alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Mimih, Dihantam Ombak 5 Meter, Puluhan Jukung Nelayan Karangasem Rusak

AMLAPURA – Akibat cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari lalu membuat puluhan jukung milik nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem rusak parah.

Kerusakan puluhan jukung itu akibat terjangan ombak yang tinggi yang terjadi Rabu lalu (26/5).

Salah seorang nelayan setempat, Haryanto menuturkan ombak dengan ketinggian 5 meter yang terjadi sekitar pukul 11.00 Rabu siang lalu mengakibatkan puluhan jukung milik nelayan mengalami kerusakan yang beragam.

Mulai dari katir atau cadik yang terdapat di sisi jukung patah, badan jukung bocor akibat benturan dengan batu hingga mesin jukung yang rusak akibat menghantam benada keras.

“Baling-baling mesin sampai patah. Seperti tsunami. Dua bangunan penyimpanan mesin jukung ambruk akibat kejadian ini,” kata Haryanto kemarin.

Baca Juga:  Ombak Besar Rusak Hotel dan Pertanian di Klungkung

Saat kejadian lanjut dia, peristiwa itu sempat membuat masyarakat nelayan was-was hingga melarikan diri mencari tempat aman.

Akibat kejadian itu, jukung-jukung nelayan ini sementara tidak bisa digunakan melaut hingga dilakukan perbaikan yang memakan biaya tidak sedikit.

“Kalau ditotal semua kerugian bisa sampai Rp50 juta. Karena dirata untuk satu jukung yang mengalami kerusakan jukung antara

Rp 1 sampai 3 juta. Kalau kerusakan mesin sekitar Rp 3 sampai 5 juta. Tergantung jenis kerusakannya,” bebernya.
Nelayan setempat, tambah dia, hanya bisa pasrah. Saat ini para nelayan sudah mengevakuasi jukungnya ke daratan yang lebih tinggi, dengan harapan jukung tidak di hantam gelombang.

Para nelayan untuk sementara membuat tempat penyimpanan mesin darurat mengunakan kayu seadanya. Supaya mesin jukung tak rusak terkena air hujan maupun air laut.

Baca Juga:  Alamaaak! Vaksinasi di Jembrana Dihentikan karena Stok Vaksin Kosong

Pihaknya berharap banyak ada bantuan pemerintah. “Ya, minimal dibuatkan tempat menyimpan mesin. Ke depan kami juga berharap

dibangun pemecah gelombang. Kondisi ombak tinggi kemungkinan masih akan terjadi hingga empat hari ke depan,” tandasnya. 

AMLAPURA – Akibat cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari lalu membuat puluhan jukung milik nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem rusak parah.

Kerusakan puluhan jukung itu akibat terjangan ombak yang tinggi yang terjadi Rabu lalu (26/5).

Salah seorang nelayan setempat, Haryanto menuturkan ombak dengan ketinggian 5 meter yang terjadi sekitar pukul 11.00 Rabu siang lalu mengakibatkan puluhan jukung milik nelayan mengalami kerusakan yang beragam.

Mulai dari katir atau cadik yang terdapat di sisi jukung patah, badan jukung bocor akibat benturan dengan batu hingga mesin jukung yang rusak akibat menghantam benada keras.

“Baling-baling mesin sampai patah. Seperti tsunami. Dua bangunan penyimpanan mesin jukung ambruk akibat kejadian ini,” kata Haryanto kemarin.

Baca Juga:  Berjuang Hidup Mati, Begini Kisah Nelayan Bunutan Selamat dari Maut

Saat kejadian lanjut dia, peristiwa itu sempat membuat masyarakat nelayan was-was hingga melarikan diri mencari tempat aman.

Akibat kejadian itu, jukung-jukung nelayan ini sementara tidak bisa digunakan melaut hingga dilakukan perbaikan yang memakan biaya tidak sedikit.

“Kalau ditotal semua kerugian bisa sampai Rp50 juta. Karena dirata untuk satu jukung yang mengalami kerusakan jukung antara

Rp 1 sampai 3 juta. Kalau kerusakan mesin sekitar Rp 3 sampai 5 juta. Tergantung jenis kerusakannya,” bebernya.
Nelayan setempat, tambah dia, hanya bisa pasrah. Saat ini para nelayan sudah mengevakuasi jukungnya ke daratan yang lebih tinggi, dengan harapan jukung tidak di hantam gelombang.

Para nelayan untuk sementara membuat tempat penyimpanan mesin darurat mengunakan kayu seadanya. Supaya mesin jukung tak rusak terkena air hujan maupun air laut.

Baca Juga:  Muriati Lahirkan Lukisan Wayang Kamasan Bertema Pandemi Covid-19

Pihaknya berharap banyak ada bantuan pemerintah. “Ya, minimal dibuatkan tempat menyimpan mesin. Ke depan kami juga berharap

dibangun pemecah gelombang. Kondisi ombak tinggi kemungkinan masih akan terjadi hingga empat hari ke depan,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/