alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Lagi, Kontak dengan Pasien Positif Corona, 16 Tenaga Medis Dikarantina

SINGARAJA – Sebanyak 16 orang tenaga medis di RSUD Buleleng kembali dikarantina.

 

Belasan tenaga medis itu terpaksa melakukan karantina mandiri, karena sempat melakukan kontak dengan seorang pasien yang belakangan dinyatakan positif terjangkit covid-19.

 

Pasien yang positif covid-19 itu diidentifikasi sebagai PDP-18.

 

Pasien tersebut kini telah dirawat di RS Pratama Giri Emas. Namun sebelum dibawa ke RS Pratama, pasien sempat menjalani perawatan di RSUD Buleleng karena keluhan penyakit jantung.

 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi kemarin (27/4) membenarkan hal tersebut. Suyasa menyebut, sebelum dirawat di RS Pratama Giri Emas, PDP-18 memang sempat menjalani perawatan di RSUD Buleleng karena keluhan penyakit lain.

Baca Juga:  Kacau! Usai Tenggak Miras, Tolak Bayar Billing, Ngamuk di Kafe

 

Namun saat perawatan, PDP-18 mulai menunjukkan gejala ke arah covid-19. Pasien kemudian dirujuk ke RS Pratama Giri Emas, guna menjalani test swab. Ternyata dari pengambilan swab, pasien dinyatakan positif covid-19.

 

“Memang sempat dirawat di ICCU jantung. Atas dasar terkonfirmasi (positif covid-19), maka dilakukan tracing pada tenaga medis yang menangani. Ada 16 orang yang melakukan kontak dan perawatan pada yang bersangkutan, ketika dirawat di ICCU,” kata Suyasa melalui telekonferensi, Senin sore.

 

Sebenarnya kata Suyasa, para tenaga medis sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa pakaian medis level 2.

 

Hanya saja pakaian itu bukan baju hazmat yang memberikan perlindungan optimal pada tenaga medis.

Baca Juga:  Tolak Wilayahnya Jadi Lokasi Karantina, Tabanan Gencar Edukasi Warga

 

Mengantisipasi potensi penularan pada tenaga medis, pihaknya pun tetap melakukan pemeriksaan pada para tenaga medis.

 

“Semua sudah kami swab dan hasilnya negatif. Sementara (tenaga medis) diistirahatkan. Kemungkinan lagi dua hari (Rabu, Red) sudah kerja kembali normal. Cukup sekali swab, dan kami sudah yakin dengan hasil itu,” tukas Suyasa.

 

Di sisi lain, tim medis di RS Pratama Giri Emas hingga kemarin masih merawat empat orang pasien yang dinyatakan positif covid-19.

Ada pula 24 orang lainnya yang masih menjalani karantina di RS Pratama Giri Emas, karena hasil rapid test mereka sempat positif.



SINGARAJA – Sebanyak 16 orang tenaga medis di RSUD Buleleng kembali dikarantina.

 

Belasan tenaga medis itu terpaksa melakukan karantina mandiri, karena sempat melakukan kontak dengan seorang pasien yang belakangan dinyatakan positif terjangkit covid-19.

 

Pasien yang positif covid-19 itu diidentifikasi sebagai PDP-18.

 

Pasien tersebut kini telah dirawat di RS Pratama Giri Emas. Namun sebelum dibawa ke RS Pratama, pasien sempat menjalani perawatan di RSUD Buleleng karena keluhan penyakit jantung.

 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi kemarin (27/4) membenarkan hal tersebut. Suyasa menyebut, sebelum dirawat di RS Pratama Giri Emas, PDP-18 memang sempat menjalani perawatan di RSUD Buleleng karena keluhan penyakit lain.

Baca Juga:  [Heboh] Pasien Terduga Positif Corona di RSUD Buleleng Meninggal

 

Namun saat perawatan, PDP-18 mulai menunjukkan gejala ke arah covid-19. Pasien kemudian dirujuk ke RS Pratama Giri Emas, guna menjalani test swab. Ternyata dari pengambilan swab, pasien dinyatakan positif covid-19.

 

“Memang sempat dirawat di ICCU jantung. Atas dasar terkonfirmasi (positif covid-19), maka dilakukan tracing pada tenaga medis yang menangani. Ada 16 orang yang melakukan kontak dan perawatan pada yang bersangkutan, ketika dirawat di ICCU,” kata Suyasa melalui telekonferensi, Senin sore.

 

Sebenarnya kata Suyasa, para tenaga medis sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa pakaian medis level 2.

 

Hanya saja pakaian itu bukan baju hazmat yang memberikan perlindungan optimal pada tenaga medis.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Terus Merosot, Tempat Isolasi Terisi Cuma 11 Persen

 

Mengantisipasi potensi penularan pada tenaga medis, pihaknya pun tetap melakukan pemeriksaan pada para tenaga medis.

 

“Semua sudah kami swab dan hasilnya negatif. Sementara (tenaga medis) diistirahatkan. Kemungkinan lagi dua hari (Rabu, Red) sudah kerja kembali normal. Cukup sekali swab, dan kami sudah yakin dengan hasil itu,” tukas Suyasa.

 

Di sisi lain, tim medis di RS Pratama Giri Emas hingga kemarin masih merawat empat orang pasien yang dinyatakan positif covid-19.

Ada pula 24 orang lainnya yang masih menjalani karantina di RS Pratama Giri Emas, karena hasil rapid test mereka sempat positif.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/