alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Prihatin, Ribuan Kera Alas Kedaton dapat Pakan

TABANAN-Pandemi Covid-19 memaksa pihak Daya Tarik Wisata Alas Kedaton yang berada di Desa Kukuh, Marga tutup total.

 

Gegara pandemi ini pemasukan dari DTW Alas Kedaton yang menyuguhkan wisata ribuan kera turun drastis.

 

Prihatin melihat kondisi DTW Alas Kedaton yang kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ribuan kera, sejumlah alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana angkatan 1993 memberikan bantuan pakan satwa berupa buah-buahan seperti pisang dan sayuran. Ada dua lokasi DTW yang didatangi, yakni Sangeh dan DTW Alas Kedaton Tabanan.

 

“Pandemi ini tidak saja berdampak pada lesunya ekonomi terutama pariwisata, namun keprihatinan juga dialami satwa kera-kera yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata di Bali,” ujar koordinator kegiatan I Dewa Made Widarma.

- Advertisement -

 

Dikatakan, memberi bantuan pakan kepada kera di DTW hasil dari urunan alumnus kedokteran hewan Unud dan secara spontan.

Baca Juga:  Covid-19 Jadi Ancaman, Pengawas UTBK Gunakan Pakaian Hazmat

 

Widarma yang juga Perbekel Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur itu menuturkan, keberadaan kera -kera ini patut mendapat perhatian semua pihak agar tidak mengalami kelangkaan makanan.

 

Disaat normal,  kera-kera ini tentunya tidak kesulitan mendapatan makanan, namun di masa pandemi hampir dua tahun, kondisinya berbeda.

 

“Makanan kera pasti sedikit, jadi kera ini perlu dukungan semua pihak untuk peduli memberi makanan kera, sehingga habitat kera tetap bertahan,” ungkapnya.

 

Perbekel Desa Kukuh, Marga I Wayan Sugianto mengatakan apa yang sudah dilakukan alumni dokter hewan dengan telah peduli terhadap kera di kawasan Alas Kedaton pihaknya mengucapkan banyak terimakasih.

 

“Sumbangsih ini sangat dibutuhkan, mengingat kami memang kesulitan di masalah pakan kera,” ucapnya.

Baca Juga:  Topang Ketahanan Pangan, Ratusan Peneliti Serangga Kumpul di Bali

 

Dia menyebut populasi kera yang berdiam di Alas Kedaton sudah mencapai 1.000 lebih. Pihaknya setiap hari harus sediakan makanan. Jika kera tersebut tidak dirawat khawatir karakter mereka akan menjadi galak, tidak jinak lagi.

 

“Yang kami takuti adalah kera-kera bisa keluar dari Alas Kedaton untuk mencari makanan di rumah-rumah penduduk dan dapat pula merusak tanaman warga,” ungkapnya.

 

Dari pihak pengelola menganggarkan biaya pakan sekitar Rp 15 juta setiap bulan. Dengan pakan rata-rata setiap hari 100 kilogram ketela. Namun karena pertimbangan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir. Pihak pengelola pun memilih untuk menghemat pengeluaran pada pakan kera.

- Advertisement -

TABANAN-Pandemi Covid-19 memaksa pihak Daya Tarik Wisata Alas Kedaton yang berada di Desa Kukuh, Marga tutup total.

 

Gegara pandemi ini pemasukan dari DTW Alas Kedaton yang menyuguhkan wisata ribuan kera turun drastis.

 

Prihatin melihat kondisi DTW Alas Kedaton yang kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ribuan kera, sejumlah alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana angkatan 1993 memberikan bantuan pakan satwa berupa buah-buahan seperti pisang dan sayuran. Ada dua lokasi DTW yang didatangi, yakni Sangeh dan DTW Alas Kedaton Tabanan.

 

“Pandemi ini tidak saja berdampak pada lesunya ekonomi terutama pariwisata, namun keprihatinan juga dialami satwa kera-kera yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata di Bali,” ujar koordinator kegiatan I Dewa Made Widarma.

 

Dikatakan, memberi bantuan pakan kepada kera di DTW hasil dari urunan alumnus kedokteran hewan Unud dan secara spontan.

Baca Juga:  Korban Trauma Berat dan Tak Berani ke Kampus Selesaikan Skripsi

 

Widarma yang juga Perbekel Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur itu menuturkan, keberadaan kera -kera ini patut mendapat perhatian semua pihak agar tidak mengalami kelangkaan makanan.

 

Disaat normal,  kera-kera ini tentunya tidak kesulitan mendapatan makanan, namun di masa pandemi hampir dua tahun, kondisinya berbeda.

 

“Makanan kera pasti sedikit, jadi kera ini perlu dukungan semua pihak untuk peduli memberi makanan kera, sehingga habitat kera tetap bertahan,” ungkapnya.

 

Perbekel Desa Kukuh, Marga I Wayan Sugianto mengatakan apa yang sudah dilakukan alumni dokter hewan dengan telah peduli terhadap kera di kawasan Alas Kedaton pihaknya mengucapkan banyak terimakasih.

 

“Sumbangsih ini sangat dibutuhkan, mengingat kami memang kesulitan di masalah pakan kera,” ucapnya.

Baca Juga:  Sidak Prokes, Satgas Covid-19 Klungkung Panen Denda Rp6 Juta¬†

 

Dia menyebut populasi kera yang berdiam di Alas Kedaton sudah mencapai 1.000 lebih. Pihaknya setiap hari harus sediakan makanan. Jika kera tersebut tidak dirawat khawatir karakter mereka akan menjadi galak, tidak jinak lagi.

 

“Yang kami takuti adalah kera-kera bisa keluar dari Alas Kedaton untuk mencari makanan di rumah-rumah penduduk dan dapat pula merusak tanaman warga,” ungkapnya.

 

Dari pihak pengelola menganggarkan biaya pakan sekitar Rp 15 juta setiap bulan. Dengan pakan rata-rata setiap hari 100 kilogram ketela. Namun karena pertimbangan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir. Pihak pengelola pun memilih untuk menghemat pengeluaran pada pakan kera.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/