alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Masuk Zona Merah Rabies, Gencar Vaksinasi dan Sterelisasi di Gerokgak

GEROKGAK – Kasus gigitan anjing rabies di Kecamatan Gerokgak yang masih terbilang tinggi. Saat ini ada tiga desa yang menjadi ring zona merah anjing dengan positif rabies.

Yakni Desa Pengulon, Patas dan Sumberkima. Pemerintah Provinsi Bali melalui dinas peternakan dan kesehatan hewan kembali mendatangi Banjar Yeh Panes, Desa Patas untuk melakukan vaksinasi massal dan sterilisasi.

Petugas Kesehatan Hewan (Keswa) Kecamatan Gerokgak Drh I Gede Sukerta mengakui kalau Bali belum bisa bebas dari rabies.

Pasalnya masih ditemukan  kasus anjing positif rabies. Di Buleleng Barat Gerokgak baru-baru ini ada 8 warga desa Sumber Kima yang terkena gigitan anjing dengan posistif rabies.

Beruntung 8 warga yang tergigit sudah suntik vaksin anti rabies(VAR). Sehingga tidak jatuh korban.

Selain Desa Sumberkima dan Pengulon dilakukan vaksinasi masal, Desa Patas juga masuk zona merah rabies.

Setelah 6 orang warga pada bulan lalu tergigit anjing rabies. Sehingga vaksinasi massal rabies terus dilakukan.

“Yang disasar vaksin anjing-anjing jantan dan betina. Kemudian kami juga sterilisasi  dengan tujuan depopulisasi. Karena kita tahu bahwa anjing itu beranak lebih dari satu.

Untuk mengurangi pembuangan anjing yang tidak disukai. Biasa anjing betina yang dibuang oleh warga,” ungkapnya Selasa (25/6) kemarin.

Kendati pihaknya gencar lakukan vaksinasi masal. Lagi-lagi kendala dengan warga, ada saja warga yang tidak mau anjing di vaksinasi. Khusus anjing liar di luar pemeliharaan warga.

“Ya kami buru untuk diberikan vaksin, dengan tujuan tidak ada anjing yang tercecer belum tervaksin,” ujarnya.  

Dia menambahkan, stok vaksin untuk anjing kecamatan Gerokgak masih kategori aman tersedia sebanyak 500 vaksin.

Dari vaksinasi masal yang dilakukan masyarakat diminta untuk berperan aktif. Khususnya yang memiliki anjing agar datang ke balai banjar untuk melakukan vaksinasi massal.

“Kami tidak ingin sampai ada anjing yang kelewatan dan tidak divaksin. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk ikut berpartispasi,” tandasnya

Sementara itu, Kelian Dinas Yeh Panes, Desa Patas Ketut Surtana menyebutkan dalam 1 KK rata-rata warganya memelihara anjing sebanyak 3 ekor. Dengan jumlah KK sebanyak 400 KK.

Setelah adanya anjing dengan positif rabies hari ini cukup banyak warga yang datang melakukan vaksinasi.

Semakin seirng datang dari dinas pengetahuan masyarakat semakin paham cara memelihara anjing. Karena diberikan edukasi itu penting menurut masyarakat .   

 “Vaksinasi masal kali ini dengan harapan Banjar Yeh Panes aman dari rabies. Karena warga sempat was-was terhadap anjing peliharaan,” pungkasnya.



GEROKGAK – Kasus gigitan anjing rabies di Kecamatan Gerokgak yang masih terbilang tinggi. Saat ini ada tiga desa yang menjadi ring zona merah anjing dengan positif rabies.

Yakni Desa Pengulon, Patas dan Sumberkima. Pemerintah Provinsi Bali melalui dinas peternakan dan kesehatan hewan kembali mendatangi Banjar Yeh Panes, Desa Patas untuk melakukan vaksinasi massal dan sterilisasi.

Petugas Kesehatan Hewan (Keswa) Kecamatan Gerokgak Drh I Gede Sukerta mengakui kalau Bali belum bisa bebas dari rabies.

Pasalnya masih ditemukan  kasus anjing positif rabies. Di Buleleng Barat Gerokgak baru-baru ini ada 8 warga desa Sumber Kima yang terkena gigitan anjing dengan posistif rabies.

Beruntung 8 warga yang tergigit sudah suntik vaksin anti rabies(VAR). Sehingga tidak jatuh korban.

Selain Desa Sumberkima dan Pengulon dilakukan vaksinasi masal, Desa Patas juga masuk zona merah rabies.

Setelah 6 orang warga pada bulan lalu tergigit anjing rabies. Sehingga vaksinasi massal rabies terus dilakukan.

“Yang disasar vaksin anjing-anjing jantan dan betina. Kemudian kami juga sterilisasi  dengan tujuan depopulisasi. Karena kita tahu bahwa anjing itu beranak lebih dari satu.

Untuk mengurangi pembuangan anjing yang tidak disukai. Biasa anjing betina yang dibuang oleh warga,” ungkapnya Selasa (25/6) kemarin.

Kendati pihaknya gencar lakukan vaksinasi masal. Lagi-lagi kendala dengan warga, ada saja warga yang tidak mau anjing di vaksinasi. Khusus anjing liar di luar pemeliharaan warga.

“Ya kami buru untuk diberikan vaksin, dengan tujuan tidak ada anjing yang tercecer belum tervaksin,” ujarnya.  

Dia menambahkan, stok vaksin untuk anjing kecamatan Gerokgak masih kategori aman tersedia sebanyak 500 vaksin.

Dari vaksinasi masal yang dilakukan masyarakat diminta untuk berperan aktif. Khususnya yang memiliki anjing agar datang ke balai banjar untuk melakukan vaksinasi massal.

“Kami tidak ingin sampai ada anjing yang kelewatan dan tidak divaksin. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk ikut berpartispasi,” tandasnya

Sementara itu, Kelian Dinas Yeh Panes, Desa Patas Ketut Surtana menyebutkan dalam 1 KK rata-rata warganya memelihara anjing sebanyak 3 ekor. Dengan jumlah KK sebanyak 400 KK.

Setelah adanya anjing dengan positif rabies hari ini cukup banyak warga yang datang melakukan vaksinasi.

Semakin seirng datang dari dinas pengetahuan masyarakat semakin paham cara memelihara anjing. Karena diberikan edukasi itu penting menurut masyarakat .   

 “Vaksinasi masal kali ini dengan harapan Banjar Yeh Panes aman dari rabies. Karena warga sempat was-was terhadap anjing peliharaan,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/