alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pura Agung Mpu Kuturan Mulai Dibangun

 

SINGARAJA, Radar Bali – Pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan di areal kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja mulai dilaksanakan. Hal itu ditandai dengan Pecaruan Manca Sanak dan upacara Ngeruak pada Jumat (27/8) pagi.

Upacara pecaruan Manca Sata dipimpin langsung oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Wiweka Natha dari Geriya Taman Tari Pinge, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Proses upacara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Usai dilaksanakan pecaruan, acara dilanjutkan dengan prosesi ngeruak sebagai pertanda dimulainya proses pembangunan. Sejumlah pekerja dari pihak rekanan sudah mulai membuat fondasi.

Berdasarkan data yang diperoleh, pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan yang dalam Surat Perjanjian disebut Bangunan Fisik Lab dan Praktik Keagamaan ini didanai dari dana DIPA STAHN Mpu Kuturan Singaraja tahun 2021 sebesar Rp 1.452.468.800. Proses pembangunan dilaksanakan selama 120 hari kalender oleh rekanan PT Megah Tama Perkasa, terhitung 26 Agustus 2021 hingga 23 Desember 2021 mendatang.

Baca Juga:  Peduli Lansia, Ikatan Istri Karyawan Mandiri Bagi Puluhan Paket Pangan

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A ditemui seusai mengikuti upacara pecaruan mengatakan proses pembangunan parahyangan di areal Kampus yang berlokasi di Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning, Singaraja ini diawali dengan penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada Kamis (26/8) lalu. Penandatanganan SPMK juga disaksikan langsung dari pihak Kejari Buleleng.

Dikatakan Suwindia, Pura Agung Mpu Kuturan ini dibangun dengan arsitektur khas Buleleng. Seluruh material akan berasal dari Buleleng. Pun dengan gaya ukiran akan mengadopsi ukiran khas Buleleng.

- Advertisement -

“Nanti stylenya akan meniru seperti Pura Beji di Sangsit sebagai ciri khas Buleleng. Kami punya komitmen untuk melestarikan budaya lokal yang sudah mengakar di Buleleng sehingga menjadi ikon bagi STAHN Mpu Kuturan Singaraja,” ujar Suwindia.

Baca Juga:  Sanitasi Layak Baru 92 %, 975 KK Digelontor Bantuan Sarana Sanitasi

Jika tidak ada aral melintang, proses pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan ini akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang. Paket pekerjaannya difokuskan pada pembuatan ukiran bergaya Bali Utara.

“Tahun ini hanya pembangunan fisik saja. Proyek ngukirnya tahun 2022. Sekalian dengan rencana hibah pak Gubernur untuk memberikan bantuan tembok penyengker dengan sytle Bali Utara,” imbuhnya.

Suwindia pun berharap agar pembangunan berjalan lancar tanpa ada hambatan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Dirjen Bimas Hindu, Kementrian Agama RI yang telah memberikan bantuan pembangunan parahyangan.

“Kami bersyukur atas bantuan pembangunan parahyangan dari Dirjen Bimas Hindu, Kemenag, semoga prosesnya berjalan lancar dan tuntas sesuai jadwal yang ditentukan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

 

SINGARAJA, Radar Bali – Pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan di areal kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja mulai dilaksanakan. Hal itu ditandai dengan Pecaruan Manca Sanak dan upacara Ngeruak pada Jumat (27/8) pagi.

Upacara pecaruan Manca Sata dipimpin langsung oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Wiweka Natha dari Geriya Taman Tari Pinge, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Proses upacara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Usai dilaksanakan pecaruan, acara dilanjutkan dengan prosesi ngeruak sebagai pertanda dimulainya proses pembangunan. Sejumlah pekerja dari pihak rekanan sudah mulai membuat fondasi.

Berdasarkan data yang diperoleh, pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan yang dalam Surat Perjanjian disebut Bangunan Fisik Lab dan Praktik Keagamaan ini didanai dari dana DIPA STAHN Mpu Kuturan Singaraja tahun 2021 sebesar Rp 1.452.468.800. Proses pembangunan dilaksanakan selama 120 hari kalender oleh rekanan PT Megah Tama Perkasa, terhitung 26 Agustus 2021 hingga 23 Desember 2021 mendatang.

Baca Juga:  Sanitasi Layak Baru 92 %, 975 KK Digelontor Bantuan Sarana Sanitasi

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A ditemui seusai mengikuti upacara pecaruan mengatakan proses pembangunan parahyangan di areal Kampus yang berlokasi di Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning, Singaraja ini diawali dengan penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada Kamis (26/8) lalu. Penandatanganan SPMK juga disaksikan langsung dari pihak Kejari Buleleng.

Dikatakan Suwindia, Pura Agung Mpu Kuturan ini dibangun dengan arsitektur khas Buleleng. Seluruh material akan berasal dari Buleleng. Pun dengan gaya ukiran akan mengadopsi ukiran khas Buleleng.

“Nanti stylenya akan meniru seperti Pura Beji di Sangsit sebagai ciri khas Buleleng. Kami punya komitmen untuk melestarikan budaya lokal yang sudah mengakar di Buleleng sehingga menjadi ikon bagi STAHN Mpu Kuturan Singaraja,” ujar Suwindia.

Baca Juga:  Pulang Sekolah, Pelajar MAN Negara Tabrak Pikap, Tewas Mengenaskan

Jika tidak ada aral melintang, proses pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan ini akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang. Paket pekerjaannya difokuskan pada pembuatan ukiran bergaya Bali Utara.

“Tahun ini hanya pembangunan fisik saja. Proyek ngukirnya tahun 2022. Sekalian dengan rencana hibah pak Gubernur untuk memberikan bantuan tembok penyengker dengan sytle Bali Utara,” imbuhnya.

Suwindia pun berharap agar pembangunan berjalan lancar tanpa ada hambatan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Dirjen Bimas Hindu, Kementrian Agama RI yang telah memberikan bantuan pembangunan parahyangan.

“Kami bersyukur atas bantuan pembangunan parahyangan dari Dirjen Bimas Hindu, Kemenag, semoga prosesnya berjalan lancar dan tuntas sesuai jadwal yang ditentukan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/