alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Investor Slovakia Berminat Olah Sampah TPA Temesi Gianyar

GIANYAR – Pengolahan sampah di Kabupaten Gianyar memancing daya tarik investor. Salah satunya investor dari Republik Slovakia yang menawarkan kerjasama pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Temesi Gianyar.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi IB DPRD Gianyar dengan sejumlah perwakilan unit kerja Pemkab dan perwakilan investor.

Eliska Sirotkova dari investor Princeston Slovakia, memaparkan, hanya membutuhkan lahan sekitar 5 hektar untuk unit mesin olah sampah di TPA Temesi.

Dalam olah sampah ini, Pemkab Gianyar tidak mengeluarkan anggaran. Kecuali pemerintah ingin ikut menanamkan modal khusus di luar penyedian lahan non sewa tersebut.

Lanjut dia, cara kerja mesin bukan membakar sampah, tapi pemanasan dengan suhu 600-1.200 derajat celcius.

Sampah masuk ke dalam tabung kedap udara sehingga proses ini ramah lingkungan. Pemanasan sampah ini menghasilkan karbon, minyak, pellet untuk listrik, dan gas.

Proses ini bisa memakai tenaga otomatis dan semi otomatis. Produk hilir ini nantinya  dijual untuk biaya produksi olah sampah.

Mesin ini mampu mengolah sampah lama dan sampah baru. Areal yang dibutuhkan untuk casis mesin bervariasi mulai 100 m x 50 m.

Baca Juga:  Bayi Malang Itu Dibawa ke Yayasan, Dinsos Seleksi Calon Ortu Adopsi

7,5 m x 4 m x 2 m, dan ukuran penuh 3 haktare, 5 hektare. Kapasitas olah sampah 1 sampai 5 ton per jam. Untuk 1 ton sampah menghasilkan 1,0 MW setara listrik dan setara panas bumi 1,5 MW.

“Hasil akhir dari olah mesin ini tanpa emisi dan Co2. Pengoperasian mesin ini sudah ada di Republik Slovakia,” tegas Eliska yang mengenakan kebaya hijau itu.

Eliska menambahkan, sesuai pengalaman di negaranya, mesin ini dapat menghasilkan pendapatan 5 juta Euro per tahun dengan produksi 24 jam. Pendapatan ini dari penjualan listrik dan gas serta produk ikutan lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra menyambut baik minat pihak Princeston Slovakia untuk bekerjasama olah sampah di Gianyar.

Tanpa bermaksud menyangsikan, selama ini tak kurang dari 30 investor menawarkan kerjasama serupa.

“Tapi hampir semua investor ujung-ujungnya minta anggaran yang tak kecil,” jelas Plt yang juga Sekretaris DPRD Gianyar ini.

Kujus Pawitra menambahkan, selama ini Gianyar sangat membutuhkan teknologi olah sampah terbarukan. “Karena pengolahan sampah yang intensif berbasis teknologi sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga:  Catat! Disdik Buleleng Kembali Ingatkan PPDB SD Tanpa Calistung

Kujus Pawitra menyampaikan, Pemkab Gianyar sangat serius dalam penanganan sampah dengan membangun TPA modern yang lebih maju.

Serta dilengkapi dengan teknologi terbarukan untuk pengolahannya. “Pemkab Gianyar telah menjalin kerjasama dengan ITB Bandung untuk desainya.

Sekarang tinggal memadukan teknologi terbarukan model apa yang paling tepat. Targetnya, TPA Temesi harus rapi, indah, efektif, dan nyaman,” jelas pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini.

Kujus Pawitra menambahkan, pihaknya siap mensosialisasikan dan memfasilitasi rencana Princeston kepada masyarakat.

Sembari mempelajari dan merancang MoU dengan Pemkab Gianyar.  Tentu nantinya terlebih dahulu kami akan laporkan dulu kajian kepada bapak bupati.

Selain dengan Princeston, Komisi IV juga menerima sosialisasi tawaran kerjasama investasi pengolahan limbah medis padat dengan PT Sagita Mahaprabu Denpasar.

Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi mengatakan, hasil rapat kerja ini akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk dikoordinasikan kepada eksekutif. 



GIANYAR – Pengolahan sampah di Kabupaten Gianyar memancing daya tarik investor. Salah satunya investor dari Republik Slovakia yang menawarkan kerjasama pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Temesi Gianyar.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi IB DPRD Gianyar dengan sejumlah perwakilan unit kerja Pemkab dan perwakilan investor.

Eliska Sirotkova dari investor Princeston Slovakia, memaparkan, hanya membutuhkan lahan sekitar 5 hektar untuk unit mesin olah sampah di TPA Temesi.

Dalam olah sampah ini, Pemkab Gianyar tidak mengeluarkan anggaran. Kecuali pemerintah ingin ikut menanamkan modal khusus di luar penyedian lahan non sewa tersebut.

Lanjut dia, cara kerja mesin bukan membakar sampah, tapi pemanasan dengan suhu 600-1.200 derajat celcius.

Sampah masuk ke dalam tabung kedap udara sehingga proses ini ramah lingkungan. Pemanasan sampah ini menghasilkan karbon, minyak, pellet untuk listrik, dan gas.

Proses ini bisa memakai tenaga otomatis dan semi otomatis. Produk hilir ini nantinya  dijual untuk biaya produksi olah sampah.

Mesin ini mampu mengolah sampah lama dan sampah baru. Areal yang dibutuhkan untuk casis mesin bervariasi mulai 100 m x 50 m.

Baca Juga:  Catat! Disdik Buleleng Kembali Ingatkan PPDB SD Tanpa Calistung

7,5 m x 4 m x 2 m, dan ukuran penuh 3 haktare, 5 hektare. Kapasitas olah sampah 1 sampai 5 ton per jam. Untuk 1 ton sampah menghasilkan 1,0 MW setara listrik dan setara panas bumi 1,5 MW.

“Hasil akhir dari olah mesin ini tanpa emisi dan Co2. Pengoperasian mesin ini sudah ada di Republik Slovakia,” tegas Eliska yang mengenakan kebaya hijau itu.

Eliska menambahkan, sesuai pengalaman di negaranya, mesin ini dapat menghasilkan pendapatan 5 juta Euro per tahun dengan produksi 24 jam. Pendapatan ini dari penjualan listrik dan gas serta produk ikutan lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra menyambut baik minat pihak Princeston Slovakia untuk bekerjasama olah sampah di Gianyar.

Tanpa bermaksud menyangsikan, selama ini tak kurang dari 30 investor menawarkan kerjasama serupa.

“Tapi hampir semua investor ujung-ujungnya minta anggaran yang tak kecil,” jelas Plt yang juga Sekretaris DPRD Gianyar ini.

Kujus Pawitra menambahkan, selama ini Gianyar sangat membutuhkan teknologi olah sampah terbarukan. “Karena pengolahan sampah yang intensif berbasis teknologi sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga:  Gegara Labrak Kesucian Pura, Lobi Hotel Dibongkar

Kujus Pawitra menyampaikan, Pemkab Gianyar sangat serius dalam penanganan sampah dengan membangun TPA modern yang lebih maju.

Serta dilengkapi dengan teknologi terbarukan untuk pengolahannya. “Pemkab Gianyar telah menjalin kerjasama dengan ITB Bandung untuk desainya.

Sekarang tinggal memadukan teknologi terbarukan model apa yang paling tepat. Targetnya, TPA Temesi harus rapi, indah, efektif, dan nyaman,” jelas pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini.

Kujus Pawitra menambahkan, pihaknya siap mensosialisasikan dan memfasilitasi rencana Princeston kepada masyarakat.

Sembari mempelajari dan merancang MoU dengan Pemkab Gianyar.  Tentu nantinya terlebih dahulu kami akan laporkan dulu kajian kepada bapak bupati.

Selain dengan Princeston, Komisi IV juga menerima sosialisasi tawaran kerjasama investasi pengolahan limbah medis padat dengan PT Sagita Mahaprabu Denpasar.

Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi mengatakan, hasil rapat kerja ini akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk dikoordinasikan kepada eksekutif. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/