alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Pemkab Karangasem Sebut Kajari dan Dandim Ikut Vaksin Covid-19

AMLAPURA – Pemkab Karangasem membantah pemberitaan yang menyebut dua Forkompinda Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem Aji Kalbu Pribadi

dan Dandim 1623/Karangasem Letkol. Inf. Bima Santosa batal menjalani vaksin covid-19 yang digelar di Puskesmas 1 Karangasem, Selasa lalu (26/1).

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Karangasem, Edi Setiadi mengatakan keduanya tetap mendapat vaksin di hari yang sama.

Kata dia, tidak ada pembatalan vaksin terhadap 10 Forkompinda yang telah mendapatkan tiket vaksin covid-19. “Semuanya (Forkompinda) divaksin. Nggak ada yang batal,” ujar Edi Setiadi.

Dia mengakui terkait naiknya tekanan tensi dari kedua pejabat itu yakni Kajari Karangasem dan Dandim 1623/Karangasem karena baru datang dari perjalanan serta suasana di lokasi vaksin.

“Jadi, karena habis dari perjalanan, saat screening itu tensinya naik. Oleh petugas kesehatan keduanya diminta untuk menunggu sekitar 15 menit di ruang imunisasi puskesmas tempat vaksin dilakukan,” jelas Edi.

Setelah 15 menit itu, kedua pejabat tersebut kembali menjalani proses vaksin. Saat menjalani kembali tes tensi, dinyatakan normal dan tidak ada masalah.

“Semuanya berjalan sesuai prosedur. Sampai selesai menjalani vaksin. Jadi tidak ada yang batal,” tandasnya. 



AMLAPURA – Pemkab Karangasem membantah pemberitaan yang menyebut dua Forkompinda Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem Aji Kalbu Pribadi

dan Dandim 1623/Karangasem Letkol. Inf. Bima Santosa batal menjalani vaksin covid-19 yang digelar di Puskesmas 1 Karangasem, Selasa lalu (26/1).

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Karangasem, Edi Setiadi mengatakan keduanya tetap mendapat vaksin di hari yang sama.

Kata dia, tidak ada pembatalan vaksin terhadap 10 Forkompinda yang telah mendapatkan tiket vaksin covid-19. “Semuanya (Forkompinda) divaksin. Nggak ada yang batal,” ujar Edi Setiadi.

Dia mengakui terkait naiknya tekanan tensi dari kedua pejabat itu yakni Kajari Karangasem dan Dandim 1623/Karangasem karena baru datang dari perjalanan serta suasana di lokasi vaksin.

“Jadi, karena habis dari perjalanan, saat screening itu tensinya naik. Oleh petugas kesehatan keduanya diminta untuk menunggu sekitar 15 menit di ruang imunisasi puskesmas tempat vaksin dilakukan,” jelas Edi.

Setelah 15 menit itu, kedua pejabat tersebut kembali menjalani proses vaksin. Saat menjalani kembali tes tensi, dinyatakan normal dan tidak ada masalah.

“Semuanya berjalan sesuai prosedur. Sampai selesai menjalani vaksin. Jadi tidak ada yang batal,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/