alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Dipaksa Putar Balik di Gilimanuk, Puluhan Pemudik Gagal Masuk Bali

NEGARA-Puluhan orang dan kendaraan yang akan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk terpaksa dikembalikan ke daerah asalnya atau dipaksa putar balik karena tidak melengkapi diri dengan persyaratan yang ditentukan.

Infomasi yang dihimpun, dari data selama dua hari, sudah ada 65 orang yang dipulangkan karena tidak membawa surat lengkap.

Diantaranya keterangan hasil rapid test non-reaktif dan surat pernyataan dari pemberi jaminan bagi pelaku perjalanan, serta surat pernyataan mengenai tujuan ke Bali.

Selain orang, sebanyak 30 unit roda dua dan 8 unit kendaraan kecil atau mobil pribadi.

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan pengamanan arus lalu lintas masuk Bali pasca- lebaran yang dilakukan di wilayah Polres Jembrana hasil rapat koordinasi di ASDP Ketapang bersama Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Bali agar setiap pendatang yang akan masuk Bali agar dilengkapi dengan hasil rapid tes non-reaktif.

Baca Juga:  Transmisi Lokal di Klungkung Terus Bertambah, Ini Kata Bupati Suwirta

Namun untuk mengantisipasi masyarakat yang belum dilengkapi rapid tes, di Pelabuhan Gilimanuk juga disediakan pos rapid tes dan di areal parkir Teluk Gilimanuk oleh Gugus Tugas Jembrana. “Secara teknis rapid test untuk di Pos KKP dilakukan bagi penumpang kendaraan R4 ke atas seperti truk dan bus umum,” jelasnya.

Mengantisipasi arus lalu lintas orang dan kendaraan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pasca-lebaran, Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Djoko Prihadi saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk meminta petugas pos rapid test yang ada di Gilimanuk supaya ditambah. Gugus Tugas juga agar menyediakan kendaraan ambulance untuk menindaklanjuti pelaksanaan tindakan baik yang dikembalikan ke daerah asal maupun menuju rumah sakit rujukan yang di Bali.

Baca Juga:  REST IN PEACE! Lagi Santai di Restoran, WN Belanda Meninggal Mendadak

Saat mengecek langsung pola pemeriksaan pada pos sekat di Banyuwangi. Harapannya, pemeriksaan di Ketapang dilakukan dengan baik sehingga bagi masyarakat yang akan masuk Bali tidak melengkapi diri dengan ketentuan agar dikembalikan



NEGARA-Puluhan orang dan kendaraan yang akan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk terpaksa dikembalikan ke daerah asalnya atau dipaksa putar balik karena tidak melengkapi diri dengan persyaratan yang ditentukan.

Infomasi yang dihimpun, dari data selama dua hari, sudah ada 65 orang yang dipulangkan karena tidak membawa surat lengkap.

Diantaranya keterangan hasil rapid test non-reaktif dan surat pernyataan dari pemberi jaminan bagi pelaku perjalanan, serta surat pernyataan mengenai tujuan ke Bali.

Selain orang, sebanyak 30 unit roda dua dan 8 unit kendaraan kecil atau mobil pribadi.

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan pengamanan arus lalu lintas masuk Bali pasca- lebaran yang dilakukan di wilayah Polres Jembrana hasil rapat koordinasi di ASDP Ketapang bersama Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Bali agar setiap pendatang yang akan masuk Bali agar dilengkapi dengan hasil rapid tes non-reaktif.

Baca Juga:  KKP Cek Kesehatan Penumpang, Viking Sun Belum Diizinkan Bersandar

Namun untuk mengantisipasi masyarakat yang belum dilengkapi rapid tes, di Pelabuhan Gilimanuk juga disediakan pos rapid tes dan di areal parkir Teluk Gilimanuk oleh Gugus Tugas Jembrana. “Secara teknis rapid test untuk di Pos KKP dilakukan bagi penumpang kendaraan R4 ke atas seperti truk dan bus umum,” jelasnya.

Mengantisipasi arus lalu lintas orang dan kendaraan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pasca-lebaran, Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Djoko Prihadi saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk meminta petugas pos rapid test yang ada di Gilimanuk supaya ditambah. Gugus Tugas juga agar menyediakan kendaraan ambulance untuk menindaklanjuti pelaksanaan tindakan baik yang dikembalikan ke daerah asal maupun menuju rumah sakit rujukan yang di Bali.

Baca Juga:  Ini Wujud Toleransi di Bali, Pecalang Pun Ikut Amankan Arus Mudik

Saat mengecek langsung pola pemeriksaan pada pos sekat di Banyuwangi. Harapannya, pemeriksaan di Ketapang dilakukan dengan baik sehingga bagi masyarakat yang akan masuk Bali tidak melengkapi diri dengan ketentuan agar dikembalikan


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/