alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

[Miris] Sekeluarga di Buleleng Tempati Gubuk Reot dan Nyaris Ambruk

Hidup dibawah tekanan ekonomi benar-benar membuat pasutri Gede Widiarsana, 27, dan Luh Yuni Seri Lestari, 22, seperti tak berdaya.

Bersama tiga anaknya yang masih kecil-kecil, pasutri muda di Banjar Dinas Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak Buleleng ini harus rela berteduh meski dengan kondisi jauh dari layak

———-

Rumah berlantai tanah, dan berdinding bedek (anyaman bamboo) dengan tiang kayu lapuk/keropos sebagai penyangga mendadak viral di media sosial.

Bahkan jika dilihat dari luar, selain banyak dinding anyaman bamboo yang lubang dan ditambal lembaran sepanduk. Bangunan rumah mirip gubuk itu juga tampak miring dan mau roboh.

Terkait kondisi rumah milik krama/warga Banjar Dinas Goris, Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa tak menampik.

Menurutnya, rumah yang ditempati pasutri muda sejak 2014 lalu itu memang tergolong tidak layak huni.

“Kami (tadi red) sudah cek ke lapangan kondisi rumah milik Gede Widiarsana bersama Dinas Sosial kemudian memberikan bantuan sembako,” ungkap Astawa ketika di konfirmasi Selasa (27/10).

Diakui Astawa, Gede Widiarsana memang tergolong keluarga miskin di desanya.

Untuk itu, dengan kondisi rumah Widiarsa yang sudah tidak layak huni, pihaknya mengaku telah mengusulkan agar keluarga Widiarsana yang kesehariannya sebagai buruh petani garam mendapat bantuan rehab rumah dari pemerintah daerah.

 

“Dulu ayah dari Gede Widiarsana juga tinggal di rumah gubuk. Tetapi pada 2012 lalu sudah mendapat bantuan bedah rumah. Termasuk juga pamannya (paman dari Widiarsana),”jelasnya

Rencana (Widiarsana red), akan mendapat bantuan program rehab rumah tahun 2021 dari Dinas Perkimta Buleleng. “Bahkan kami sudah berencana memberikan bantuan bedah rumah yang anggaran diambil dari APBDes tahun 2021,” ujar Astawa.

Lebih lanjut, selain akan diberikan bantuan bedah rumah, saat pandemi Covid-19, keluarga Gede Widiarsana juga telah mendapat bantuan BST dari pemerintah. “Mereka sekeluarga juga sudah didaftarkan dalam program JKN-KIS. Artinya, kalau dari sisi bantuan lain-lain tidak ada yang tercecer. Hanya saja, saat ini kondisi rumah yang perlu direhab atau dibedah,” ucapnya.

Bahkan dengan kondisi rumah dari Gede Widiarsana yang nyaris roboh, pihak desa juga telah menyarakan kepada pasutri muda ini untuk tinggal sementara di rumah milik orang tua.

“Karena saat ini cuaca tak menentu seperti hujan dan angin kencang. Agar tidak terjadi sesuatu kepada mereka,”tukasnya. 



Hidup dibawah tekanan ekonomi benar-benar membuat pasutri Gede Widiarsana, 27, dan Luh Yuni Seri Lestari, 22, seperti tak berdaya.

Bersama tiga anaknya yang masih kecil-kecil, pasutri muda di Banjar Dinas Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak Buleleng ini harus rela berteduh meski dengan kondisi jauh dari layak

———-

Rumah berlantai tanah, dan berdinding bedek (anyaman bamboo) dengan tiang kayu lapuk/keropos sebagai penyangga mendadak viral di media sosial.

Bahkan jika dilihat dari luar, selain banyak dinding anyaman bamboo yang lubang dan ditambal lembaran sepanduk. Bangunan rumah mirip gubuk itu juga tampak miring dan mau roboh.

Terkait kondisi rumah milik krama/warga Banjar Dinas Goris, Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa tak menampik.

Menurutnya, rumah yang ditempati pasutri muda sejak 2014 lalu itu memang tergolong tidak layak huni.

“Kami (tadi red) sudah cek ke lapangan kondisi rumah milik Gede Widiarsana bersama Dinas Sosial kemudian memberikan bantuan sembako,” ungkap Astawa ketika di konfirmasi Selasa (27/10).

Diakui Astawa, Gede Widiarsana memang tergolong keluarga miskin di desanya.

Untuk itu, dengan kondisi rumah Widiarsa yang sudah tidak layak huni, pihaknya mengaku telah mengusulkan agar keluarga Widiarsana yang kesehariannya sebagai buruh petani garam mendapat bantuan rehab rumah dari pemerintah daerah.

 

“Dulu ayah dari Gede Widiarsana juga tinggal di rumah gubuk. Tetapi pada 2012 lalu sudah mendapat bantuan bedah rumah. Termasuk juga pamannya (paman dari Widiarsana),”jelasnya

Rencana (Widiarsana red), akan mendapat bantuan program rehab rumah tahun 2021 dari Dinas Perkimta Buleleng. “Bahkan kami sudah berencana memberikan bantuan bedah rumah yang anggaran diambil dari APBDes tahun 2021,” ujar Astawa.

Lebih lanjut, selain akan diberikan bantuan bedah rumah, saat pandemi Covid-19, keluarga Gede Widiarsana juga telah mendapat bantuan BST dari pemerintah. “Mereka sekeluarga juga sudah didaftarkan dalam program JKN-KIS. Artinya, kalau dari sisi bantuan lain-lain tidak ada yang tercecer. Hanya saja, saat ini kondisi rumah yang perlu direhab atau dibedah,” ucapnya.

Bahkan dengan kondisi rumah dari Gede Widiarsana yang nyaris roboh, pihak desa juga telah menyarakan kepada pasutri muda ini untuk tinggal sementara di rumah milik orang tua.

“Karena saat ini cuaca tak menentu seperti hujan dan angin kencang. Agar tidak terjadi sesuatu kepada mereka,”tukasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/