alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

[Satu Lagi] Sopir Truk Angkutan Barang di Gilimanuk Positif Covid-19

NEGARA-Satu lagi jumlah positif di Kabupaten Jembrana, Senin (27/4) bertambah.

Penambahan satu pasien positif ini, menyusul hasil rapid test yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jembrana terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) di Pelabuhan Gilimanuk.

Juru bicara GTPP Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, satu PDP yang dinyatakan positif Corona sesuai rapid test itu merupakan seorang  sopir truk angkutan barang.

Usai dinyatakan positif, sopir yang baru datang dari wilayah Jawa Timur tersebut, langsung dibawa ke RSU Negara untuk isolasi.

“Karena hasil rapid test positif, harus dilakukan pengambilan swab untuk memastikan lagi,” terang Arisantha.

Arisantha menegaskan, rapid test antibodi akan mendeteksi apakah ada antibodi dalam sampel darah yang diperiksa.

Pada alat rapid test terdapat antigen untuk mendeteksi munculnya antibodi di tubuh pasien. Jika pernah terpapar virus, maka akan terjadi pertemuan antara antibodi dalam darah pasien dengan antigen yang sudah ada dalam alat tes ini. Jika memang ada atau pernah terpapar virus, maka hasilnya akan positif.

Baca Juga:  Duh, Proyek Shortcut Singaraja – Denpasar Terkendala Pembebasan Lahan

“Rapid test bukan penentu positif Covid-19. Untuk memastikan terpapar Civid-19 mengambil spesimen swab dengan metode PCR,” jelasnya.

Sementara terkait dua PDP yang sebelumnya sempat dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil rapid test dan menjalani isolasi di RSU Negara, Arisantha menjelaskan jika dari hasil swab keduanya dinyatakan negative.

 “Sebelumnya memang dari rapid test positif, tapi setelah di swab dua kali negatif,” tegasnya.

Dua orang PDP tersebut, yakni satu orang merupakan PMI asal Kecamatan Melaya dan satu lagu juga warga Kecamatan Melaya dengan profesi sopir antar pulau Jawa dan Bali. PMI yang dinyatakan positif tersebut berdasarkan hasil rapid test, begitu juga dengan sopir truk angkutan barang yang diketahui positif saat rapid test di pelabuhan Gilimanuk.

Baca Juga:  Simpan Sabhu, Pengusaha Aluminum Dituntut 5 Tahun Bui

Selain itu, masih terkait perkembangan penangangan Covid-19, dari hasil rapid test terhadap 21 orang PMI di salah satu hotel di kota negara sudah menjalani rapid test kedua dengan hasil negatif.

Meski sudah dinyatakan negatif berdasarkan rapid test kedua, PMI tersebut harus menyelesaikan isolasi 14 hari.

Hasil rapid test kedua dengan hasil negatif tersebut, menyusul hasil rapid test 63 orang yang lebih dulu rapid test. Rencana hari ini, sebanyak 18 orang PMI akan pulang ke rumah masing-masing karena sudah menjalani isolasi di hotel selama 14 hari. 



NEGARA-Satu lagi jumlah positif di Kabupaten Jembrana, Senin (27/4) bertambah.

Penambahan satu pasien positif ini, menyusul hasil rapid test yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jembrana terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) di Pelabuhan Gilimanuk.

Juru bicara GTPP Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, satu PDP yang dinyatakan positif Corona sesuai rapid test itu merupakan seorang  sopir truk angkutan barang.

Usai dinyatakan positif, sopir yang baru datang dari wilayah Jawa Timur tersebut, langsung dibawa ke RSU Negara untuk isolasi.

“Karena hasil rapid test positif, harus dilakukan pengambilan swab untuk memastikan lagi,” terang Arisantha.

Arisantha menegaskan, rapid test antibodi akan mendeteksi apakah ada antibodi dalam sampel darah yang diperiksa.

Pada alat rapid test terdapat antigen untuk mendeteksi munculnya antibodi di tubuh pasien. Jika pernah terpapar virus, maka akan terjadi pertemuan antara antibodi dalam darah pasien dengan antigen yang sudah ada dalam alat tes ini. Jika memang ada atau pernah terpapar virus, maka hasilnya akan positif.

Baca Juga:  Akui Zona Merah, Koster Tetap Siap Jadi Host Pertemuan Internasional

“Rapid test bukan penentu positif Covid-19. Untuk memastikan terpapar Civid-19 mengambil spesimen swab dengan metode PCR,” jelasnya.

Sementara terkait dua PDP yang sebelumnya sempat dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil rapid test dan menjalani isolasi di RSU Negara, Arisantha menjelaskan jika dari hasil swab keduanya dinyatakan negative.

 “Sebelumnya memang dari rapid test positif, tapi setelah di swab dua kali negatif,” tegasnya.

Dua orang PDP tersebut, yakni satu orang merupakan PMI asal Kecamatan Melaya dan satu lagu juga warga Kecamatan Melaya dengan profesi sopir antar pulau Jawa dan Bali. PMI yang dinyatakan positif tersebut berdasarkan hasil rapid test, begitu juga dengan sopir truk angkutan barang yang diketahui positif saat rapid test di pelabuhan Gilimanuk.

Baca Juga:  Duh, Proyek Shortcut Singaraja – Denpasar Terkendala Pembebasan Lahan

Selain itu, masih terkait perkembangan penangangan Covid-19, dari hasil rapid test terhadap 21 orang PMI di salah satu hotel di kota negara sudah menjalani rapid test kedua dengan hasil negatif.

Meski sudah dinyatakan negatif berdasarkan rapid test kedua, PMI tersebut harus menyelesaikan isolasi 14 hari.

Hasil rapid test kedua dengan hasil negatif tersebut, menyusul hasil rapid test 63 orang yang lebih dulu rapid test. Rencana hari ini, sebanyak 18 orang PMI akan pulang ke rumah masing-masing karena sudah menjalani isolasi di hotel selama 14 hari. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/