alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tertangkap Basah, Pencuri Burung Nyaris Tewas Diamuk Massa

RadarBali.com – Sepandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Itu yang dialami pencuri, Samsul Arifin alias Agus Yoga, 22.

Pencuri yang beraksi di beberapa lokasi kejadian itu akhirnya jadi bulan-bulanan warga Sukawati usai kepergok mencuri burung

di kediaman Cokorda Dalem Sukawati di Banjar Buluh, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati pada Sabtu subuh (25/11) pukul 04.00.

Beruntung, nyawa pelaku asal Bondowoso, Jawa Timur dan tinggal sementara di Jalan Raya Kebo Iwa No. 31 Gianyar, itu selamat setelah petugas kepolisian mengamankannya ke Polsek Sukawati.

Panit 1 Reskrim Polsek Sukawati Polres Gianyar, Ipda Komang Sudarsana menyatakan penangkapan terhadap Samsul ini berawal dari beberapa saksi, yakni Gung De Andika dan Gung Alit keluar rumah untuk membeli nasi.

“Kedua saksi lalu melihat ada laki-laki mencurigakan membawa sangkar burung yang di dalamnya berisi burung Beo,” ujar Ipda Sudarsana, Minggu (26/11).

Kedua saksi itu melihat pelaku Samsul kabur dari rumah Cok Dalem Sukawati menunggangi motor Honda Vario sambil membawa sangkar burung dan burung dengan total harga Rp 3 juta.

Baca Juga:  Pelaku Masih Remaja, Jadi Sasaran Pelampiasan Amarah Warga

“Kedua saksi akhirnya berteriak maling, lalu masyarakat mengejarnya,” jelasnya. Samsul pun berhasil ditangkap warga dan dipukuli. Wajah pelaku pun bonyok dihajar.

Sebelum nyawa Samsul ini melayang, polisi langsung tiba dan mengamankannya. Setelah dikeler ke kantor polisi, pelaku Samsul ini pun ditanyai polisi.

Dari hasi pengembangan, rupanya Samsul merupakan spesialis pencuri malam hari. Dia juga beraksi di beberapa kecamatan.

Samsul ini memang sering mencuri burung lengkap dengan sangkarnya. Yang diakui Samsul, sempat mencuri burung di empat lokasi di wilayah Gianyar dan Badung.

Tidak cuma burung, Samsul juga mencuri sound sistem. September lalu, Samsul yang pengangguran itu beraksi di seputaran Desa Singapadu Kaler dengan mengambil satu set komputer, sebuah mixer, dan satu power kecil.

Baca Juga:  Begal Warga di Cekomaria Denpasar, Pemuda Sumba Barat NTT Diamuk Massa

Bulan Oktober lalu, Samsul juga beraksi di kafe Romeo dengan mengambil sebuah power amply player; 2 unit power bel; sebuah buah stavol, dan dua unit buah mixer model amply.

Di kafe Siut, Samsul mengambil tiga unit speaker. Di kafe Slukat Samsul mengambil sebuah mixer besar, amply player dan power bel.

Samsul juga nekat mengambil tiga unit speaker di balai banjar. Balai banjar yang jadi sasaran yakni di Banjar/Desa Belega kecamatan Blahbatuh,

mengambil tiga buah speaker di balai banjar Blangasinga Desa Saba, dan di Kecamatan Blahbatuh mengambil tiga unit speaker.

Juga mengambil dua unit speaker di balai banjar Perangsada. Kini, polisi berusaha mengumpulkan barang bukti speaker dan burung hasil kejahatan pelaku.

Kasus ini juga masih dikembangkan oleh kepolisian. “Masih penyidikan lebih lanjut dan pengembangan kasus tersebut mengingat pelaku berbelit-belit,” tukas Ipda Sudarsana.



RadarBali.com – Sepandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Itu yang dialami pencuri, Samsul Arifin alias Agus Yoga, 22.

Pencuri yang beraksi di beberapa lokasi kejadian itu akhirnya jadi bulan-bulanan warga Sukawati usai kepergok mencuri burung

di kediaman Cokorda Dalem Sukawati di Banjar Buluh, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati pada Sabtu subuh (25/11) pukul 04.00.

Beruntung, nyawa pelaku asal Bondowoso, Jawa Timur dan tinggal sementara di Jalan Raya Kebo Iwa No. 31 Gianyar, itu selamat setelah petugas kepolisian mengamankannya ke Polsek Sukawati.

Panit 1 Reskrim Polsek Sukawati Polres Gianyar, Ipda Komang Sudarsana menyatakan penangkapan terhadap Samsul ini berawal dari beberapa saksi, yakni Gung De Andika dan Gung Alit keluar rumah untuk membeli nasi.

“Kedua saksi lalu melihat ada laki-laki mencurigakan membawa sangkar burung yang di dalamnya berisi burung Beo,” ujar Ipda Sudarsana, Minggu (26/11).

Kedua saksi itu melihat pelaku Samsul kabur dari rumah Cok Dalem Sukawati menunggangi motor Honda Vario sambil membawa sangkar burung dan burung dengan total harga Rp 3 juta.

Baca Juga:  Tertangkap Basah Korban, Jambret di Canggu Babak Belur Dihajar Massa

“Kedua saksi akhirnya berteriak maling, lalu masyarakat mengejarnya,” jelasnya. Samsul pun berhasil ditangkap warga dan dipukuli. Wajah pelaku pun bonyok dihajar.

Sebelum nyawa Samsul ini melayang, polisi langsung tiba dan mengamankannya. Setelah dikeler ke kantor polisi, pelaku Samsul ini pun ditanyai polisi.

Dari hasi pengembangan, rupanya Samsul merupakan spesialis pencuri malam hari. Dia juga beraksi di beberapa kecamatan.

Samsul ini memang sering mencuri burung lengkap dengan sangkarnya. Yang diakui Samsul, sempat mencuri burung di empat lokasi di wilayah Gianyar dan Badung.

Tidak cuma burung, Samsul juga mencuri sound sistem. September lalu, Samsul yang pengangguran itu beraksi di seputaran Desa Singapadu Kaler dengan mengambil satu set komputer, sebuah mixer, dan satu power kecil.

Baca Juga:  Tertangkap Basah Jebol Plafon, Warga Lombok Timur Digebuki Massa

Bulan Oktober lalu, Samsul juga beraksi di kafe Romeo dengan mengambil sebuah power amply player; 2 unit power bel; sebuah buah stavol, dan dua unit buah mixer model amply.

Di kafe Siut, Samsul mengambil tiga unit speaker. Di kafe Slukat Samsul mengambil sebuah mixer besar, amply player dan power bel.

Samsul juga nekat mengambil tiga unit speaker di balai banjar. Balai banjar yang jadi sasaran yakni di Banjar/Desa Belega kecamatan Blahbatuh,

mengambil tiga buah speaker di balai banjar Blangasinga Desa Saba, dan di Kecamatan Blahbatuh mengambil tiga unit speaker.

Juga mengambil dua unit speaker di balai banjar Perangsada. Kini, polisi berusaha mengumpulkan barang bukti speaker dan burung hasil kejahatan pelaku.

Kasus ini juga masih dikembangkan oleh kepolisian. “Masih penyidikan lebih lanjut dan pengembangan kasus tersebut mengingat pelaku berbelit-belit,” tukas Ipda Sudarsana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/