alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Alat Berat Rusak, Pelayanan Sampah di Tabanan Kacau Tak Terangkut

TABANAN – Alat beratdi TPA Mandung Kerambitan mengalami kerusakan. Akibatnya pelayanan sampah di Tabanan menjadi kacau. Banyak sampah di TPS menumpuk tak terangkut. Dan sampah di TPA juga menumpuk tak bisa ditata.

 

Kerusakan alat berat tersebut rupanya sudah terjadi sejak Jumat 20 Agustus 2021 lalu.

 

“Jadi sudah beberapa hari ini kita terpaksa tunda pengiriman (sampah) ke TPA karena alat beratnya rusak,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, Kamis 26 Agustus 2021.

 

Dia mengungkapkan, dua alat berat berupa backhoe yang tersedia di TPA untuk sementara masih belum bisa digunakan karena rusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan.

Baca Juga:  Mangkrak, Wapres JK Minta Dermaga Tanah Ampo Dioperasikan

 

Namun pihaknya mengklaim sebelumnya petugas sudah bisa memberikan pelayanan satu kali (pengangkutan) tapi masih belum maksimal.

 

“Astungkara segera kita layani kembali pengangkutannya, saat ini alatnya masih perbaikan. Alat berat sempat rusak dari hari Jumat Lalu dan hari Senin tgl 23 Agustus sudah bisa diperbaiki tapi belum maksimal, maka kami melakukan penundaan buang sampah ke TPA,” jelasnya.

 

Banyak sampah-sampah rumah tangga yang belum terangkut lantaran kondisi alat berat rusak sehingga terjadi penumpukan di tempat pembuangan memang di desa dan perkotaan.

 

Melihat kondisi demikian Subagia mengimbau kepada para perbekel untuk disampaikan ke masyarakat agar mengambil langkah untuk menampung sampah sementara waktu di rumah. Bila perlu mengolah sampah secara mandiri memisahkan sampah organik dan non organik.

Baca Juga:  Dukung Pembangunan Infrastruktur Pariwisata dengan Jajal Pasar di Bali

“Kita sudah imbau masyarakat mengambil langkah saling bergerak sesuai Pergub No 47 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Tapi pelaksanaannya di lapangan masyarakat ternyata masih belum siap. Padahal sebelumnya kita sudah infokan ke perbekel untuk diteruskan ke warganya,” jelasnya.

Cara lainnya untuk mengatasi masalah sampah yang kini belum terangkut. Masyarakat di desa dapat memanfaatkan TPS3R. Kemudian membuat sampah organik atau kompos.

“Jika semua elemen masyarakat sadar di Kabupaten Tabanan bisa otomatis terjadi pengurangan sampah di TPA Mandung yang kini kondisi sudah overload,” tandasnya. (uli)


TABANAN – Alat beratdi TPA Mandung Kerambitan mengalami kerusakan. Akibatnya pelayanan sampah di Tabanan menjadi kacau. Banyak sampah di TPS menumpuk tak terangkut. Dan sampah di TPA juga menumpuk tak bisa ditata.

 

Kerusakan alat berat tersebut rupanya sudah terjadi sejak Jumat 20 Agustus 2021 lalu.

 

“Jadi sudah beberapa hari ini kita terpaksa tunda pengiriman (sampah) ke TPA karena alat beratnya rusak,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, Kamis 26 Agustus 2021.

 

Dia mengungkapkan, dua alat berat berupa backhoe yang tersedia di TPA untuk sementara masih belum bisa digunakan karena rusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan.

Baca Juga:  Gubernur Bali Canangkan Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih

 

Namun pihaknya mengklaim sebelumnya petugas sudah bisa memberikan pelayanan satu kali (pengangkutan) tapi masih belum maksimal.

 

“Astungkara segera kita layani kembali pengangkutannya, saat ini alatnya masih perbaikan. Alat berat sempat rusak dari hari Jumat Lalu dan hari Senin tgl 23 Agustus sudah bisa diperbaiki tapi belum maksimal, maka kami melakukan penundaan buang sampah ke TPA,” jelasnya.

 

Banyak sampah-sampah rumah tangga yang belum terangkut lantaran kondisi alat berat rusak sehingga terjadi penumpukan di tempat pembuangan memang di desa dan perkotaan.

 

Melihat kondisi demikian Subagia mengimbau kepada para perbekel untuk disampaikan ke masyarakat agar mengambil langkah untuk menampung sampah sementara waktu di rumah. Bila perlu mengolah sampah secara mandiri memisahkan sampah organik dan non organik.

Baca Juga:  TPA Mandung Tabanan Overload Parah, Paling Krodit di Bali

“Kita sudah imbau masyarakat mengambil langkah saling bergerak sesuai Pergub No 47 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Tapi pelaksanaannya di lapangan masyarakat ternyata masih belum siap. Padahal sebelumnya kita sudah infokan ke perbekel untuk diteruskan ke warganya,” jelasnya.

Cara lainnya untuk mengatasi masalah sampah yang kini belum terangkut. Masyarakat di desa dapat memanfaatkan TPS3R. Kemudian membuat sampah organik atau kompos.

“Jika semua elemen masyarakat sadar di Kabupaten Tabanan bisa otomatis terjadi pengurangan sampah di TPA Mandung yang kini kondisi sudah overload,” tandasnya. (uli)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/