alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Sebelum Meninggal di Turki, TKW Buleleng Itu Ternyata Berencana…

PACUNG – Kadek Pariani, 33, TKW asal Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang meninggal di Turki, Minggu (25/6) lalu ternyata berencana pulang ke tanah air pada Desember mendatang.

Namun, rencana tinggal rencana. Keluarga justru menerima kabar bahwa Pariani telah berpulang ke tanah wayah karena mengalami sakit di Turki.

Ibu korban, Made Sri Gati, 63, mengungkapkan beberapa bulan lalu korban sempat memberikan kabar pada keluarga melalui sambungan video call.

Saat itu mendiang Pariani mengabarkan dirinya baik-baik saja. Pekerjaannya di sana juga terbilang lancar. Mendiang juga mengaku tak pernah merasa lelah.

Saat itu mendiang sempat memberikan kabar bahwa ia akan pulang pada bulan Desember mendatang.

Baca Juga:  Klungkung Diguyur Hujan Deras, Senderan Irigasi di Gelgel Jebol

Ia juga sempat memberi kabar telah menjalin hubungan dengan seorang pria di Turki dan berencana meminta doa restu pada orang tuanya.

“Waktu itu dia ceritanya begitu. Makanya kami kan senang dia mau pulang ke Bali, sudah setahun lebih di negeri orang.

Tapi ternyata begini kejadiannya. Sebelum meninggal itu, fotonya yang dipajang sempat jatuh. Mungkin itu firasatnya,” cerita Sri Gati.

Saat berkabar beberapa waktu lalu, mendiang juga sempat berpesan bahwa akan membayar kaul. Ia pun meminta agar ayahnya, Wayan Karidana, menyiapkan enam ekor kucit (anak babi, Red) untuk dihaturkan.

Selama bekerja di luar negeri, Wayan Karidana menyebutkan anaknya sudah beberapa kali mengirimkan uang pada keluarganya di Bali.

Baca Juga:  Minta Publik Patuhi SOP, Mobil Brimob Semprot Jalanan Kota Negara

“Ada beberapa kali dapat kiriman uang. Sekitar Rp 20 juta-an semuanya,” cerita Karidana.

Sementara itu Kelian Banjar Dinas Alassari, Ketut Roy menuturkan, keluarga Karidana merupakan mantan transmigran.

Dulunya keluarga ini sempat transmigrasi ke Mamuju, Sulawesi Barat sejak 1995 lalu. Kemudian mereka pulang kampung dan berdomisili di Pacung sejak 2016.

Menurut Roy, saat ini pihak keluarga hanya berharap jenazah korban bisa dipulangkan ke tanah air.

“Kami juga sedang menelusuri agen penyalur warga kami ini yang mana. Mudah-mudahan ada kejelasan,

sehingga bisa dibantu memulangkan jenazah korban. Karena biasanya kan kalau ada apa-apa, itu tanggungjawab agen,” demikian Roy. 



PACUNG – Kadek Pariani, 33, TKW asal Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang meninggal di Turki, Minggu (25/6) lalu ternyata berencana pulang ke tanah air pada Desember mendatang.

Namun, rencana tinggal rencana. Keluarga justru menerima kabar bahwa Pariani telah berpulang ke tanah wayah karena mengalami sakit di Turki.

Ibu korban, Made Sri Gati, 63, mengungkapkan beberapa bulan lalu korban sempat memberikan kabar pada keluarga melalui sambungan video call.

Saat itu mendiang Pariani mengabarkan dirinya baik-baik saja. Pekerjaannya di sana juga terbilang lancar. Mendiang juga mengaku tak pernah merasa lelah.

Saat itu mendiang sempat memberikan kabar bahwa ia akan pulang pada bulan Desember mendatang.

Baca Juga:  Puluhan Satpam Pemkab Tabanan Terancam Nganggur

Ia juga sempat memberi kabar telah menjalin hubungan dengan seorang pria di Turki dan berencana meminta doa restu pada orang tuanya.

“Waktu itu dia ceritanya begitu. Makanya kami kan senang dia mau pulang ke Bali, sudah setahun lebih di negeri orang.

Tapi ternyata begini kejadiannya. Sebelum meninggal itu, fotonya yang dipajang sempat jatuh. Mungkin itu firasatnya,” cerita Sri Gati.

Saat berkabar beberapa waktu lalu, mendiang juga sempat berpesan bahwa akan membayar kaul. Ia pun meminta agar ayahnya, Wayan Karidana, menyiapkan enam ekor kucit (anak babi, Red) untuk dihaturkan.

Selama bekerja di luar negeri, Wayan Karidana menyebutkan anaknya sudah beberapa kali mengirimkan uang pada keluarganya di Bali.

Baca Juga:  Radius Aman Turun, Ahli Vulkanologi: Jangan Sampai Lengah

“Ada beberapa kali dapat kiriman uang. Sekitar Rp 20 juta-an semuanya,” cerita Karidana.

Sementara itu Kelian Banjar Dinas Alassari, Ketut Roy menuturkan, keluarga Karidana merupakan mantan transmigran.

Dulunya keluarga ini sempat transmigrasi ke Mamuju, Sulawesi Barat sejak 1995 lalu. Kemudian mereka pulang kampung dan berdomisili di Pacung sejak 2016.

Menurut Roy, saat ini pihak keluarga hanya berharap jenazah korban bisa dipulangkan ke tanah air.

“Kami juga sedang menelusuri agen penyalur warga kami ini yang mana. Mudah-mudahan ada kejelasan,

sehingga bisa dibantu memulangkan jenazah korban. Karena biasanya kan kalau ada apa-apa, itu tanggungjawab agen,” demikian Roy. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/