alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Terkendala Geografis, Gianyar Utara Kesulitan Akses Wifi Gratis

GIANYAR – Pemerintah Gianyar memasang 247 titik di sejumlah lokasi di Kabupaten Gianyar. Pemasangan kini sedang berlangsung.

Namun, pemasangan menemukan kendala. Terutama di daerah Gianyar utara. Itu karena sulit menerukan jaringan di dataran tinggi, terutama daerah yang dekat Kintamani.

Kabid E-Government Dinas Komunikasi dan Informasti (Diskominfo) Kabupaten Gianyar, Wayan Manik Suhartanta, menyatakan pemasangan wifi itu dilakukan di desa pakraman, Puskesmas, dan obyek pariwisata di Gianyar.

“Kami di daerah hanya operatornya saja. Karena ini kan program provinsi yang bekerjasama dengan pihak Telkom,” ujarnya.

Kata dia, pemasangan wifi itu juga ada kategorinya. “Mulai dari PT1, PT2, PT3, dan PT3C. Kalau nama istilahnya itu ada artinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Sidak Parcel Lebaran, Diskop Temukan Produk Mamin Tanpa Label

Untuk PT1 merupakan pemasangan jaringan wifi di desa pakraman sudah siap digunakan. PT2 masih memerlukan upaya lagi dalam penggunaannya, PT3 masih memerlukan infrastruktur seperti tiang maupun alat.

Sedangkan PT3C tersebut mengalami kendala karena tidak adanya sinyal yang terkangkau.

“Kendalanya itu rata-rata lokasi Gianyar atas yang berdekatan dengan daerah Kintamani. Secara umum penyebabnya adalah dari letak geografi,” jelasnya.

Diakui, kendala itu akan sampaikan dalam rapat evaluasi pada Kamis ini. “Entah akan diganti atau bagaimana, kami masih menunggu saja,” ungkapnya.

Manik juga menambahkan, kecepatan wifi yang dipasang per titiknya sebesar 20 mega byte per second (mbps). 

Dengan jangkauannya mencapai 50 meter jika lokasinya los tanpa ada batasan dengan tembok maupun benda lainnya.

Baca Juga:  Baru 14 Desa Cairkan BLT Dana Desa, Sisanya Ditarget Dua Minggu Lagi

Sampai saat ini, ada beberapa tempat yang telah dipasangi wi-fi. Masyarakat, terutama anak-anak dan remaja telah memanfaatkan dengan cara datang ke balai banjar.

“Beberapa lokasi memang sudah dipergunakan, namun sejauh mana pemanfaatannya itu kami kan tidak bisa mengawasinya.

Ini perlunya dalam pengawasan keterlibatan dari kalangan prajuru adat, masyarakat, dan orang tua khususnya,” pungkasnya.



GIANYAR – Pemerintah Gianyar memasang 247 titik di sejumlah lokasi di Kabupaten Gianyar. Pemasangan kini sedang berlangsung.

Namun, pemasangan menemukan kendala. Terutama di daerah Gianyar utara. Itu karena sulit menerukan jaringan di dataran tinggi, terutama daerah yang dekat Kintamani.

Kabid E-Government Dinas Komunikasi dan Informasti (Diskominfo) Kabupaten Gianyar, Wayan Manik Suhartanta, menyatakan pemasangan wifi itu dilakukan di desa pakraman, Puskesmas, dan obyek pariwisata di Gianyar.

“Kami di daerah hanya operatornya saja. Karena ini kan program provinsi yang bekerjasama dengan pihak Telkom,” ujarnya.

Kata dia, pemasangan wifi itu juga ada kategorinya. “Mulai dari PT1, PT2, PT3, dan PT3C. Kalau nama istilahnya itu ada artinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Amazing, Gianyar Bangun Videotron Raksasa, Sedot Anggaran Miliaran

Untuk PT1 merupakan pemasangan jaringan wifi di desa pakraman sudah siap digunakan. PT2 masih memerlukan upaya lagi dalam penggunaannya, PT3 masih memerlukan infrastruktur seperti tiang maupun alat.

Sedangkan PT3C tersebut mengalami kendala karena tidak adanya sinyal yang terkangkau.

“Kendalanya itu rata-rata lokasi Gianyar atas yang berdekatan dengan daerah Kintamani. Secara umum penyebabnya adalah dari letak geografi,” jelasnya.

Diakui, kendala itu akan sampaikan dalam rapat evaluasi pada Kamis ini. “Entah akan diganti atau bagaimana, kami masih menunggu saja,” ungkapnya.

Manik juga menambahkan, kecepatan wifi yang dipasang per titiknya sebesar 20 mega byte per second (mbps). 

Dengan jangkauannya mencapai 50 meter jika lokasinya los tanpa ada batasan dengan tembok maupun benda lainnya.

Baca Juga:  Cegah Alih Fungsi Lahan, Petani Bali Minta Kepastian Ketersediaan Air

Sampai saat ini, ada beberapa tempat yang telah dipasangi wi-fi. Masyarakat, terutama anak-anak dan remaja telah memanfaatkan dengan cara datang ke balai banjar.

“Beberapa lokasi memang sudah dipergunakan, namun sejauh mana pemanfaatannya itu kami kan tidak bisa mengawasinya.

Ini perlunya dalam pengawasan keterlibatan dari kalangan prajuru adat, masyarakat, dan orang tua khususnya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/