak klaster sekolah akibat kurangnya pengawasan dan penerapan disiplin prokes covid19 yang betul-betul ketat dan konsisten berkelanjutan,” ucapnya. 

 

Hal ini sangat mengkhawatirkan dengan kondisi di Bali yang punya potensi besar penyebaran virus varian omicron ini kalau masyarakat semakin abai dengan komitmen disiplin penerapan prokes yang ketat di mana pun dan kapan pun saat berada di ruang publik,” kata dia.

 

Ariasa juga mengatakan, sudah ada berbagai profesi kesehatan khususnya ikatan dokter spesialis anak dan bidang spesialis lainnya mendesak pemerintah khususnya yang mengeluarkan SKB 4 Menteri terkait agar mengevaluasi total pelaksanaan PTM 100 persen ini sebelum kondisi pandemi varian omicron ini betul-betul terkendali

Baca Juga:  Difabel dan ODGJ di Tabanan Akan Disuntik Vaksin Sinopharm

 

“Kalau kondisi seluruh lapisan masyarakat masih banyak yang abai dengan prokes karenq merasa sudah vaksin dua kali terlebih saat ini sedang mulai vaksin booster tentunya hal ini cukup berisiko bagi anak-anak yang baru vaksin 1 kali atau bahkan yang belum tervaksin,” jelasnya. 

 

KPPAD Bali sangat berharap ada kembali peningkatan dan penguatan pengawasan penegakkan disiplin prokes secara sadar penuh dan gotong royong  seluruh lapisan masyarakat dari tingkat terbawah keluarga sampai wilayah yang lebih luas, bila perlu ada penerapan PPKM yang humanis dan fleksibel. Termasuk juga di lingkungan pendidikan seluruhnya agar di evaluasi dan dikuatkan pengawasannya.

 

“Bagi sekolah-sekolah lainnya di semua satuan pendidikan mulai dari SD, SMP termasuk SMA/ SMK agar menjadikan kasus beberapa siswa terkonfirmasi positif sebagai pengalaman berharga untuk mencegah ada potensi siswanya yang tertular atau bahkan terpapar covid19 apa lagi varian omicron,” ucapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/