alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Dharma Adyaksa PHDI WBT Minta Stop Fitnah Sulinggih Antek Sampradaya

DENPASAR – Tuduhan adanya sulinggih antek sampradaya (aliran dalam Hindu) dari masyarakat, khususnya di kalangan warganet, ternyata membuat kalangan sulinggih panas telinga. Buktinya Sabha Pandita Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat versi Wisnu Bawa Tenaya (WBT) minta umat menyetop tudingan adanya sulinggih antek sampradaya.

 

Hal itu disampaikan Sabha Pandita PHDI Pusat versi WBT saat menggelar rapat penyusunan program  Kerja Sabha Pandita Periode 2021-2026 pada Rabu (26/1). Rapat tersebut digelar di Kantor PHDI  Provinsi Bali, Jalan  Ratna, Tatasan  No 71 Denpasar – Bali.

 

Rapat ini dihadiri oleh 33 anggota Dharma Adyaksa PHDI Pusat. Pertemuan ini merupakan Rapat Perdana Dharma Adyaksa Periode 2021-2026.

 

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Adyaksa PHDI Pusat Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba. Pada kesempatan ini Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba menjelaskan bahwa sulinggih akan selalu mendukung program-program pemerintah. Sebagaimana dalam Pustaka suci tertulis  pemerintah sebagai guru wisesa. 

 

“Bahwasannya antara pemerintah dan sulinggih se-Nusantara bekerjasama dengan baik. pemerintah dan sulinggih se nusantara kerjasama baik.  Jadi tak bisa dipisahkan seperti kulit dengan daging,” kata Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba. 

Baca Juga:  Atasi Kemacetan di Ubud, Dishub Gianyar Perlu 30 Shuttle Bus

 

Ias menambahkan agama Hindu di Indonesia mengacu pada agama leluhur. Sangat penting saling menghargai satu dengan yang lain. Karena itu acuan berpikir PHDI pusat adalah Hindu Bali sebagai teladan bagi daerah atau provinsi lain. Tentu dengan tetap menghargai kearifan lokal masing-masing daerah di tanah air. 

 

Pada kesempatan tersebut Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba menegaskan tentang PHDI yang diakui pemerintah adalah PHDI yang saat pembukaan mahasabha dihadiri presiden Jokowi dan penutupannya dihadiri wakil presiden maruf Amin. 

 

“PHDI saat ini, sah mendapat dukungan dari pemerintah,” ucap Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba.

 

Kita adalah mengabdi kepada negara, kita adalah ngayah kepada umat.

 

Sehingga dia berharap tidak ada lagi upaya-upaya mengkotak-kotakkan Sulinggih. Seluruh Sulinggih adalah satu saudara salam Dharma, satu saudara sastra dan satu saudara dalam pengabdian. 

 

Sehubungan dengan isu Sampradaya dijelaskan oleh Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma (anggota Dharma Adyaksa PHDI Pusat) dari hasil keputusan Dharma Adyaksa ISCKON Sampradaya, secara sah pengayomannya telah dicabut dalam AD/ART sudah final.

Baca Juga:  Pelajar Bandel Nekat Remas Payudara Teman, Korban Shock, Minta…

 

“Kita mengajegkan Hindu Bali. Jangan saling menuduh, menjelekkan, kita Hindu Bali khususnya Hindu Nusantara semua menjalankan drestanya masing-masing,” beberd Ida Rsi Wayahan.

 

Sementara itu Sekretaris Dharma Adyaksa PHDI Pusat Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba menjelaskan secara ringkas program kepengurusan baru  Sulinggih turun gunung, bersentuhan dan mengayomi umat, Sulinggih kembali menapak Bumi Pertiwi.

 

Ke depan, lanjutnya, akan ada program-program Sabha Pandita Pusat, yang berbeda dengan pendahulunya, Sabha Pandita periode saat ini didominasi dengan kinerja Pengayoman, Pengayah pada Umat, Dharma pada Nusantara dan Dharma Pada Negara. Artinya Sabha Pandita adalah Abdi Negara Utama.

 

“Sudahi tuduhan-tuduhan PHDI pusat khususnya Sabha Pandita Sampradaya, tidak ada Sampradaya disini, semua adalah pendeta-pendeta asli Bali yang menjalankan  Dresta Bali. Polemik tentang Sampradaya harus dihentikan,” tegasnya. 

 

Dia menjelaskan, dalam Sabha Pandita, para Sulinggih menjalankan sebagaimana drestanya masing-masing.

 

“Jangan lagi ada fitnah kepada para sulinggih dengan mengatakan antek-antek sampradaya yang mana sama dengan mempermalukan dresta Bali sendiri,” ucap Putra Nata Siliwangi Manuaba.

DENPASAR – Tuduhan adanya sulinggih antek sampradaya (aliran dalam Hindu) dari masyarakat, khususnya di kalangan warganet, ternyata membuat kalangan sulinggih panas telinga. Buktinya Sabha Pandita Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat versi Wisnu Bawa Tenaya (WBT) minta umat menyetop tudingan adanya sulinggih antek sampradaya.

 

Hal itu disampaikan Sabha Pandita PHDI Pusat versi WBT saat menggelar rapat penyusunan program  Kerja Sabha Pandita Periode 2021-2026 pada Rabu (26/1). Rapat tersebut digelar di Kantor PHDI  Provinsi Bali, Jalan  Ratna, Tatasan  No 71 Denpasar – Bali.

 

Rapat ini dihadiri oleh 33 anggota Dharma Adyaksa PHDI Pusat. Pertemuan ini merupakan Rapat Perdana Dharma Adyaksa Periode 2021-2026.

 

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Adyaksa PHDI Pusat Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba. Pada kesempatan ini Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba menjelaskan bahwa sulinggih akan selalu mendukung program-program pemerintah. Sebagaimana dalam Pustaka suci tertulis  pemerintah sebagai guru wisesa. 

 

“Bahwasannya antara pemerintah dan sulinggih se-Nusantara bekerjasama dengan baik. pemerintah dan sulinggih se nusantara kerjasama baik.  Jadi tak bisa dipisahkan seperti kulit dengan daging,” kata Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba. 

Baca Juga:  Pelajar Bandel Nekat Remas Payudara Teman, Korban Shock, Minta…

 

Ias menambahkan agama Hindu di Indonesia mengacu pada agama leluhur. Sangat penting saling menghargai satu dengan yang lain. Karena itu acuan berpikir PHDI pusat adalah Hindu Bali sebagai teladan bagi daerah atau provinsi lain. Tentu dengan tetap menghargai kearifan lokal masing-masing daerah di tanah air. 

 

Pada kesempatan tersebut Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba menegaskan tentang PHDI yang diakui pemerintah adalah PHDI yang saat pembukaan mahasabha dihadiri presiden Jokowi dan penutupannya dihadiri wakil presiden maruf Amin. 

 

“PHDI saat ini, sah mendapat dukungan dari pemerintah,” ucap Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba.

 

Kita adalah mengabdi kepada negara, kita adalah ngayah kepada umat.

 

Sehingga dia berharap tidak ada lagi upaya-upaya mengkotak-kotakkan Sulinggih. Seluruh Sulinggih adalah satu saudara salam Dharma, satu saudara sastra dan satu saudara dalam pengabdian. 

 

Sehubungan dengan isu Sampradaya dijelaskan oleh Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma (anggota Dharma Adyaksa PHDI Pusat) dari hasil keputusan Dharma Adyaksa ISCKON Sampradaya, secara sah pengayomannya telah dicabut dalam AD/ART sudah final.

Baca Juga:  Siap Jaga NKRI, Santri Tegallinggah Deklarasi Tolak Khilafah

 

“Kita mengajegkan Hindu Bali. Jangan saling menuduh, menjelekkan, kita Hindu Bali khususnya Hindu Nusantara semua menjalankan drestanya masing-masing,” beberd Ida Rsi Wayahan.

 

Sementara itu Sekretaris Dharma Adyaksa PHDI Pusat Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba menjelaskan secara ringkas program kepengurusan baru  Sulinggih turun gunung, bersentuhan dan mengayomi umat, Sulinggih kembali menapak Bumi Pertiwi.

 

Ke depan, lanjutnya, akan ada program-program Sabha Pandita Pusat, yang berbeda dengan pendahulunya, Sabha Pandita periode saat ini didominasi dengan kinerja Pengayoman, Pengayah pada Umat, Dharma pada Nusantara dan Dharma Pada Negara. Artinya Sabha Pandita adalah Abdi Negara Utama.

 

“Sudahi tuduhan-tuduhan PHDI pusat khususnya Sabha Pandita Sampradaya, tidak ada Sampradaya disini, semua adalah pendeta-pendeta asli Bali yang menjalankan  Dresta Bali. Polemik tentang Sampradaya harus dihentikan,” tegasnya. 

 

Dia menjelaskan, dalam Sabha Pandita, para Sulinggih menjalankan sebagaimana drestanya masing-masing.

 

“Jangan lagi ada fitnah kepada para sulinggih dengan mengatakan antek-antek sampradaya yang mana sama dengan mempermalukan dresta Bali sendiri,” ucap Putra Nata Siliwangi Manuaba.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/