alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Duh, Material Proyek Shortcut Bali Utara Berjatuhan ke Danau Beratan

TABANAN – Proyek jalur shortcut Denpasar – Buleleng terus dikebut. Targetnya, shortcut bisa segera diujicoba sebelum benar-benar beroperasi.

Namun, sayangnya proyek bermiliaran rupiah ini bukannya tanpa dampak. Seperti yang terjadi di Danau Beratan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi, sejumlah alat berat sedang bekerja. Namun, tumpahan batu dan tanah dalam pengerjaan jatuh ke Danau Beratan.

“Kalau didekati, memang membuat air keruh di pinggir danau,” ujar penyewa boat yang ada di Danau Beratan.

Apakah menggangu pariwisata? “Nggak sih. Yang keruh kan dipinggir. Jadi ditengah nggak keruh,” ujarnya.

Dipinggir danau sejatinya dimaanfatkan untuk wisata mancing. Meski begitu, pengerjaan pembangunan tetap dilanjutkan meski pun material jatuh ke danau.

Baca Juga:  KKP Cek Kesehatan Penumpang, Viking Sun Belum Diizinkan Bersandar

Diketahui sebelumnya, untuk memperlancar lalu lalang kendaraan Denpasar – Singaraja dan sebaliknya, titik shortcut bakal ditambah.

Jalur shortcut Denpasar – Singaraja yang semula direncanakan hanya 10 titik, akan ditambah menjadi 2 titik lagi.

Sehingga jalurshortcut akan terus tembus hingga wilayah Desa Ambengan. Gubernur Bali Wayan Koster mengaku telah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Termasuk dengan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Dharmawana. Rencananya titik 11 dan 12 akan dikerjakan setelah 10 titik shortcut tuntas dikerjakan.

“Harusnya sampai Ambengan, itu baru benar. (Jembatan) Bangkiang Sidem itu lho. Itu nanti teknis lah. Pokoknya selesai 10 (titik)

ini dulu. Mudah-mudahan 2021 bisa selesai 10 titik, lanjut lagi. langsung lanjut (titik 11 dan 12),” tukasnya.

Baca Juga:  Terjadi 27 Bencana di Kabupaten Badung


TABANAN – Proyek jalur shortcut Denpasar – Buleleng terus dikebut. Targetnya, shortcut bisa segera diujicoba sebelum benar-benar beroperasi.

Namun, sayangnya proyek bermiliaran rupiah ini bukannya tanpa dampak. Seperti yang terjadi di Danau Beratan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi, sejumlah alat berat sedang bekerja. Namun, tumpahan batu dan tanah dalam pengerjaan jatuh ke Danau Beratan.

“Kalau didekati, memang membuat air keruh di pinggir danau,” ujar penyewa boat yang ada di Danau Beratan.

Apakah menggangu pariwisata? “Nggak sih. Yang keruh kan dipinggir. Jadi ditengah nggak keruh,” ujarnya.

Dipinggir danau sejatinya dimaanfatkan untuk wisata mancing. Meski begitu, pengerjaan pembangunan tetap dilanjutkan meski pun material jatuh ke danau.

Baca Juga:  Ahli Pariwisata Dorong Penghapusan Masa Karantina Bagi Wisman ke Bali

Diketahui sebelumnya, untuk memperlancar lalu lalang kendaraan Denpasar – Singaraja dan sebaliknya, titik shortcut bakal ditambah.

Jalur shortcut Denpasar – Singaraja yang semula direncanakan hanya 10 titik, akan ditambah menjadi 2 titik lagi.

Sehingga jalurshortcut akan terus tembus hingga wilayah Desa Ambengan. Gubernur Bali Wayan Koster mengaku telah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Termasuk dengan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Dharmawana. Rencananya titik 11 dan 12 akan dikerjakan setelah 10 titik shortcut tuntas dikerjakan.

“Harusnya sampai Ambengan, itu baru benar. (Jembatan) Bangkiang Sidem itu lho. Itu nanti teknis lah. Pokoknya selesai 10 (titik)

ini dulu. Mudah-mudahan 2021 bisa selesai 10 titik, lanjut lagi. langsung lanjut (titik 11 dan 12),” tukasnya.

Baca Juga:  Aktivitas Pengerukan Bukit Marak di Klungkung, Jalan Compang-camping

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/