alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Bakar Sampah, Atap Dua Pelinggih Pura Dalem Kusamba Ludes Terbakar

SEMARAPURA – Dua pelinggih Pura Dalem Desa Adat Kusamba dilalap si Jago Merah, Minggu (27/5) sekitar pukul 14.00.

Kebakaran itu itu terjadi akibat percikan api pembakaran sampah yang tepat berada di sisi timur pura tersebut diterbangkan angin hingga mengenai ijuk pura.

Bendesa Pakraman Kusamba AA Gede Raka Swastika mengungkapkan, sebelum peristiwa itu terjadi ratusan warga Desa Adat Kusamba melaksanakan gotong-royong jelang Hari Raya Galungan.

Setelah melakukan pembersihan di sekitar pura, dia kemudian mengecek kegiatan pembersihan di sisi timur pura dan dilihatnya asap sudah mengepul di atas atap Gedong Dalem yang terbuat dari ijuk itu.

“Saya langsung lompat tembok dan minta tolong warga,” ungkapnya. Dia menduga kebakaran itu terjadi akibat terkena percikan

Baca Juga:  Perintah Menteri Susi Jelas, Usir Nelayan Luar Bali, HNSI Bilang...

api dari proses pembakaran sampah dari kegiatan gotong-royong yang dilakukan warga tepat di sebelah timur tembok pembatas pura.

“Untuk persembahyangan Hari Raya Galungan akan berlangsung seperti biasa. Untuk tindak lanjut selanjutnya, kami akan menanyakan terlebih dahulu kepada Sulinggih (Pendeta, Red),” lanjutnya.

Perbekel Kusamba I Ketut Winastra menambahkan, atas peristiwa tersebut ada sebanyak dua pelinggih yang terbakar, yaitu Gedong Dalem dan pelinggih Limas Cari dengan total kerugian sekitar Rp 150 juta.

“Pengempon pura ini sebanyak 987 KK,” tandasnya. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta mengungkapkan,

untuk memadamkan api di dua pelinggih itu pihaknya mengerahkan sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan jumlah personel sebanyak 20 orang.

Baca Juga:  Jadi Pengemis, Mantan Bos Spa Cantik di Kuta Rela Tidur di Balai Dusun

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30.



SEMARAPURA – Dua pelinggih Pura Dalem Desa Adat Kusamba dilalap si Jago Merah, Minggu (27/5) sekitar pukul 14.00.

Kebakaran itu itu terjadi akibat percikan api pembakaran sampah yang tepat berada di sisi timur pura tersebut diterbangkan angin hingga mengenai ijuk pura.

Bendesa Pakraman Kusamba AA Gede Raka Swastika mengungkapkan, sebelum peristiwa itu terjadi ratusan warga Desa Adat Kusamba melaksanakan gotong-royong jelang Hari Raya Galungan.

Setelah melakukan pembersihan di sekitar pura, dia kemudian mengecek kegiatan pembersihan di sisi timur pura dan dilihatnya asap sudah mengepul di atas atap Gedong Dalem yang terbuat dari ijuk itu.

“Saya langsung lompat tembok dan minta tolong warga,” ungkapnya. Dia menduga kebakaran itu terjadi akibat terkena percikan

Baca Juga:  Rawan Gugatan, Kaji Proyek Sutet 500 KV

api dari proses pembakaran sampah dari kegiatan gotong-royong yang dilakukan warga tepat di sebelah timur tembok pembatas pura.

“Untuk persembahyangan Hari Raya Galungan akan berlangsung seperti biasa. Untuk tindak lanjut selanjutnya, kami akan menanyakan terlebih dahulu kepada Sulinggih (Pendeta, Red),” lanjutnya.

Perbekel Kusamba I Ketut Winastra menambahkan, atas peristiwa tersebut ada sebanyak dua pelinggih yang terbakar, yaitu Gedong Dalem dan pelinggih Limas Cari dengan total kerugian sekitar Rp 150 juta.

“Pengempon pura ini sebanyak 987 KK,” tandasnya. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta mengungkapkan,

untuk memadamkan api di dua pelinggih itu pihaknya mengerahkan sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan jumlah personel sebanyak 20 orang.

Baca Juga:  Duh, Tipu Klien, Pengacara Kawakan di Jembrana Dipolisikan

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/