alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Tahanan Polres Klungkung & Pekerja Migran Rapid Test, Satu PMI Reaktif

SEMARAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung melakukan rapid test terhadap 32 orang kemarin.

13 orang di antaranya merupakan tahanan yang berada di ruang tahanan Polres Klungkung dan 19 orang lainnya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung.

Hasilnya, satu PMI dinyatakan reaktif sehingga langsung dibawa ke RSUD Klungkung untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, menjelaskan sebagai upaya pencegahan

penyebaran virus corona yang lebih luas lagi, telah dikeluarkan instruksi untuk melakukan rapid test terhadap tahanan yang baru masuk ruang tahanan.

Untuk itu, 13 orang tahan yang berada di ruang tahanan Polres Klungkung menjalani rapid test, Rabu kemarin.

“Itu sudah ada suratnya sehingga kami harus jalani. Adapun hasilnya, semuanya dinyatakan non reaktif,” terangnya.

Waka Polres Klungkung Kompol Sindar Sinaga menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tahanan, terutama terhadap ancaman corona dilakukan untuk mengetahui kondisi tahanan di tengah-tengah mewabahnya virus corona.

Baca Juga:  Jelang Musim Panen, Petani Kopi di Pupuan Tabanan Sepi Order

Meski berstatus tahanan, menurutnya tidak menutup ada kontak dengan orang luar tahanan seperti keluarga.

“Polres Klungkung mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karenanya setiap anggota dan keluarganya diminta benar-benar melakukan pembatasan diri

agar tidak terpapar virus corona. Tak terkecuali tahanan. Selama pandemi ini, kami juga meniadakan waktu besuk tahanan,” ujarnya.

Selain 13 tahanan, menurut Swapatni ada sebanyak 19 PMI yang kemarin juga menjalani rapid test dan itu dilakukan di GOR Swecapura.

Dari 19 PMI yang telah menjalani rapid test, ada satu orang PMI laki-laki yang dinyatakan reaktif. Sehingga yang bersangkutan langsung dibawa ke RSUD Klungkung untuk menjalani pemeriksaan swab.

“Rencananya swab dilakukan besok. Semoga hasilnya negatif. PMI ini tidak memiliki gejala terinfeksi corona,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma membenarkan PMI yang dinyatakan reaktif tersebut berada di RSUD Klungkung dan rencananya hari ini akan dilakukan pemeriksaan swab.

Baca Juga:  Edan! Tak Peduli Jalan Raya, Maling Nekat Bobol Rumah Siang Bolong

Menurutnya, kondisi PMI tersebut dalam kondisi sehat dan tanpa gejala. “Hanya agak lemas saja,” katanya.

Dengan begitu total ada tiga pasien dalam perawatan (PDP) yang kini dirawat di RSUD Klungkung.

Satu pasien merupakan pasien anak berusia satu tahun yang dirawat sejak tiga hari yang lalu karena batuk pilek dan sesak napas.

Sementara satu lainnya merupakan pasien ibu hamil berusia 29 tahun asal Nusa Penida yang dirawat karena mengalami keluhan batuk dan sesak napas.

“Pasien anak sudah kami swab sejak dua hari yang lalu. Hanya saja hasilnya belum keluar,” bebernya.

Lebih lanjut diungkapkannya, ruang isolasi pasien korona RSUD Klungkung yang dulunya di basement, kini telah dipindah ke ruang kedondong dan diberikan sekat-sekat.

Dengan ruangan baru saat ini, setiap pasien memiliki ruangnya sendiri sehingga tidak terjadi kontak dengan pasien lainnya. 



SEMARAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung melakukan rapid test terhadap 32 orang kemarin.

13 orang di antaranya merupakan tahanan yang berada di ruang tahanan Polres Klungkung dan 19 orang lainnya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung.

Hasilnya, satu PMI dinyatakan reaktif sehingga langsung dibawa ke RSUD Klungkung untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, menjelaskan sebagai upaya pencegahan

penyebaran virus corona yang lebih luas lagi, telah dikeluarkan instruksi untuk melakukan rapid test terhadap tahanan yang baru masuk ruang tahanan.

Untuk itu, 13 orang tahan yang berada di ruang tahanan Polres Klungkung menjalani rapid test, Rabu kemarin.

“Itu sudah ada suratnya sehingga kami harus jalani. Adapun hasilnya, semuanya dinyatakan non reaktif,” terangnya.

Waka Polres Klungkung Kompol Sindar Sinaga menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tahanan, terutama terhadap ancaman corona dilakukan untuk mengetahui kondisi tahanan di tengah-tengah mewabahnya virus corona.

Baca Juga:  Main Judi Cap Jeki di Aula CafĂ©, Gerombolan Penjudi Dibubarkan Tentara

Meski berstatus tahanan, menurutnya tidak menutup ada kontak dengan orang luar tahanan seperti keluarga.

“Polres Klungkung mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karenanya setiap anggota dan keluarganya diminta benar-benar melakukan pembatasan diri

agar tidak terpapar virus corona. Tak terkecuali tahanan. Selama pandemi ini, kami juga meniadakan waktu besuk tahanan,” ujarnya.

Selain 13 tahanan, menurut Swapatni ada sebanyak 19 PMI yang kemarin juga menjalani rapid test dan itu dilakukan di GOR Swecapura.

Dari 19 PMI yang telah menjalani rapid test, ada satu orang PMI laki-laki yang dinyatakan reaktif. Sehingga yang bersangkutan langsung dibawa ke RSUD Klungkung untuk menjalani pemeriksaan swab.

“Rencananya swab dilakukan besok. Semoga hasilnya negatif. PMI ini tidak memiliki gejala terinfeksi corona,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma membenarkan PMI yang dinyatakan reaktif tersebut berada di RSUD Klungkung dan rencananya hari ini akan dilakukan pemeriksaan swab.

Baca Juga:  Berharap PPKM Tak Diperpanjang, Begini Kondisi BOR Rumah Sakit di Bali

Menurutnya, kondisi PMI tersebut dalam kondisi sehat dan tanpa gejala. “Hanya agak lemas saja,” katanya.

Dengan begitu total ada tiga pasien dalam perawatan (PDP) yang kini dirawat di RSUD Klungkung.

Satu pasien merupakan pasien anak berusia satu tahun yang dirawat sejak tiga hari yang lalu karena batuk pilek dan sesak napas.

Sementara satu lainnya merupakan pasien ibu hamil berusia 29 tahun asal Nusa Penida yang dirawat karena mengalami keluhan batuk dan sesak napas.

“Pasien anak sudah kami swab sejak dua hari yang lalu. Hanya saja hasilnya belum keluar,” bebernya.

Lebih lanjut diungkapkannya, ruang isolasi pasien korona RSUD Klungkung yang dulunya di basement, kini telah dipindah ke ruang kedondong dan diberikan sekat-sekat.

Dengan ruangan baru saat ini, setiap pasien memiliki ruangnya sendiri sehingga tidak terjadi kontak dengan pasien lainnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/