alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Hama Keong Merajalela, Petani Subak Pangkung Gondang Merugi

NEGARA – Petani di subak Pangkung Gondang, kini kelimpungan. Padi yang baru mereka tanam rusak akibat diserang hama keong.

Serangan keong emas tersebut mulai terjadi sejak bibit padi baru mulai ditanam. Padi yang baru ditanam itu dimakan bagian batangnya sehingga mati.

Serangan keong emas itu semakin menganas. Sawah seluas sekitar 80 hektar yang berlokasi di Kelurahan Sangkaragung dan Desa Dangintukadaya, Jembrana sampai saat ini hamier semuanya diserang keong.

Petani memang sudah berusaha melakukan penanggulangan dengan memungut dan melakukan penyemprotan.

Tapi, serangan keong masih tetap terjadi. “Keong  berwarna  kuning menyerang  tanaman  padi sejak  ditanam sebelas hari lalu,” ujar Ketut Normen, salah satu petani di subak Pangkung Gondang.

Baca Juga:  Kerap Lolos saat Angkut Kodok Lembu, Iwan Akhirnya Tertangkap

Menurut Normen, akibat serangan keong itu dirinya khawatir padi yang ditanamnya akan habis dan bisa gagal panen.

Normen  mengaku  harus  mengeluarkan uang lebih untuk membeli obat semprot guna membasmi keong tersebut. Selain itu setiap hari dirinya juga berusaha memunguti keong-keong itu.

Namun keong masih tetap banyak menyerang padi miliknya di lahan seluas 50 are. “Sekarang sudah hari ke 14 serangan keong itu menyerang.

Padi yang rusak saya ganti. Tapi, diganti di petak yang satu, keong menyerang di petak lainya. Sekarang hamper disemua subak diserang keong,” ungkapnya. 



NEGARA – Petani di subak Pangkung Gondang, kini kelimpungan. Padi yang baru mereka tanam rusak akibat diserang hama keong.

Serangan keong emas tersebut mulai terjadi sejak bibit padi baru mulai ditanam. Padi yang baru ditanam itu dimakan bagian batangnya sehingga mati.

Serangan keong emas itu semakin menganas. Sawah seluas sekitar 80 hektar yang berlokasi di Kelurahan Sangkaragung dan Desa Dangintukadaya, Jembrana sampai saat ini hamier semuanya diserang keong.

Petani memang sudah berusaha melakukan penanggulangan dengan memungut dan melakukan penyemprotan.

Tapi, serangan keong masih tetap terjadi. “Keong  berwarna  kuning menyerang  tanaman  padi sejak  ditanam sebelas hari lalu,” ujar Ketut Normen, salah satu petani di subak Pangkung Gondang.

Baca Juga:  Petani di Buleleng Jadi Korban Tengkulak, Harga Naik tapi Gagal Dapat Cuan

Menurut Normen, akibat serangan keong itu dirinya khawatir padi yang ditanamnya akan habis dan bisa gagal panen.

Normen  mengaku  harus  mengeluarkan uang lebih untuk membeli obat semprot guna membasmi keong tersebut. Selain itu setiap hari dirinya juga berusaha memunguti keong-keong itu.

Namun keong masih tetap banyak menyerang padi miliknya di lahan seluas 50 are. “Sekarang sudah hari ke 14 serangan keong itu menyerang.

Padi yang rusak saya ganti. Tapi, diganti di petak yang satu, keong menyerang di petak lainya. Sekarang hamper disemua subak diserang keong,” ungkapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/