alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Hujan Lebat, Atap SMKN 1 Sukasada Diterbangkan Angin

SUKASADA – Hujan lebat disertai dengan angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya pada Selasa (26/12) siang, berujung musibah.

Atap ruang bengkel (ruang praktik, Red) kriya kayu di SMKN 1 Sukasada (SMIK), rusak diterbangkan angin.

Musibah itu terjadi sekitar pukul 14.00, Selasa siang. Saat itu, hujan lebat tiba-tiba turun dan disertai dengan angin ngelinus.

Tak berselang lama, terdengar suara gaduh seng yang rusak diterbangkan angin. Ternyata, atap ruang bengkel sudah hilang diterbangkan angin.

Atap seng terlempar sekitar 20 meter arah selatan sekolah. Beberapa lembar seng ditemukan tergeletak di Jalan Perum Taman Wira, yang berada di sebelah selatan sekolah.

Salah seorang saksi mata, Putu Wijana menuturkan, saat itu hujan baru saja turun. Tiba-tiba ia mendengar suara gaduh di sekitar rumahnya. Saat melongok dari jendela, ia melihat atap seng yang diterbangkan angin.

Baca Juga:  Diterjang Puting Beliung, Bangunan Warga di Banjarankan Banyak Rusak

“Saya kebetulan mau tutup jendela, karena hujan. Tahu-tahu ada suara gaduh. Begitu saya noleh, ternyata atap sekolah sudah diterbangkan angin,” kata Wijana yang tinggal tak jauh dari SMIK.

Saat itu ia langsung menemui penjaga sekolah, Ketut Suarta, yang memang tinggal di sekolah. Ketika dilakukan pengecekan, ternyata ada sepuluh lembar seng yang diterbangkan angin.

Sejumlah bahan ajar siswa jurusan kriya kayu juga basah. Beberapa karya basah. Paling parah adalah kerusakan instalasi listrik dan beberapa peralatan bengkel. Lantaran mengalami korsleting akibat diguyur hujan.

Kepala Bengkel Kriya Kayu SMKN 1 Sukasada, Putu Wenten mengungkapkan, kerusakan diduga karena kayu reng yang digunakan sebagai penyangga, sudah lapuk.

Baca Juga:  Datangi Pesta Pernikahan, Disdukcapil Sodori Mempelai Akta Perkawinan

Kayu itu sudah berusia 20 tahun, dan idealnya sudah diganti. Selain itu, untuk atap seng juga idealnya menggunakan pegangan baja ringan. Namun di bengkel kriya kayu, material yang digunakan tetap genteng.

“Harapannya tentu biar segera diperbaiki. Kalau dibiarkan terus, kerusakannya pasti makin luas. Bisa semua alat-alat nanti rusak,” kata Wenten.

Rencananya pihak sekolah akan kembali mengajukan perbaikan atap dan pengadaan bahan ajar bagi siswa. Pasalnya seluruh bahan ajar yang sedianya digunakan pada semester mendatang, sudah rusak.



SUKASADA – Hujan lebat disertai dengan angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya pada Selasa (26/12) siang, berujung musibah.

Atap ruang bengkel (ruang praktik, Red) kriya kayu di SMKN 1 Sukasada (SMIK), rusak diterbangkan angin.

Musibah itu terjadi sekitar pukul 14.00, Selasa siang. Saat itu, hujan lebat tiba-tiba turun dan disertai dengan angin ngelinus.

Tak berselang lama, terdengar suara gaduh seng yang rusak diterbangkan angin. Ternyata, atap ruang bengkel sudah hilang diterbangkan angin.

Atap seng terlempar sekitar 20 meter arah selatan sekolah. Beberapa lembar seng ditemukan tergeletak di Jalan Perum Taman Wira, yang berada di sebelah selatan sekolah.

Salah seorang saksi mata, Putu Wijana menuturkan, saat itu hujan baru saja turun. Tiba-tiba ia mendengar suara gaduh di sekitar rumahnya. Saat melongok dari jendela, ia melihat atap seng yang diterbangkan angin.

Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Picu Macet Panjang

“Saya kebetulan mau tutup jendela, karena hujan. Tahu-tahu ada suara gaduh. Begitu saya noleh, ternyata atap sekolah sudah diterbangkan angin,” kata Wijana yang tinggal tak jauh dari SMIK.

Saat itu ia langsung menemui penjaga sekolah, Ketut Suarta, yang memang tinggal di sekolah. Ketika dilakukan pengecekan, ternyata ada sepuluh lembar seng yang diterbangkan angin.

Sejumlah bahan ajar siswa jurusan kriya kayu juga basah. Beberapa karya basah. Paling parah adalah kerusakan instalasi listrik dan beberapa peralatan bengkel. Lantaran mengalami korsleting akibat diguyur hujan.

Kepala Bengkel Kriya Kayu SMKN 1 Sukasada, Putu Wenten mengungkapkan, kerusakan diduga karena kayu reng yang digunakan sebagai penyangga, sudah lapuk.

Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Atap Balai Pesantian Pura Dalem Alit Ambruk

Kayu itu sudah berusia 20 tahun, dan idealnya sudah diganti. Selain itu, untuk atap seng juga idealnya menggunakan pegangan baja ringan. Namun di bengkel kriya kayu, material yang digunakan tetap genteng.

“Harapannya tentu biar segera diperbaiki. Kalau dibiarkan terus, kerusakannya pasti makin luas. Bisa semua alat-alat nanti rusak,” kata Wenten.

Rencananya pihak sekolah akan kembali mengajukan perbaikan atap dan pengadaan bahan ajar bagi siswa. Pasalnya seluruh bahan ajar yang sedianya digunakan pada semester mendatang, sudah rusak.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/