alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Racuni Orang Tua dengan Obat Rumput, Mustara Hilang Tiba-tiba

BANGLI – Pasangan suami istri (pasutri) I Nyoman Tunas, 68, dan Ni Nengah Bina, 68, warga Banjar Tambahan Kelod, Desa Jehem,

Kecamatan Tembuku, Bangli, mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bangli, Sabtu malam (27/1).

Pasutri itu mengalami keracunan makanan. Dugaan sementara pelaku mengarah ke anaknya sendiri I Wayan Mustara. 

Kapolsek Tembuku AKP I Gede Sunjaya Wirya, langsung menindaklanjuti kasus tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel untuk mendatangi TKP.

“Kami sudah amankan nasi serta botol roundup, pembasmi rumput,” ungkap AKP Wirya. AKP Wirya mengatakan dugaan sementara pelaku I Wayan Mustara yang tidak lain anak korban.

“Dugaan mengarah pada anak korban yang diketahui memiliki kartu kuning (gangguan jiwa, red). Selama ini korban tinggal bersama anaknya Mustara dan I Made Sadiana.

Baca Juga:  Ribuan Pengungsi Turun Gunung, Setelah Aman Kembali Pulang Kampung

Berdasar info keluarga kartu kuning telah dibakar oleh yang bersangkutan. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan pihak RSJP bali,” jelasnya. 

Polisi kini melakukan pencarian terhadap Wayan Mustara yang sering pergi dari rumah. “Orangnya masih dalam pencarian, sementara belum diketahui keberadaanya,” imbuhnya. 



BANGLI – Pasangan suami istri (pasutri) I Nyoman Tunas, 68, dan Ni Nengah Bina, 68, warga Banjar Tambahan Kelod, Desa Jehem,

Kecamatan Tembuku, Bangli, mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bangli, Sabtu malam (27/1).

Pasutri itu mengalami keracunan makanan. Dugaan sementara pelaku mengarah ke anaknya sendiri I Wayan Mustara. 

Kapolsek Tembuku AKP I Gede Sunjaya Wirya, langsung menindaklanjuti kasus tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel untuk mendatangi TKP.

“Kami sudah amankan nasi serta botol roundup, pembasmi rumput,” ungkap AKP Wirya. AKP Wirya mengatakan dugaan sementara pelaku I Wayan Mustara yang tidak lain anak korban.

“Dugaan mengarah pada anak korban yang diketahui memiliki kartu kuning (gangguan jiwa, red). Selama ini korban tinggal bersama anaknya Mustara dan I Made Sadiana.

Baca Juga:  Waspada, Diguyur Hujan Lebat, Penyengker Balai Lingkungan Ambrol

Berdasar info keluarga kartu kuning telah dibakar oleh yang bersangkutan. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan pihak RSJP bali,” jelasnya. 

Polisi kini melakukan pencarian terhadap Wayan Mustara yang sering pergi dari rumah. “Orangnya masih dalam pencarian, sementara belum diketahui keberadaanya,” imbuhnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/