alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Hati-hati, Tebing Longsor Tutup Akses Jalan ke Kayupadi

BANGLI – Musibah tebing longsor masih terjadi di daerah Kecamatan Kintamani. Kali ini, tebing Celok ambrol menutup badan Jalan Banjar Hulundanu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, kemarin Minggu (27/1).

Akibatnya, akses menuju Banjar Kayupadi tertutup material longsor. Menurut Perbekel Songan A I Ketut Artawan, tebing Celok longsor diperkirakan terjadi Sabtu (26/1) malam.

Warga baru mengetahui Minggu pagi saat hendak melintas. “Sebelum terjadi longsor, wilayah tersebut terus diguyur hujan, hampir sepekan. Longsor tersebut baru diketahui Minggu pagi,” ujarnya.

Begitu mendapat informasi, Ketut Artawan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung melakukan pengecekan ke lokasi longsor.

Rupanya, material longsor cukup berat. Sebab, terdiri dari tanah dan bebatuan besar.  Tebing yang ambrol itu dari ketinggian kurang lebih 50 meter dengan panjang 25 meter.

Baca Juga:  Duh, Sebelum Tertangkap, Jro Tebeng Sempat Bejek-bejek Korban di Pasar

“Material longsor berupa tanah, bebatuan besar menutup akses jalan rabat beton yang lebar jalan 4 meter. Jalur tersebut salah satu akses jalan alternatif menuju Desa Pinggan dan Desa Blandingan,” ungkapnya.

Lantaran akses jalan tersebut tertutup material longsor, maka warga yang hendak ke Desa Pinggan atau Desa Blandingan mau tidak mau berjalan memutar desa jika hendak menuju tempat tujuan.

“Mungkin biasanya hanya perlu waktu 10 menit, kalau memutar bisa sampai 30 menit. Karena masih ada akses jalan lainya, tidak sampai ada yang terisolir,” ujarnya.

Beruntung, kejadian longsor itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa maupun luka. “Jalan itu cukup ramai dilalui. Beruntung, saat kejadian tidak ada yang kena saat melintas,” jelasnya.

Baca Juga:  Sedimentasi Parah, Pengusaha Galian C Incar Sungai Biluk Poh

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, menyatakan pembersihan material itu masih menunggu petugas terkait.

 “Kegiatan pembersihan baru bisa dilakukan mengingat operator alat berat baru datang Senin ini,” bebernya.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada. “Mengingat curah hujan masih terjadi di lokasi longsoran,” pintanya. 



BANGLI – Musibah tebing longsor masih terjadi di daerah Kecamatan Kintamani. Kali ini, tebing Celok ambrol menutup badan Jalan Banjar Hulundanu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, kemarin Minggu (27/1).

Akibatnya, akses menuju Banjar Kayupadi tertutup material longsor. Menurut Perbekel Songan A I Ketut Artawan, tebing Celok longsor diperkirakan terjadi Sabtu (26/1) malam.

Warga baru mengetahui Minggu pagi saat hendak melintas. “Sebelum terjadi longsor, wilayah tersebut terus diguyur hujan, hampir sepekan. Longsor tersebut baru diketahui Minggu pagi,” ujarnya.

Begitu mendapat informasi, Ketut Artawan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung melakukan pengecekan ke lokasi longsor.

Rupanya, material longsor cukup berat. Sebab, terdiri dari tanah dan bebatuan besar.  Tebing yang ambrol itu dari ketinggian kurang lebih 50 meter dengan panjang 25 meter.

Baca Juga:  Duh Gusti…Terlilit Utang, Petani Tenggak Obat Pembasmi Rumput

“Material longsor berupa tanah, bebatuan besar menutup akses jalan rabat beton yang lebar jalan 4 meter. Jalur tersebut salah satu akses jalan alternatif menuju Desa Pinggan dan Desa Blandingan,” ungkapnya.

Lantaran akses jalan tersebut tertutup material longsor, maka warga yang hendak ke Desa Pinggan atau Desa Blandingan mau tidak mau berjalan memutar desa jika hendak menuju tempat tujuan.

“Mungkin biasanya hanya perlu waktu 10 menit, kalau memutar bisa sampai 30 menit. Karena masih ada akses jalan lainya, tidak sampai ada yang terisolir,” ujarnya.

Beruntung, kejadian longsor itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa maupun luka. “Jalan itu cukup ramai dilalui. Beruntung, saat kejadian tidak ada yang kena saat melintas,” jelasnya.

Baca Juga:  Ajukan Biaya Klaim Pengungsi Rp 4,2 M, BNPB Hanya Bayar Rp 883 Juta

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, menyatakan pembersihan material itu masih menunggu petugas terkait.

 “Kegiatan pembersihan baru bisa dilakukan mengingat operator alat berat baru datang Senin ini,” bebernya.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada. “Mengingat curah hujan masih terjadi di lokasi longsoran,” pintanya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/