alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Dana BOS Tak Mampu Tanggulangi Biaya Internet Pembelajaran Online

SEMARAPURA – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) rupanya tidak terlalu membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan para peserta didik di Kabupaten Klungkung dalam mengikuti pembelajaran dengan sistem online.

Sebab sekolah hanya bisa mengalokasikan sekitar Rp 50 ribu – Rp 75 ribu untuk pembelian kuota internet per siswa per tiga bulan dari dana BOS.

Untuk itu Pemkab Klungkung segera melakukan kerja sama dengan salah satu provider untuk menyediakan kuota internet murah kepada para siswa di Klungkung.

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan mengungkapkan, seluruh sekolah di Kabupaten Klungkung belum bisa menerapkan pembelajaran dengan sistem tatap muka langsung.

Sehingga hingga saat ini proses pembelajaran di Kabupaten Klungkung masih diterapkan dengan sistem online.

“Saat ini masih dalam persiapan, pembinaan dan penilaian untuk bisa menerapkan proses pembelajaran tatap muka langsung,” ujarnya

Baca Juga:  Pengungsi Terus Bertambah, Dana Bencana Diusulkan Naik

Sama halnya dengan daerah lain, orang tua siswa di Kabupaten Klungkung juga mengeluhkan beratnya biaya kuota internet untuk bisa mengikuti proses pembelajaran dengan sistem online.

Untuk satu bulan saja, orang tua siswa mau tidak mau harus mengeluarkan biaya kuota internet minimal Rp 75 ribu agar anak-anaknya bisa mengikuti proses pembelajaran online.

“Agar bisa mengirit kuota, anak-anak minta proses pembelajarannya tidak menggunakan aplikasi. Tapi melalui group WhatsApp,” katanya.

Untuk membantu meringankan beban orang tua siswa, menurutnya setiap sekolah di Klungkung telah mengalokasikan dana BOSnya untuk pembelian kuota internet untuk para siswa.

Hanya saja anggaran pembelian kuota internet yang bisa dialokasikan untuk itu tidaklah besar, yakni berkisar Rp 50 ribu – Rp 75 ribu untuk pembelian kuota internet per siswa per tiga bulan.

“Sudah barang tentu itu jauh dari kebutuhan pembelian kuota siswa,” jelasnya. Untung saja masalah itu mulai menemukan solusi.

Baca Juga:  Perawat Positif Covid-19, Puskesmas Kuta Selatan Batasi Pelayanan

Di mana salah satu provider menawarkan bantuan kuota internet gratis sebesar 10 GB per siswa di bulan September mendatang.

Sementara untuk bulan-bulan selanjutnya, para siswa hanya dikenakan biaya Rp 5 ribu per siswa per bulan untuk mendapatkan kuota internet sebesar 11 GB.

“Program ini akan diperuntukkan untuk siswa SD, SMP dan SMA yang ada di Klungkung. Untuk Siswa SD, itu dimulai dari kelas IV, V, dan VI. Kalau siswa I, II, dan III kan lebih banyak belajar dengan orang tuanya,” terangnya.

Rencananya hari ini pihaknya akan mengumpulkan kepala sekolah se-Kabupaten Klungkung untuk membahas hal ini. Mulai dari sistem pemanfaatannya hingga pembelajarannya.

“Tentunya hal ini sangat meringankan. Karena untuk kuota internet sekitar 3,5 GB sudah Rp 50 ribu bahkan lebih,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) rupanya tidak terlalu membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan para peserta didik di Kabupaten Klungkung dalam mengikuti pembelajaran dengan sistem online.

Sebab sekolah hanya bisa mengalokasikan sekitar Rp 50 ribu – Rp 75 ribu untuk pembelian kuota internet per siswa per tiga bulan dari dana BOS.

Untuk itu Pemkab Klungkung segera melakukan kerja sama dengan salah satu provider untuk menyediakan kuota internet murah kepada para siswa di Klungkung.

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan mengungkapkan, seluruh sekolah di Kabupaten Klungkung belum bisa menerapkan pembelajaran dengan sistem tatap muka langsung.

Sehingga hingga saat ini proses pembelajaran di Kabupaten Klungkung masih diterapkan dengan sistem online.

“Saat ini masih dalam persiapan, pembinaan dan penilaian untuk bisa menerapkan proses pembelajaran tatap muka langsung,” ujarnya

Baca Juga:  Kabar Buruk, Akhir Tahun, Kasus Kematian Covid di Jembrana Meningkat

Sama halnya dengan daerah lain, orang tua siswa di Kabupaten Klungkung juga mengeluhkan beratnya biaya kuota internet untuk bisa mengikuti proses pembelajaran dengan sistem online.

Untuk satu bulan saja, orang tua siswa mau tidak mau harus mengeluarkan biaya kuota internet minimal Rp 75 ribu agar anak-anaknya bisa mengikuti proses pembelajaran online.

“Agar bisa mengirit kuota, anak-anak minta proses pembelajarannya tidak menggunakan aplikasi. Tapi melalui group WhatsApp,” katanya.

Untuk membantu meringankan beban orang tua siswa, menurutnya setiap sekolah di Klungkung telah mengalokasikan dana BOSnya untuk pembelian kuota internet untuk para siswa.

Hanya saja anggaran pembelian kuota internet yang bisa dialokasikan untuk itu tidaklah besar, yakni berkisar Rp 50 ribu – Rp 75 ribu untuk pembelian kuota internet per siswa per tiga bulan.

“Sudah barang tentu itu jauh dari kebutuhan pembelian kuota siswa,” jelasnya. Untung saja masalah itu mulai menemukan solusi.

Baca Juga:  Konservasi Penyu di Penimbangan Meningkat, Kini Jumlahnya Capai Ribuan

Di mana salah satu provider menawarkan bantuan kuota internet gratis sebesar 10 GB per siswa di bulan September mendatang.

Sementara untuk bulan-bulan selanjutnya, para siswa hanya dikenakan biaya Rp 5 ribu per siswa per bulan untuk mendapatkan kuota internet sebesar 11 GB.

“Program ini akan diperuntukkan untuk siswa SD, SMP dan SMA yang ada di Klungkung. Untuk Siswa SD, itu dimulai dari kelas IV, V, dan VI. Kalau siswa I, II, dan III kan lebih banyak belajar dengan orang tuanya,” terangnya.

Rencananya hari ini pihaknya akan mengumpulkan kepala sekolah se-Kabupaten Klungkung untuk membahas hal ini. Mulai dari sistem pemanfaatannya hingga pembelajarannya.

“Tentunya hal ini sangat meringankan. Karena untuk kuota internet sekitar 3,5 GB sudah Rp 50 ribu bahkan lebih,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/