alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Koster Minta BPOM Perketat Pengawasan Obat dan Makanan di Bali

LEGIAN – Menyikapi makin maraknya peredaran obat dan makanan di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepada pihak BPOM melakukan pengawasan secara lebih efektif dan efesien.

“Ini sangat penting dan strategis, karena saya ingin para konsumsi obat dan makanan yang dilakukan oleh masyarakat Bali, apalagi oleh parawisatawan itu betul-betul yang sehat dan berkualitas,” ujar Koster disela Rapat Evaluasi Nasional BPOM di Legian pada Selasa (27/11).

Untuk itu, pihaknya juga meminta BPOM serius mengawasi peredaran produk tersebut. 

“Jangan sampai nanti anak-anak kita salah mengkonsumsi, bisa keracunan. Ada juga yang sudah kadaluarsa, yang tidak sepantasnya di konsumsi, sehingga tidak baik untuk kesehatan dan bahkan umurnya,” terangnya.

Dengan pengawasan yang ketat, lanjutnya akan dapat membangun hidup masyarakat yang sehat. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito yang hadir dalam acara tersebut juga mengaku berkomitmen dalam melakukan pengawasan. “Caranya adalah bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ujarnya. 

Termasuk juga melakukan alokasi anggaran untuk pengawasan. Termasuk juga mengembangkan produk lokal, baik produk herbal sebagai alternatif pengobatan untuk masyarakat.

“Jadi tidak memebankan BPJS nantinya. Terlebih keragaman hayati kita juga berlimpah,” pungkasnya.

 



LEGIAN – Menyikapi makin maraknya peredaran obat dan makanan di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepada pihak BPOM melakukan pengawasan secara lebih efektif dan efesien.

“Ini sangat penting dan strategis, karena saya ingin para konsumsi obat dan makanan yang dilakukan oleh masyarakat Bali, apalagi oleh parawisatawan itu betul-betul yang sehat dan berkualitas,” ujar Koster disela Rapat Evaluasi Nasional BPOM di Legian pada Selasa (27/11).

Untuk itu, pihaknya juga meminta BPOM serius mengawasi peredaran produk tersebut. 

“Jangan sampai nanti anak-anak kita salah mengkonsumsi, bisa keracunan. Ada juga yang sudah kadaluarsa, yang tidak sepantasnya di konsumsi, sehingga tidak baik untuk kesehatan dan bahkan umurnya,” terangnya.

Dengan pengawasan yang ketat, lanjutnya akan dapat membangun hidup masyarakat yang sehat. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito yang hadir dalam acara tersebut juga mengaku berkomitmen dalam melakukan pengawasan. “Caranya adalah bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ujarnya. 

Termasuk juga melakukan alokasi anggaran untuk pengawasan. Termasuk juga mengembangkan produk lokal, baik produk herbal sebagai alternatif pengobatan untuk masyarakat.

“Jadi tidak memebankan BPJS nantinya. Terlebih keragaman hayati kita juga berlimpah,” pungkasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/