alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

[Melegakan] Hasil Swab, Pasutri PMI Asal Buleleng Negatif Corona

SINGARAJA– Sempat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 (Corona) sesuai hasil rapid tes, pasangan suami istri (Pasutri) asal Kelurahan Beratan yang bekerja sebagai pekerja migrant Indonesia akhirnya lega.

Pasutri itu adalah Nyoman Erva Sastrawan dan istrinya Windy Tresna Gitayani.

Keduanya yang tiba di tanah air tiga pekan lalu dan langsung berinisiatif menjalani karantina mandiri selama 14 hari ini,  merasa lega setelah hasil pengecekan dan pengujian sampel swab dinyatakan negatif.

Setelah mengakhiri masa karantina mandiri, mereka mencari surat keterangan sehat ke RSUD Buleleng pada Rabu (22/4).

Mereka pun melakukan rapid test sebagai salah satu syarat mendapatkan surat keterangan sehat. Ternyata saat itu hasil rapid test keduanya menunjukkan positif.

“Waktu itu ada perawat di RSUD minta saya tidak panik. Dia bilang “Bu nggak usah panik, karena banyak kejadian yang seperti ini. Rapid test-nya positif belum tentu hasil swabnya positif juga”. Jujur waktu itu panik juga,” kata Windy mengawali ceritanya.

Baca Juga:  Swab Test Gratis di Denpasar, BNI Komit Cegah Penyebaran Covid-19

Begitu dinyatakan positif, mereka sempat dirujuk ke RS Pratama Giri Emas guna menjalani karantina lanjutan.

Mereka pun sempat melakukan dua kali pengambilan sampel swab guna dicek di Laboratorium RS Sanglah Denpasar. Ternyata dalam dua kali pengambilan sampel swab, mereka dinyatakan negatif covid-19. Tim medis pun mengizinkan mereka pulang ke rumah.

“Begitu malam saya dan suami dinyatakan negatif, saya langsung menghubungi orang tua, minta biar dijemput. Karena harus keluarga yang lakukan penjemputan,” imbuhnya.

Saat menjalani karantina selama 3 hari 2 malam di RS Pratama Giri Emas, Windy sangat bersyukur dapat melalui hal tersebut dengan baik.

Ia juga mengaku mendapat pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan yang bertugas. Terlebih tenaga kesehatan yang menangani mereka sangat informative dan selalu memberikan dukungan moril pada mereka.

Baca Juga:  Arus Kuat, Orang Hilang di Perairan Nusa Penida Sulit Ditemukan

“Perawatnya baik-baik semua di sana. Makanan pun kita bisa pesan apa yang kita mau selama baik buat kesehatan,” katanya lagi.

Mengambil hikmah dari pengalamannya bersama sang suami, Windy meminta agar masyarakat tak memberikan stigma negatif. Sebab para pekerja migrant juga membutuhkan dukungan moral dari keluarga dan rekan-rekannya, agar dapat menjalani masa isolasi dengan baik. 



SINGARAJA– Sempat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 (Corona) sesuai hasil rapid tes, pasangan suami istri (Pasutri) asal Kelurahan Beratan yang bekerja sebagai pekerja migrant Indonesia akhirnya lega.

Pasutri itu adalah Nyoman Erva Sastrawan dan istrinya Windy Tresna Gitayani.

Keduanya yang tiba di tanah air tiga pekan lalu dan langsung berinisiatif menjalani karantina mandiri selama 14 hari ini,  merasa lega setelah hasil pengecekan dan pengujian sampel swab dinyatakan negatif.

Setelah mengakhiri masa karantina mandiri, mereka mencari surat keterangan sehat ke RSUD Buleleng pada Rabu (22/4).

Mereka pun melakukan rapid test sebagai salah satu syarat mendapatkan surat keterangan sehat. Ternyata saat itu hasil rapid test keduanya menunjukkan positif.

“Waktu itu ada perawat di RSUD minta saya tidak panik. Dia bilang “Bu nggak usah panik, karena banyak kejadian yang seperti ini. Rapid test-nya positif belum tentu hasil swabnya positif juga”. Jujur waktu itu panik juga,” kata Windy mengawali ceritanya.

Baca Juga:  Arus Kuat, Orang Hilang di Perairan Nusa Penida Sulit Ditemukan

Begitu dinyatakan positif, mereka sempat dirujuk ke RS Pratama Giri Emas guna menjalani karantina lanjutan.

Mereka pun sempat melakukan dua kali pengambilan sampel swab guna dicek di Laboratorium RS Sanglah Denpasar. Ternyata dalam dua kali pengambilan sampel swab, mereka dinyatakan negatif covid-19. Tim medis pun mengizinkan mereka pulang ke rumah.

“Begitu malam saya dan suami dinyatakan negatif, saya langsung menghubungi orang tua, minta biar dijemput. Karena harus keluarga yang lakukan penjemputan,” imbuhnya.

Saat menjalani karantina selama 3 hari 2 malam di RS Pratama Giri Emas, Windy sangat bersyukur dapat melalui hal tersebut dengan baik.

Ia juga mengaku mendapat pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan yang bertugas. Terlebih tenaga kesehatan yang menangani mereka sangat informative dan selalu memberikan dukungan moril pada mereka.

Baca Juga:  Tersisa 10 Pasien, Warga Diimbau Tetap Pakai Masker dengan Benar

“Perawatnya baik-baik semua di sana. Makanan pun kita bisa pesan apa yang kita mau selama baik buat kesehatan,” katanya lagi.

Mengambil hikmah dari pengalamannya bersama sang suami, Windy meminta agar masyarakat tak memberikan stigma negatif. Sebab para pekerja migrant juga membutuhkan dukungan moral dari keluarga dan rekan-rekannya, agar dapat menjalani masa isolasi dengan baik. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/