alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Klaster Sekolah Bertambah, Usai SMPN 2 Melaya Giliran SMAN 1 Mendoyo

NEGARA – Klaster sekolah dalam penularan Covid-19 di Jembrana terus bertambah. Bila sebelunmya SMPN 2 Melaya, kini giliran SMAN 1 Mendoyo yang ditemukan siswa tertular Covid-19.

 

Namun hingga kemarin, meski penyebaran Covid-19 di sekolah sudah meluas, Satgas Penanganan Covid-19 belum memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini mengatakan, setelah hasil swab test siswa dan guru di SMPN 2 Melaya, memang ada siswa dan guru terkonfirmasi positif.

 

Sehingga, total ada empat siswa dan seorang guru terkonfirmasi positif, sehingga sementara siswa dalam satu kelas yang terkonfirmasi positif diliburkan.

 

“Rekomendasi dari puskesmas untuk meliburkan satu kelas yang ada kasus positif dulu,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk meliburkan siswa seluruh sekolah yang terdapat siswa dan guru terkonfirmasi positif, masih menunggu rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana. Apabila nantinya satgas merekomendasikan untuk meliburkan seluruh sekolah atau pembelajaran mandiri di rumah, maka akan ditindaklanjuti oleh dinas.

 

“Sementara satu kelas dulu yang belajar mandiri di rumah, sambil menunggu rekomendasi dari satgas,” tegasnya.

Baca Juga:  Labrak Kawasan Suci Pura, Hotel di Gianyar Disuruh Bongkar

 

Seluruh siswa dan guru yang positif sudah menjalani isolasi terpusat. Karena hanya satu ruang kelas yang pembelajaran mandiri di rumah, siswa lain yang masih mengikuti PTM seratus persen di sekolah, sudah ditekankan agar menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga saat pulang di sekolah untuk menghindari tertular virus.

 

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga terjadi di SMAN 1 Mendoyo. Sejumlah siswa dari hasil tracking dan testing diketahui terkonfirmasi Covid-19, Rabu (26/1) lalu. Karena itu, sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara PTM di sekolah mulai besok, (28/1).

 

Di sekolah tersebut, ada tujuh orang di satu gedung yang digunakan tiga kelas terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruh siswa yang sudah dinyatakan positif sesuai dengan instruksi Satgas Covid-19 langsung isolasi tujuh siswa.

 

Kemarin, untuk sementara waktu menerapkan pembelajaran daring untuk tiga kelas yang terdapat siswa kasus positif. Sesuai saran dari pemerintah provinsi Bali, maka PTM di sekolah dihentikan sementara.

 

“Semua siswa kembali menerapkan pembelajaran daring,” kata Kepala SMA N 1 Mendoyo Ngurah Sukadarmasada, Kamis (27/1).

Baca Juga:  Siswa Positif Covid di SMPN 2 Kuta Bertambah, Dipastikan asal Badung

 

Sekretaris II Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, dalam beberapa hari terakhir memang ada peningkatan kasus positif di sekolah. Sudah ada dua sekolah yang terdapat siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Namun demikian, pihaknya belum bisa mengambil keputusan untuk meliburkan PTM di sekolah yang terdapat murid dan guru terkonfirmasi positif.

 

“Kami masih perlu merapatkan dulu dengan pimpinan dan seluruh usur Satgas,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana memang ada peningkatan sejak awal Januari lalu. Sehingga sejumlah tempat isolasi di Jembrana sudah penuh, seperti hotel Hapel, Desa Baluk yang sudah penuh dari pasien isolasi Covid-19.

 

“Isolasi di puskesmas sudah dibuka lagi,” jelasnya.

Sementara puskesmas yang sudah digunakan lagi untuk isolasi di Desa Pengambengan dan Mendoyo. Bagi pasien terkonfirmasi positif dengan gejala, menjalani isolasi di RSU Negara dan rumah sakit swasta yang sudah ditunjuk. 

- Advertisement -
- Advertisement -

NEGARA – Klaster sekolah dalam penularan Covid-19 di Jembrana terus bertambah. Bila sebelunmya SMPN 2 Melaya, kini giliran SMAN 1 Mendoyo yang ditemukan siswa tertular Covid-19.

 

Namun hingga kemarin, meski penyebaran Covid-19 di sekolah sudah meluas, Satgas Penanganan Covid-19 belum memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.


 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini mengatakan, setelah hasil swab test siswa dan guru di SMPN 2 Melaya, memang ada siswa dan guru terkonfirmasi positif.

 

Sehingga, total ada empat siswa dan seorang guru terkonfirmasi positif, sehingga sementara siswa dalam satu kelas yang terkonfirmasi positif diliburkan.

 

“Rekomendasi dari puskesmas untuk meliburkan satu kelas yang ada kasus positif dulu,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk meliburkan siswa seluruh sekolah yang terdapat siswa dan guru terkonfirmasi positif, masih menunggu rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana. Apabila nantinya satgas merekomendasikan untuk meliburkan seluruh sekolah atau pembelajaran mandiri di rumah, maka akan ditindaklanjuti oleh dinas.

 

“Sementara satu kelas dulu yang belajar mandiri di rumah, sambil menunggu rekomendasi dari satgas,” tegasnya.

Baca Juga:  Serapan Dana di 27 Desa Minim, Dampaknya..

 

Seluruh siswa dan guru yang positif sudah menjalani isolasi terpusat. Karena hanya satu ruang kelas yang pembelajaran mandiri di rumah, siswa lain yang masih mengikuti PTM seratus persen di sekolah, sudah ditekankan agar menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga saat pulang di sekolah untuk menghindari tertular virus.

 

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga terjadi di SMAN 1 Mendoyo. Sejumlah siswa dari hasil tracking dan testing diketahui terkonfirmasi Covid-19, Rabu (26/1) lalu. Karena itu, sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara PTM di sekolah mulai besok, (28/1).

 

Di sekolah tersebut, ada tujuh orang di satu gedung yang digunakan tiga kelas terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruh siswa yang sudah dinyatakan positif sesuai dengan instruksi Satgas Covid-19 langsung isolasi tujuh siswa.

 

Kemarin, untuk sementara waktu menerapkan pembelajaran daring untuk tiga kelas yang terdapat siswa kasus positif. Sesuai saran dari pemerintah provinsi Bali, maka PTM di sekolah dihentikan sementara.

 

“Semua siswa kembali menerapkan pembelajaran daring,” kata Kepala SMA N 1 Mendoyo Ngurah Sukadarmasada, Kamis (27/1).

Baca Juga:  Puting Beliung Terjang Bangli dan Gianyar, Dua Pura Rusak Parah

 

Sekretaris II Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, dalam beberapa hari terakhir memang ada peningkatan kasus positif di sekolah. Sudah ada dua sekolah yang terdapat siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Namun demikian, pihaknya belum bisa mengambil keputusan untuk meliburkan PTM di sekolah yang terdapat murid dan guru terkonfirmasi positif.

 

“Kami masih perlu merapatkan dulu dengan pimpinan dan seluruh usur Satgas,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana memang ada peningkatan sejak awal Januari lalu. Sehingga sejumlah tempat isolasi di Jembrana sudah penuh, seperti hotel Hapel, Desa Baluk yang sudah penuh dari pasien isolasi Covid-19.

 

“Isolasi di puskesmas sudah dibuka lagi,” jelasnya.

Sementara puskesmas yang sudah digunakan lagi untuk isolasi di Desa Pengambengan dan Mendoyo. Bagi pasien terkonfirmasi positif dengan gejala, menjalani isolasi di RSU Negara dan rumah sakit swasta yang sudah ditunjuk. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/