alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Astaga…Gara-gara Buang Puntung Rokok, Kebun Jati 4,8 Ha Terbakar

NEGARA – Kebakaran kebun yang kembali terjadi membuat petugas pemadam kebakaran Pemkab Jembrana sibuk.

Jumat (26/10) kemarin giliran kebun milik Ni Nyoman Muliati, 63, yang berlokasi di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Mendoyo, yang terbakar.

Kebakaran kebun yang berisi pohon jati, kakao, kelapa, pisang dan tanaman lainnya itu diketahui sekitar pukul 12.00.

Melihat api yang sudah membakar hampir setengah dari kebun seluas 4,8 hektare itu kemudian pemadam kebakaran Pemkab Jembrana dihubungi.

Empat unit mobil pemadam kebakaran kemudian datang kelokasi untuk memadamkan api. Untuk menuju lokasi kebun yang terbakar, pemadam kebakaran cukup kesulitan karena jalan menuju kebun tersebut sulit dilalui kendaraan.

“Kami harus membuka jalan sendiri agar mobil bisa masuk. Untuk memadamkan api kami juga beberapa kali harus menyambung selang karena kebun yang terbakar luas.

Baca Juga:  Pulang dari Kafe dengan Mulut Bau Alkohol, Sopir Ditemukan Bunuh Diri

Medannya juga curam dan tidak ada sumber air sehingga harus mengambil air di hydrant di Kota Negara,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Jembrana, I Putu Pranajaya.

Selain itu, dua regu pemadam yang diterjunkan juga harus memadamkan api secara manual untuk memutus lidah api agar tidak semakin menjalar.

Setelah tiga jam berusaha, akhirnya api berhasil dipadamkan. Dari lahan seluas 4,8 hektare tersebut, sekitar 2 hektare yang terbakar.

Diduga penyebab kebakaran lahan yang kodisinya gersang tersebut akibat putung rokok yang masih menyala dibuang sembarangan.

“Kemungkinan ada yang buang punting rokok, lalu menyulut ilalang dan semak yang kering. Karena tertiup angin, api lalu menjalar dan membakar tanaman yang ada di kebun tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buang Puntung Rokok Sembarangan, Gudang Kayu Ludes Terbakar

Pranajaya mengatakan, kebakaran tersebut merupakan kebakaran yang kelima kalinya di bulan Oktober ini.

“Tahun ini meningkat. Ini baru 8 bulan sudah 25 kejadian. Tahun lalu satu tahun sebanyak 23 kebakaran yang kami tangani,” ujarnya.



NEGARA – Kebakaran kebun yang kembali terjadi membuat petugas pemadam kebakaran Pemkab Jembrana sibuk.

Jumat (26/10) kemarin giliran kebun milik Ni Nyoman Muliati, 63, yang berlokasi di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Mendoyo, yang terbakar.

Kebakaran kebun yang berisi pohon jati, kakao, kelapa, pisang dan tanaman lainnya itu diketahui sekitar pukul 12.00.

Melihat api yang sudah membakar hampir setengah dari kebun seluas 4,8 hektare itu kemudian pemadam kebakaran Pemkab Jembrana dihubungi.

Empat unit mobil pemadam kebakaran kemudian datang kelokasi untuk memadamkan api. Untuk menuju lokasi kebun yang terbakar, pemadam kebakaran cukup kesulitan karena jalan menuju kebun tersebut sulit dilalui kendaraan.

“Kami harus membuka jalan sendiri agar mobil bisa masuk. Untuk memadamkan api kami juga beberapa kali harus menyambung selang karena kebun yang terbakar luas.

Baca Juga:  Badalah, Lupa Matikan Api, Kebun Cokelat Terbakar

Medannya juga curam dan tidak ada sumber air sehingga harus mengambil air di hydrant di Kota Negara,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Jembrana, I Putu Pranajaya.

Selain itu, dua regu pemadam yang diterjunkan juga harus memadamkan api secara manual untuk memutus lidah api agar tidak semakin menjalar.

Setelah tiga jam berusaha, akhirnya api berhasil dipadamkan. Dari lahan seluas 4,8 hektare tersebut, sekitar 2 hektare yang terbakar.

Diduga penyebab kebakaran lahan yang kodisinya gersang tersebut akibat putung rokok yang masih menyala dibuang sembarangan.

“Kemungkinan ada yang buang punting rokok, lalu menyulut ilalang dan semak yang kering. Karena tertiup angin, api lalu menjalar dan membakar tanaman yang ada di kebun tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jalan Rusak Berat, Warga di Nusa Penida Sering Kecelakaan Tunggal

Pranajaya mengatakan, kebakaran tersebut merupakan kebakaran yang kelima kalinya di bulan Oktober ini.

“Tahun ini meningkat. Ini baru 8 bulan sudah 25 kejadian. Tahun lalu satu tahun sebanyak 23 kebakaran yang kami tangani,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/