alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Tak Tertampung di Sekolah Negeri, Ratusan Wali Murid Demo ke DPRD Bali

DENPASAR- Ratusan wali murid dan calon siswa baru, Senin (26/7) mendatangi Gedung DPRD Bali.

 

Kedatangan para wali murid, ini untuk mempertanyakan nasib anak mereka yang tercecer dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021.

 

Selain mengeluhkan karena sekolah negeri sudah ditutup, mereka juga sangat keberatan dan biaya sekolah swasta yang mahal. 

 

Seperti disampaikan Koordinator orang tua dan siswa Wayan Manu. Di hadapan pimpinan dewan, Manu menyatakan kasihan dengan nasib para siswa yang tercecer.

 

Menurutnya, saat ini PPDB untuk sekolah negeri sudah tutup. Sementara untuk di sekolah swasta terkendala dengan biaya yang cukup mahal.

 

Manu mengaku, seluruh data-data siswa sekolah telah diserahkan ke Komisi IV DPRD Bali.

 

Selain itu, pihaknya juga telah menyerahkan data ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali.

 

“Data kami sudah diserahkan ke Komisi IV. Kata Komisi IV sudah diserahkan ke Dinas. Tapi dari Dinas belum ada tindak lanjut apapun” tandas Wayan Manu.

Baca Juga:  Abrasi Kian Parah, Ini Titik Abrasi yang Perlu Diwaspadai di Buleleng

 

 

Menanggapi keluhan para orang tua siswa, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta menyatakan, berdasarkan Pergub yang merupakan tindaklanjut dari Permendiknas.

 

Selain itu, sesuai dengan juklak dan juknis PPDB sudah berjalan dengan baik.

 

Akan tetapi, karena di tengah situasi Pandemi Covid-19 seperti saat ini, ia memaklumi banyaknya masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri. Mengingat, sekolah swasta biaya yang dikeluarkan lebih mahal.

 

“Sudah disampaikan ke gubernur pada sidang paripurna. Jadi persoalan seperti itu, tyang (saya) harap bapak/ibu betul-betul (mengerti). Kami sudah berusaha niki dengan Pemerintah,” papar Putu Budiarta.

 

Lebih lanjut, Budiarta juga menambahkan, jika Komisi IV DPRD Bali akan segera memanggil Disdik Provinsi Bali untuk mempertanyakan solusi dan tindaklanjut terhadap banyaknya siswa yang tercecer tersebut.

 

“Kami akan segera panggil pemerintah lewat Kadis Pendidikan agar anak-anak bapak/ibu bisa ditampung. Biar cepat selesai,” pungkas Budiarta.

Baca Juga:  Lestarikan Aksara Bali, Gubernur Terbitkan Pergub No.80 Tahun 2018

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan langsung persoalan PPDB kepada Eksekutif melalui Sidang Paripurna.

 

“Tadi kami sudah sidang (paripurna). Kemudian, Ketua Komisi IV maupun anggotanya sudah mengusulkan yang sama karena menangkap aspirasi dari bapak-bapak semuanya,” jelasnya.

 

Sebagai lembaga dewan, Sugawa Korry menyatakan pihaknya akan mendesak kepada Eksekutif untuk segera menyelesaikan persoalan PPDB. Termasuk juga memberikan solusi terhadap siswa yang tercecer. “Kami di DPRD Bali mendesak, dan Pak Wakil Gubernur akan menyampaikan kepada Gubernur untuk menuntaskan masalah ini,” tegas politisi senior Partai Golkar asal Buleleng, ini.

 

Selain itu, lanjut Sugawa Korry, pihaknya juga akan memberikan support anggaran jika memang dibutuhkan untuk menuntaskan persoalan siswa tercecer. Misalnya saja, penambahan guru dan ruangan kelas. 

 


DENPASAR- Ratusan wali murid dan calon siswa baru, Senin (26/7) mendatangi Gedung DPRD Bali.

 

Kedatangan para wali murid, ini untuk mempertanyakan nasib anak mereka yang tercecer dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021.

 

Selain mengeluhkan karena sekolah negeri sudah ditutup, mereka juga sangat keberatan dan biaya sekolah swasta yang mahal. 

 

Seperti disampaikan Koordinator orang tua dan siswa Wayan Manu. Di hadapan pimpinan dewan, Manu menyatakan kasihan dengan nasib para siswa yang tercecer.

 

Menurutnya, saat ini PPDB untuk sekolah negeri sudah tutup. Sementara untuk di sekolah swasta terkendala dengan biaya yang cukup mahal.

 

Manu mengaku, seluruh data-data siswa sekolah telah diserahkan ke Komisi IV DPRD Bali.

 

Selain itu, pihaknya juga telah menyerahkan data ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali.

 

“Data kami sudah diserahkan ke Komisi IV. Kata Komisi IV sudah diserahkan ke Dinas. Tapi dari Dinas belum ada tindak lanjut apapun” tandas Wayan Manu.

Baca Juga:  Gawat! Dana KIS Hanya Cukup Hingga 10 Bulan Mendatang

 

 

Menanggapi keluhan para orang tua siswa, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta menyatakan, berdasarkan Pergub yang merupakan tindaklanjut dari Permendiknas.

 

Selain itu, sesuai dengan juklak dan juknis PPDB sudah berjalan dengan baik.

 

Akan tetapi, karena di tengah situasi Pandemi Covid-19 seperti saat ini, ia memaklumi banyaknya masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri. Mengingat, sekolah swasta biaya yang dikeluarkan lebih mahal.

 

“Sudah disampaikan ke gubernur pada sidang paripurna. Jadi persoalan seperti itu, tyang (saya) harap bapak/ibu betul-betul (mengerti). Kami sudah berusaha niki dengan Pemerintah,” papar Putu Budiarta.

 

Lebih lanjut, Budiarta juga menambahkan, jika Komisi IV DPRD Bali akan segera memanggil Disdik Provinsi Bali untuk mempertanyakan solusi dan tindaklanjut terhadap banyaknya siswa yang tercecer tersebut.

 

“Kami akan segera panggil pemerintah lewat Kadis Pendidikan agar anak-anak bapak/ibu bisa ditampung. Biar cepat selesai,” pungkas Budiarta.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Lebat, Atap Bangunan SDN 1 Babahan Penebel Ambruk

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan langsung persoalan PPDB kepada Eksekutif melalui Sidang Paripurna.

 

“Tadi kami sudah sidang (paripurna). Kemudian, Ketua Komisi IV maupun anggotanya sudah mengusulkan yang sama karena menangkap aspirasi dari bapak-bapak semuanya,” jelasnya.

 

Sebagai lembaga dewan, Sugawa Korry menyatakan pihaknya akan mendesak kepada Eksekutif untuk segera menyelesaikan persoalan PPDB. Termasuk juga memberikan solusi terhadap siswa yang tercecer. “Kami di DPRD Bali mendesak, dan Pak Wakil Gubernur akan menyampaikan kepada Gubernur untuk menuntaskan masalah ini,” tegas politisi senior Partai Golkar asal Buleleng, ini.

 

Selain itu, lanjut Sugawa Korry, pihaknya juga akan memberikan support anggaran jika memang dibutuhkan untuk menuntaskan persoalan siswa tercecer. Misalnya saja, penambahan guru dan ruangan kelas. 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/