alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Tak Kantongi Izin Karantina, Satu Truk Kulit Kerang Diamankan

NEGARA – Satu truk kulit kerang yang sedianya dikirim ke Denpasar dari Gresik, Jawa Timur tertahan di Pelabuhan Gilimanuk.

Petugas terpaksa menahan sementara truk berikut kulit kerrang lantaran sang sopir tidak melengkapi dengan sertifikat kesehatan dari Karantina asal.

Penahanan sementara alat kerang berikut truk pengangkut bermula ketika anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) di pos pemeriksaan pintu keluar

pelabuhan Gilimanuk atau di pintu masuk wilayah Bali memeriksa truk Mitsubhisi warna Kuning M 8229 UG yang dikemudikan Ahmad Sholihin, 52. asal Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Muatan tumpukan kampil yang diangkut truk tersebut ternyata kulit kerang dengan berat 6,32 ton. Namun Solihin tidak membawa sertifikat kesehatan dari karantina asal 231 kampil kulit kerang itu.

Baca Juga:  Sopir yang Main Jotos Akhirnya Dibekuk, Ini Pengakuannya...

“Satu truk kulit kerang itu tanpa dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina Ikan dari daerah asal.” ujar Kapolsek Kawasa Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa.

Dari keterangan sopir kulit kerang itu milik  Heri dari Manyar, Gersik dan dikirim ke jalan Malrboro, Denpasar.

“Pelanggaran ini diatur dalam pasal 3, PP Nomor.15 Th. 2002 tentang karantina ikan. Sehingga pengemudi serta komoditi yang dibawa sementara kami amankan di Unit Reskrim

Polsek Kawasan Laut Gilimanuk guna proses lebih lanjut dan kami akan serahkan ke Kantor Karantina Ikan wilayah kerja Gilimanuk agar diambil tindakan sesuai dengan kesalahannya,” tegas Kanitreskrim KP3 Gilimanuk AKP Muliyadi. 



NEGARA – Satu truk kulit kerang yang sedianya dikirim ke Denpasar dari Gresik, Jawa Timur tertahan di Pelabuhan Gilimanuk.

Petugas terpaksa menahan sementara truk berikut kulit kerrang lantaran sang sopir tidak melengkapi dengan sertifikat kesehatan dari Karantina asal.

Penahanan sementara alat kerang berikut truk pengangkut bermula ketika anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) di pos pemeriksaan pintu keluar

pelabuhan Gilimanuk atau di pintu masuk wilayah Bali memeriksa truk Mitsubhisi warna Kuning M 8229 UG yang dikemudikan Ahmad Sholihin, 52. asal Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Muatan tumpukan kampil yang diangkut truk tersebut ternyata kulit kerang dengan berat 6,32 ton. Namun Solihin tidak membawa sertifikat kesehatan dari karantina asal 231 kampil kulit kerang itu.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Klungkung Alami Tren Penurunan Sejak 15 Mei Lalu

“Satu truk kulit kerang itu tanpa dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina Ikan dari daerah asal.” ujar Kapolsek Kawasa Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa.

Dari keterangan sopir kulit kerang itu milik  Heri dari Manyar, Gersik dan dikirim ke jalan Malrboro, Denpasar.

“Pelanggaran ini diatur dalam pasal 3, PP Nomor.15 Th. 2002 tentang karantina ikan. Sehingga pengemudi serta komoditi yang dibawa sementara kami amankan di Unit Reskrim

Polsek Kawasan Laut Gilimanuk guna proses lebih lanjut dan kami akan serahkan ke Kantor Karantina Ikan wilayah kerja Gilimanuk agar diambil tindakan sesuai dengan kesalahannya,” tegas Kanitreskrim KP3 Gilimanuk AKP Muliyadi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/