alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Miris! Pengelola Taman Soekasada Tak Mampu Bayar Gaji Karyawan

AMLAPURA – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari darurat hingga saat ini berdampak buruk bagi sejumlah obyek wisata di Karangasem.

Seperti yang dialami objek wisata Taman Soekasada Ujung di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Pandemi covid-19 menghantam operasional taman ini. Terlebih di saat penerapan PPKM yang membuat pengelolaan taman tersebut terseok-seok.

Manajer Taman Sokasada, Ida Made Alit mengaku, akibat penerapan PPKM yang tidak memperbolehkan tempat wisata beroperasi, pihaknya tidak mampu berbuat banyak.

Dampak yang paling besar dihadapi saat ini, pengelola tidak mampu membayar gaji karyawan selama sebulan. Tepatnya di bulan Agustus ini.

 

“Sudah tidak ada lagi uang untuk membayar operasional. Uang cadangan sisa satu juta,” ujarnya Kamis (26/8).

Baca Juga:  Anggaran LPJ Akan Dikepras, Karangasem Bisa Gelap Gulita

Uang cadangan sebelumnya kata dia sudah habis untuk membayar operasional. Seperti tagihan listrik, tagihan air, tagihan wifi, dan tagihan BPJS Kesehatan.

 

“Sudah tak ada anggaran. Untuk beli canang saja harus pinjam,” keluhnya.

Tak hanya menunggak gaji, pengelola Taman Soekasada juga tidak bisa membayar tagihan BPJS Ketenagakerjaan selama dua bulan belakangan.

 

“BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan juga tidak dibayarkan dari Juli dan Agustus,” imbuh Alit.

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan karyawan terkait kondisi ini. Mereka semua memahami kondisi sulit ini lantaran objek wisata taman yang beridir sejak tahun 1909 ini tutup sejak dua bulan yang lalu.

 

“Untuk tunggakan gaji rencana kami bayarkan jika ada pemasukan. Jumlah karyawan di Taman Soekasada 47 orang,” kata dia.

Baca Juga:  Rencana PTM di Badung, Disdikpora Akui Masih Tunggu Level PPKM Turun

Seperti diketahui, operasional taman ini di masa normal bisa menghabiskan dana senilai Rp 300 juta. Namun setelah adanya pandemi, pihak pengelola melakukan efisiensi 50 persen. Saat normal, penghasilan perhari bisa mencapai Rp 15 juta.

 

Sedangkan setelah saat pandemi covid-19 pemasukan hanya berkisar Rp 2 sampai 3 juta saja pe rhari. Kondisi ini diperparah saar adanya penerapan PPKM yang membuat taman ini tanpa pemaskukan apapun.


AMLAPURA – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari darurat hingga saat ini berdampak buruk bagi sejumlah obyek wisata di Karangasem.

Seperti yang dialami objek wisata Taman Soekasada Ujung di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Pandemi covid-19 menghantam operasional taman ini. Terlebih di saat penerapan PPKM yang membuat pengelolaan taman tersebut terseok-seok.

Manajer Taman Sokasada, Ida Made Alit mengaku, akibat penerapan PPKM yang tidak memperbolehkan tempat wisata beroperasi, pihaknya tidak mampu berbuat banyak.

Dampak yang paling besar dihadapi saat ini, pengelola tidak mampu membayar gaji karyawan selama sebulan. Tepatnya di bulan Agustus ini.

 

“Sudah tidak ada lagi uang untuk membayar operasional. Uang cadangan sisa satu juta,” ujarnya Kamis (26/8).

Baca Juga:  Terdampak PPKM, Penjualan Sapi Bali di Beringkit Lesu Jelang Idul Adha

Uang cadangan sebelumnya kata dia sudah habis untuk membayar operasional. Seperti tagihan listrik, tagihan air, tagihan wifi, dan tagihan BPJS Kesehatan.

 

“Sudah tak ada anggaran. Untuk beli canang saja harus pinjam,” keluhnya.

Tak hanya menunggak gaji, pengelola Taman Soekasada juga tidak bisa membayar tagihan BPJS Ketenagakerjaan selama dua bulan belakangan.

 

“BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan juga tidak dibayarkan dari Juli dan Agustus,” imbuh Alit.

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan karyawan terkait kondisi ini. Mereka semua memahami kondisi sulit ini lantaran objek wisata taman yang beridir sejak tahun 1909 ini tutup sejak dua bulan yang lalu.

 

“Untuk tunggakan gaji rencana kami bayarkan jika ada pemasukan. Jumlah karyawan di Taman Soekasada 47 orang,” kata dia.

Baca Juga:  Berbagi ke Sesama, DFC Gelontor Warga Kurang Mampu Paket Sembako

Seperti diketahui, operasional taman ini di masa normal bisa menghabiskan dana senilai Rp 300 juta. Namun setelah adanya pandemi, pihak pengelola melakukan efisiensi 50 persen. Saat normal, penghasilan perhari bisa mencapai Rp 15 juta.

 

Sedangkan setelah saat pandemi covid-19 pemasukan hanya berkisar Rp 2 sampai 3 juta saja pe rhari. Kondisi ini diperparah saar adanya penerapan PPKM yang membuat taman ini tanpa pemaskukan apapun.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/