alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Mulai Lagi, Satgas Buleleng Aktifkan Isoter dan Warga Dilarang Isoman

SINGARAJA – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mengaktifkan kembali fasilitas isolasi terpadu (isoter). Satgas juga meminta agar warga yang menjalani isolasi mandiri (isoter), segera pindah ke isoter. Sehingga lonjakan kasus dapat dihindari.

 

Keputusan mengaktifkan isoter, diambil setelah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng melakukan pertemuan pagi kemarin (27/1). Pertemuan itu dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

 

Pertemuan juga dihadiri Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Kajari Buleleng Putu Gede Astawa, Dandim 1609/Buleleng Letkol Arh Tamaji, dan Komandan Batalyon Infanteri Raider 900/SBW Letkol Inf Teguh Dwi Raharja.

 

Usai pertemuan, Bupati Agus Suradnyana menyatakan, isoter diaktifkan kembali. Terhitung sejak kemarin. Untuk sementara waktu isoter akan dipusatkan di Gedung C Asrama Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Desa Jinengdalem. Di sana tersedia 96 tempat tidur untuk fasilitas isolasi warga yang terkonfirmasi positif covid.

- Advertisement -

 

“Isoter mulai jalan per hari ini. Saya minta camat, perbekel, dan bendesa sosialisasi soal ini. Jadi tidak ada lagi yang isoman,” kata Agus.

 

Selain itu pemerintah juga memutuskan melakukan pembatasan aktivitas. Kegiatan masyarakat yang selama ini telah berjalan normal, kini kembali dibatasi. Aktivitas warga hanya bisa dilakukan hingga pukul 22.00 malam.

Baca Juga:  Dibiarkan Menumpuk, Duh Sulitnya Tangani Sampah di Pantai Kuta

 

“Kami mohon maaf pada warga harus melakukan hal ini. Saya harap warga bisa mengerti dan bersabar selama beberapa minggu untuk pembatasan ini. Harapan kami, setelah ini covid berakhir dan kita bisa beraktivitas dalam kondisi new normal,” imbuhnya.

 

Sementara itu pantauan Jawa Pos Radar Bali, Gedung C Asrama Undiksha terlihat sudah siap digunakan. Gedung itu juga sebelumnya sempat digunakan sebagai fasilitas isoter. Kemudian ditutup pada 28 Oktober 2021 lalu, karena kasus terus melandai.

 

Seluruh staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dikerahkan melakukan pembersihan gedung. Mereka juga melakukan inspeksi kesiapan gedung. Baik dari sisi kebersihan, tempat tidur, ketersediaan air, ledeng, dan listrik.

 

Pada Kamis siang, BPBD Buleleng juga telah memasang tenda di areal parkir. Tenda itu akan dimanfaatkan sebagai pos komando untuk kegiatan isoter.

 

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, isoter dibuka kembali atas sejumlah pertimbangan. Di antaranya terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Dalam waktu sepekan, kasus covid-19 di Buleleng telah berada pada angak 2 digit. Apabila tidak ditangani serius, dalam waktu singkat akan melonjak menjadi 3 digit.

Baca Juga:  Pemkab Jembrana Siapkan Dana Rp 5,4 M Untuk Rampungkan Terminal Baru

 

Suyasa memastikan fasilitas isoter sudah siap. Warga yang terkonfirmasi positif covid-19, akan dipindahkan ke fasilitas isoter secara bertahap.

 

“Dari TNI/Polri yang akan membantu proses penjemputan dan pemindahan. Kami tegaskan tidak ada lagi isoman di rumah. Karena pengalaman kami, saat diizinkan melakukan isoman, cepat sekali terjadi penularan di klaster keluarga. Sehingga kasus melonjak dengan sangat cepat,” kata Suyasa.

 

Untuk tahap awal, satgas menyiapkan 96 tempat tidur di Gedung C Asrama Undiksha. Apabila terjadi lonjakan yang signifikan, satgas akan mengaktifkan kembali isoter yang terletak di Asrama Kompi C Desa Kubutambahan.

 

Sekadar diketahui, saat ini warga Buleleng yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 66 orang. Dari puluhan orang itu, sebanyak 21 orang diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara 45 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. Warga yang menjalani isolasi mandiri itu, akan dipindahkan secara bertahap ke fasilitas isoter.

- Advertisement -

SINGARAJA – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mengaktifkan kembali fasilitas isolasi terpadu (isoter). Satgas juga meminta agar warga yang menjalani isolasi mandiri (isoter), segera pindah ke isoter. Sehingga lonjakan kasus dapat dihindari.

 

Keputusan mengaktifkan isoter, diambil setelah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng melakukan pertemuan pagi kemarin (27/1). Pertemuan itu dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

 

Pertemuan juga dihadiri Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Kajari Buleleng Putu Gede Astawa, Dandim 1609/Buleleng Letkol Arh Tamaji, dan Komandan Batalyon Infanteri Raider 900/SBW Letkol Inf Teguh Dwi Raharja.

 

Usai pertemuan, Bupati Agus Suradnyana menyatakan, isoter diaktifkan kembali. Terhitung sejak kemarin. Untuk sementara waktu isoter akan dipusatkan di Gedung C Asrama Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Desa Jinengdalem. Di sana tersedia 96 tempat tidur untuk fasilitas isolasi warga yang terkonfirmasi positif covid.

 

“Isoter mulai jalan per hari ini. Saya minta camat, perbekel, dan bendesa sosialisasi soal ini. Jadi tidak ada lagi yang isoman,” kata Agus.

 

Selain itu pemerintah juga memutuskan melakukan pembatasan aktivitas. Kegiatan masyarakat yang selama ini telah berjalan normal, kini kembali dibatasi. Aktivitas warga hanya bisa dilakukan hingga pukul 22.00 malam.

Baca Juga:  Toko Bangunan di Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

 

“Kami mohon maaf pada warga harus melakukan hal ini. Saya harap warga bisa mengerti dan bersabar selama beberapa minggu untuk pembatasan ini. Harapan kami, setelah ini covid berakhir dan kita bisa beraktivitas dalam kondisi new normal,” imbuhnya.

 

Sementara itu pantauan Jawa Pos Radar Bali, Gedung C Asrama Undiksha terlihat sudah siap digunakan. Gedung itu juga sebelumnya sempat digunakan sebagai fasilitas isoter. Kemudian ditutup pada 28 Oktober 2021 lalu, karena kasus terus melandai.

 

Seluruh staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dikerahkan melakukan pembersihan gedung. Mereka juga melakukan inspeksi kesiapan gedung. Baik dari sisi kebersihan, tempat tidur, ketersediaan air, ledeng, dan listrik.

 

Pada Kamis siang, BPBD Buleleng juga telah memasang tenda di areal parkir. Tenda itu akan dimanfaatkan sebagai pos komando untuk kegiatan isoter.

 

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, isoter dibuka kembali atas sejumlah pertimbangan. Di antaranya terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Dalam waktu sepekan, kasus covid-19 di Buleleng telah berada pada angak 2 digit. Apabila tidak ditangani serius, dalam waktu singkat akan melonjak menjadi 3 digit.

Baca Juga:  Dibiarkan Menumpuk, Duh Sulitnya Tangani Sampah di Pantai Kuta

 

Suyasa memastikan fasilitas isoter sudah siap. Warga yang terkonfirmasi positif covid-19, akan dipindahkan ke fasilitas isoter secara bertahap.

 

“Dari TNI/Polri yang akan membantu proses penjemputan dan pemindahan. Kami tegaskan tidak ada lagi isoman di rumah. Karena pengalaman kami, saat diizinkan melakukan isoman, cepat sekali terjadi penularan di klaster keluarga. Sehingga kasus melonjak dengan sangat cepat,” kata Suyasa.

 

Untuk tahap awal, satgas menyiapkan 96 tempat tidur di Gedung C Asrama Undiksha. Apabila terjadi lonjakan yang signifikan, satgas akan mengaktifkan kembali isoter yang terletak di Asrama Kompi C Desa Kubutambahan.

 

Sekadar diketahui, saat ini warga Buleleng yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 66 orang. Dari puluhan orang itu, sebanyak 21 orang diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara 45 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. Warga yang menjalani isolasi mandiri itu, akan dipindahkan secara bertahap ke fasilitas isoter.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/