alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Sebut Ada Simantri Mati dan Setengah Mati, Pastika Akan Temui Koster

DENPASAR – Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang kini menjadi Anggota DPD RI menyebutkan program terobosannya untuk pertanian di Bali yaitu Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) sejak tahun 2009 sedang kembang kempis. Ia menyebut kelompok Simantri yang kini jadi Sipadu ada yang mati, setengah hidup dan setengah mati. Dia pun mengaku akan bertemu Gubernur Koster.

 

Made Mangku Pastika mengungkapkan hal itu saat meninjau Simantri 174 Gapoktan Dharma Pertiwi di Banjar Kurubaya, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (26/12). 

 

“Saya ingin mengetahui secara pasti riil seperti apa perkembangan simantri kita yang seluruhnya di Bali ada 800. Yang saya dengar ada yang masih hidup ada yang setengah hidup dan setengah mati dan mati. Kita lihat satu-satu kira-kira masalahnya apa?,” ujarnya.  

 

Untuk petani yang sukses melakukan Simantri sampai saat ini akan diundang bertemu Menteri Pertanian. Sedangkan jangka pendek ini Mangku Pastika akan mengundang  asosiasi Simantri. Katanya dulu struktur organisasinya memiliki sumber daya luar biasa. 

- Advertisement -

 

“Bayangkan setiap unit Simantri ada 20 petani dengan istrinya anaknya dengan 20 ekor sapi betina dengan hasil pupuk beberapa ton biourine berapa liter per hari itu bisa menghidupi para petani itu dan juga lingkungan,” kata dia.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ngaku Ditelepon Akan Ada Penerbangan Australia-Bali

 

Gubernur Bali dua periode ini mengatakan bahwa Simantri ini sebuah gerakan menuju Bali organik. Tidak hanya itu juga, sistemnya yang mengimplementasikan ajaran kitab suci Weda.

 

Kalau  dulu  Simantri bisa lebih dari 1000, misalnya, maka sekian persen dari kebutuhan pupuk organik Bali bisa terpenuhi. Bali lama-lama menjadi pulau organik. Cita-citanya itu. Kalau cita-cita besar inginnya Bali menjadi pulau organik yang sehat dan mahal.

 

“Tidak banyak yang bisa begitu kedua kita ini dalam agama Hindu percaya bahwa bumi pertiwi ternak apalagi sapi memang kita harus memuliakan. Bahkan ada profesor dari  Universitas Oxford melakukan penelitian tentang simantri yang tidak lain sistem pertanian berdasarkan Weda. Ini bukan sekedar cari makan, tapi yadnya, tapi karma berlandaskan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi ibu pertiwi,” bebernya. 

 

Baca Juga:  PBB Kagum Penanganan Covid-19 Melalui Kearifan Lokal di Bali

Tindak lanjutnya dari mencari fakta tentang Simantri, pastika akan bertemu Gubernur Bali Wayan Koster serta bupati/wali kota dan Menteri Pertanian untuk berkoordinasi terkait program Simantri atau yang kini bernama Sipadu.  Menurutnya banyak yang terpukau dari Simantri ini salah satunya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sempat melihat Simantri di Tabanan. 

 

“Ya tentu ada tindak lanjutnya berdasarkan fakta. Fakta lapangan tidak cuma ngomong saja. Saya tidak mau itu. Datanya lengkap potensinya bagaimana. Kami bisa bicara Pak gubernur, bupati dan Menteri Pertanian yang mantan gubernur teman saya. Seperti itu.Nanti kita cari Simantri paling bagus dan berhasil saya akan ajak dia ke situ. Dulu Pak Wapres kita ajak Simantri ke Tabanan dan beliau berkesan sekali,” tegasnya. 

 

Seperti diketahui Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) dimulai pada zaman Made Mangku Pastika sudah berjalan 10 tahun lebih dan sudah terbentuk 752 kelompok simantri tersebar seluruh kabupaten/kota di Bali. Berganti kepemimpinan, Simantri sudah tak terdengar lagi karena sudah berganti menjadi Sipadu (sistem Pertanian terpadu). 

- Advertisement -

DENPASAR – Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang kini menjadi Anggota DPD RI menyebutkan program terobosannya untuk pertanian di Bali yaitu Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) sejak tahun 2009 sedang kembang kempis. Ia menyebut kelompok Simantri yang kini jadi Sipadu ada yang mati, setengah hidup dan setengah mati. Dia pun mengaku akan bertemu Gubernur Koster.

 

Made Mangku Pastika mengungkapkan hal itu saat meninjau Simantri 174 Gapoktan Dharma Pertiwi di Banjar Kurubaya, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (26/12). 

 

“Saya ingin mengetahui secara pasti riil seperti apa perkembangan simantri kita yang seluruhnya di Bali ada 800. Yang saya dengar ada yang masih hidup ada yang setengah hidup dan setengah mati dan mati. Kita lihat satu-satu kira-kira masalahnya apa?,” ujarnya.  

 

Untuk petani yang sukses melakukan Simantri sampai saat ini akan diundang bertemu Menteri Pertanian. Sedangkan jangka pendek ini Mangku Pastika akan mengundang  asosiasi Simantri. Katanya dulu struktur organisasinya memiliki sumber daya luar biasa. 

 

“Bayangkan setiap unit Simantri ada 20 petani dengan istrinya anaknya dengan 20 ekor sapi betina dengan hasil pupuk beberapa ton biourine berapa liter per hari itu bisa menghidupi para petani itu dan juga lingkungan,” kata dia.

Baca Juga:  1400 Masyarakat Payangan Gianyar Divaksin, Berharap Segera Turun Level

 

Gubernur Bali dua periode ini mengatakan bahwa Simantri ini sebuah gerakan menuju Bali organik. Tidak hanya itu juga, sistemnya yang mengimplementasikan ajaran kitab suci Weda.

 

Kalau  dulu  Simantri bisa lebih dari 1000, misalnya, maka sekian persen dari kebutuhan pupuk organik Bali bisa terpenuhi. Bali lama-lama menjadi pulau organik. Cita-citanya itu. Kalau cita-cita besar inginnya Bali menjadi pulau organik yang sehat dan mahal.

 

“Tidak banyak yang bisa begitu kedua kita ini dalam agama Hindu percaya bahwa bumi pertiwi ternak apalagi sapi memang kita harus memuliakan. Bahkan ada profesor dari  Universitas Oxford melakukan penelitian tentang simantri yang tidak lain sistem pertanian berdasarkan Weda. Ini bukan sekedar cari makan, tapi yadnya, tapi karma berlandaskan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi ibu pertiwi,” bebernya. 

 

Baca Juga:  Kampus Poltrada Bali Jadi Klaster Covid-19, Satgas Ungkap Penyebabnya

Tindak lanjutnya dari mencari fakta tentang Simantri, pastika akan bertemu Gubernur Bali Wayan Koster serta bupati/wali kota dan Menteri Pertanian untuk berkoordinasi terkait program Simantri atau yang kini bernama Sipadu.  Menurutnya banyak yang terpukau dari Simantri ini salah satunya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sempat melihat Simantri di Tabanan. 

 

“Ya tentu ada tindak lanjutnya berdasarkan fakta. Fakta lapangan tidak cuma ngomong saja. Saya tidak mau itu. Datanya lengkap potensinya bagaimana. Kami bisa bicara Pak gubernur, bupati dan Menteri Pertanian yang mantan gubernur teman saya. Seperti itu.Nanti kita cari Simantri paling bagus dan berhasil saya akan ajak dia ke situ. Dulu Pak Wapres kita ajak Simantri ke Tabanan dan beliau berkesan sekali,” tegasnya. 

 

Seperti diketahui Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) dimulai pada zaman Made Mangku Pastika sudah berjalan 10 tahun lebih dan sudah terbentuk 752 kelompok simantri tersebar seluruh kabupaten/kota di Bali. Berganti kepemimpinan, Simantri sudah tak terdengar lagi karena sudah berganti menjadi Sipadu (sistem Pertanian terpadu). 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/