alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pemerintah Akhirnya Cairkan Bansos Covid-19 untuk 2.202 KK di Buleleng

SINGARAJA– Pemerintah Kabupaten Buleleng akhirnya mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng.

Bantuan ini semula ditargetkan cair pada bulan April lalu. Namun faktanya baru bisa dicairkan pada pekan terakhir Mei 2020.

Bansos covid itu disalurkan pada penerima melalui kantor pos yang ada di seluruh Buleleng.

Secara simbolis, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan bansos tersebut kepada penerima yang mengantre di Kantor Pos Singaraja, Selasa pagi (26/5) kemarin.

Total ada 2.202 kepala keluarga yang menerima bantuan sosial tersebut.

Mereka berasal dari 17 kelurahan yang ada di Buleleng. Selain itu ada pula beberapa nama yang berasal dari warga di kawasan pedesaan.

Warga yang menerima bantuan sosial yakni sesuai nama yang telah tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Mereka juga telah melalui proses verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh kepala lingkungan, kepala dusun, lurah, dan perbekel.

Baca Juga:  Hujan Lebat di Puncak, Material Batu Tutup Jalan Wanagiri

“Mereka ini yang tidak masuk dalam BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) maupun bantuan dari pusat. Sehingga kami berikan bantuan sosial sebesar Rp 600 ribu per bulan. Ini akan kami berikan selama tiga bulan berturut-turut,” kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk bansos tersebut, pemerintah kabupaten menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,96 miliar. Apabila masa pandemi covid-19 kembali diperpanjang, maka pemerintah pun harus kembali menyiapkan anggaran untuk bantuan sosial tersebut.

Lalu bagaimana soal warga yang protes karena hingga kini tak mendapat bansos? Ditanya demikian, Agus pun tak menampik.

 Ia menyatakan, usulan dari desa dan kelurahan terus disampaikan ke Dinas Sosial Buleleng. Selain itu, ia juga mengaku telah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa, untuk melakukan validasi.

Baca Juga:  ADUH! Wastafel di Lapangan Alit Saputra Tabanan Tak Berisi Sabun

“Memang ada usulan lagi. Sampai hari ini ada sekitar tiga ribuan (kepala keluarga) yang diusulkan lagi. Kami masih berusaha melakukan validasi. Mudah-mudahan kami bisa akomodir. Karena ada regulasi yang harus kami ikuti,” tegasnya.

Untuk diketahui, penyaluran bantuan sosial bagi warga miskin terdampak covid-19 sudah dicairkan secara bertahap. Bantuan itu ada yang bersumber dari Kementerian Sosial, Pemprov Bali, Pemkab Buleleng, serta pemerintah desa.

Khusus di pemerintah desa, bantuan tunai yang disalurkan disebut Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Bantuan itu telah disalurkan mulai Rabu (13/5) dua pekan lalu. Hingga kini sudah seluruh desa yang menyalurkan BLT-DD. Total ada 19.801 keluarga penerima yang tercatat.

Dari 19.801 keluarga itu, sebanyak 12 keluarga menolak menerima bantuan. Selain itu 10 keluarga yang bantuannya ditangguhkan, karena tercatat sebagai penerima bantuan di program lain.



SINGARAJA– Pemerintah Kabupaten Buleleng akhirnya mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng.

Bantuan ini semula ditargetkan cair pada bulan April lalu. Namun faktanya baru bisa dicairkan pada pekan terakhir Mei 2020.

Bansos covid itu disalurkan pada penerima melalui kantor pos yang ada di seluruh Buleleng.

Secara simbolis, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan bansos tersebut kepada penerima yang mengantre di Kantor Pos Singaraja, Selasa pagi (26/5) kemarin.

Total ada 2.202 kepala keluarga yang menerima bantuan sosial tersebut.

Mereka berasal dari 17 kelurahan yang ada di Buleleng. Selain itu ada pula beberapa nama yang berasal dari warga di kawasan pedesaan.

Warga yang menerima bantuan sosial yakni sesuai nama yang telah tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Mereka juga telah melalui proses verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh kepala lingkungan, kepala dusun, lurah, dan perbekel.

Baca Juga:  Jajakan "Daging Mentah" di Terminal, 7 PSK Uzur Langsung Tes Antigen

“Mereka ini yang tidak masuk dalam BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) maupun bantuan dari pusat. Sehingga kami berikan bantuan sosial sebesar Rp 600 ribu per bulan. Ini akan kami berikan selama tiga bulan berturut-turut,” kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk bansos tersebut, pemerintah kabupaten menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,96 miliar. Apabila masa pandemi covid-19 kembali diperpanjang, maka pemerintah pun harus kembali menyiapkan anggaran untuk bantuan sosial tersebut.

Lalu bagaimana soal warga yang protes karena hingga kini tak mendapat bansos? Ditanya demikian, Agus pun tak menampik.

 Ia menyatakan, usulan dari desa dan kelurahan terus disampaikan ke Dinas Sosial Buleleng. Selain itu, ia juga mengaku telah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa, untuk melakukan validasi.

Baca Juga:  Alami Kecelakaan di Jembrana, Cedera Kepala, Ternyata Positif Covid-19

“Memang ada usulan lagi. Sampai hari ini ada sekitar tiga ribuan (kepala keluarga) yang diusulkan lagi. Kami masih berusaha melakukan validasi. Mudah-mudahan kami bisa akomodir. Karena ada regulasi yang harus kami ikuti,” tegasnya.

Untuk diketahui, penyaluran bantuan sosial bagi warga miskin terdampak covid-19 sudah dicairkan secara bertahap. Bantuan itu ada yang bersumber dari Kementerian Sosial, Pemprov Bali, Pemkab Buleleng, serta pemerintah desa.

Khusus di pemerintah desa, bantuan tunai yang disalurkan disebut Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Bantuan itu telah disalurkan mulai Rabu (13/5) dua pekan lalu. Hingga kini sudah seluruh desa yang menyalurkan BLT-DD. Total ada 19.801 keluarga penerima yang tercatat.

Dari 19.801 keluarga itu, sebanyak 12 keluarga menolak menerima bantuan. Selain itu 10 keluarga yang bantuannya ditangguhkan, karena tercatat sebagai penerima bantuan di program lain.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/