alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Temukan 5 Orang Reaktif 1 Travel, Petugas Lakukan Pengecekan Berlapis

NEGARA- Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat, menjadi perhatian untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain pengguna motor yang masuk Bali, pada arus balik setelah hari raya Lebaran, ini angkutan umum seperti travel menjadi perhatian karena kerap melanggar aturan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jembrana, hasil rapid tes orang yang masuk Bali dari total 11.443 rapid test, sebanyak 24 orang reaktif atau positif. Terbaru sebanyak lima orang dalam satu mobil travel reaktif dan langsung dibawa ke pusat karantina provinsi Bali di Denpasar.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, berdasarkan surat edaran dari kementerian perhubungan dan Gubernur Bali setiap orang yang akan masuk Bali melalui pelabuhan minimal surat mengantongi surat hasil rapid test non-reaktif atau negatif. “Selain rapid test negatif, hasil punya tujuan jelas ke Bali,” tegasnya.

Baca Juga:  Woow…PNS Jembrana Bakal Terima Tunjangan Kesejahteraan Rp 15 M

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana dan Provinsi Bali juga akan menempatkan petugas di Tanjung Wangi, Banyuwangi, untuk mengecek setiap orang yang akan menyeberang ke Bali. Selain itu, pengecekan juga dilakukan lagi saat tiba di Bali, di Pelabuhan Gilimanuk dan areal Teluk Gilimanuk. “Pengecekan berlapis itu untuk memastikan setiap orang yang masuk Bali bersih, membawa virus. Bagi yang tidak memiliki syarat lengkap harus putar balik,” terangnya.

Maharimbawa menyebut, pengawasan terhadap angkutan penumpang seperti travel menjadi perhatian khusus. Karena disinyalir banyak angkutan travel yang akan membawa penumpang ke Bali, sehingga dilakukan pengecekan lebih lanjut. Karena orang yang pulang kampung normalnya mencapai 8 ribu orang, di luar kegiatan arus mudik. Sehingga kemungkinan akan kembali ke Bali menggunakan angkutan umum, pribadi maupun motor.

Baca Juga:  Indonesia Power Bagikan Paket Sembako ke Pena -NTT di Bali

Angkutan travel menjadi perhatian karena tidak sedikit yang bandel dengan mengelabui petugas agar bisa lolos pemeriksaan petugas. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana beberapa travel yang akan keluar Bali mencari celah kelengahan petugas dengan masuk ke pelabuhan pada jam tertentu.

Maharimbawa menyebut, berdasarkan infomasi yang diterima, sejumlah travel sudah menerima pembayaran dari calon penumpangnya yang akan ke Bali. Bahkan ada oknum travel yang menjamin membuat surat bagi penumpangnya agar bisa menyeberang. “Informasinya ada penumpang yang sudah bayar dobel, saat berangkat (ke Jawa) dan akan kembali ke Bali. Pihak travel sudah menjamin penumpang bisa masuk Bali,” ujarnya

Karena itu, pihaknya bersama instansi terkait untuk mengantisipasi modus dari travel bandel akan memperketat lalu lintas angkutan umum atau travel mulai dari pos pemeriksaan di Banyuwangi hingga pintu masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk .



NEGARA- Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat, menjadi perhatian untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain pengguna motor yang masuk Bali, pada arus balik setelah hari raya Lebaran, ini angkutan umum seperti travel menjadi perhatian karena kerap melanggar aturan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jembrana, hasil rapid tes orang yang masuk Bali dari total 11.443 rapid test, sebanyak 24 orang reaktif atau positif. Terbaru sebanyak lima orang dalam satu mobil travel reaktif dan langsung dibawa ke pusat karantina provinsi Bali di Denpasar.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, berdasarkan surat edaran dari kementerian perhubungan dan Gubernur Bali setiap orang yang akan masuk Bali melalui pelabuhan minimal surat mengantongi surat hasil rapid test non-reaktif atau negatif. “Selain rapid test negatif, hasil punya tujuan jelas ke Bali,” tegasnya.

Baca Juga:  Beda Sikap Koster-Giri Soal Toko Tiongkok, Ketua DPRD Badung Bilang..

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana dan Provinsi Bali juga akan menempatkan petugas di Tanjung Wangi, Banyuwangi, untuk mengecek setiap orang yang akan menyeberang ke Bali. Selain itu, pengecekan juga dilakukan lagi saat tiba di Bali, di Pelabuhan Gilimanuk dan areal Teluk Gilimanuk. “Pengecekan berlapis itu untuk memastikan setiap orang yang masuk Bali bersih, membawa virus. Bagi yang tidak memiliki syarat lengkap harus putar balik,” terangnya.

Maharimbawa menyebut, pengawasan terhadap angkutan penumpang seperti travel menjadi perhatian khusus. Karena disinyalir banyak angkutan travel yang akan membawa penumpang ke Bali, sehingga dilakukan pengecekan lebih lanjut. Karena orang yang pulang kampung normalnya mencapai 8 ribu orang, di luar kegiatan arus mudik. Sehingga kemungkinan akan kembali ke Bali menggunakan angkutan umum, pribadi maupun motor.

Baca Juga:  Rapid Test di RSD Mangusada, PMI Asal Jembrana Reaktif Covid-19

Angkutan travel menjadi perhatian karena tidak sedikit yang bandel dengan mengelabui petugas agar bisa lolos pemeriksaan petugas. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana beberapa travel yang akan keluar Bali mencari celah kelengahan petugas dengan masuk ke pelabuhan pada jam tertentu.

Maharimbawa menyebut, berdasarkan infomasi yang diterima, sejumlah travel sudah menerima pembayaran dari calon penumpangnya yang akan ke Bali. Bahkan ada oknum travel yang menjamin membuat surat bagi penumpangnya agar bisa menyeberang. “Informasinya ada penumpang yang sudah bayar dobel, saat berangkat (ke Jawa) dan akan kembali ke Bali. Pihak travel sudah menjamin penumpang bisa masuk Bali,” ujarnya

Karena itu, pihaknya bersama instansi terkait untuk mengantisipasi modus dari travel bandel akan memperketat lalu lintas angkutan umum atau travel mulai dari pos pemeriksaan di Banyuwangi hingga pintu masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk .


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/